<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096</id><updated>2011-07-28T16:59:50.435-07:00</updated><title type='text'>pujangga pinggiran</title><subtitle type='html'>Kata adalah ekspresi jiwa...
Jikalau pena sudah bicara dan kata menjadi buahnya, maka setiap pujangga akan menghambakan dirinya dalam dunia imaji. 
Agar kelak goresan pena dapat mempertemukannya dengan Sang Khalik. 
Dan menyuluhi perjalanannya menggapai tangan Cinta.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>142</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-6803987208721295678</id><published>2009-09-08T01:41:00.001-07:00</published><updated>2009-09-08T01:41:49.640-07:00</updated><title type='text'>Pendar Rindu Rena</title><content type='html'>&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 17pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;“Rena, tak bisakah setitik ruang hatimu kau sisakan untukku? Aku mencintaimu….”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Kadang kebimbangan hadir, menyapa lewat hendakan jendela. Mengirimkan kabar kebisuan, sehening gemerisik daun oleh hembusan angin. Aku bingung dengan realita, kenapa rasa kadangkala membuat manusia terpenjara dalam kebodohan. Aku telah mencoba lepas darinya…ingin lari sekencang mungkin atau larut bersama rinai hujan. Namun aku tak sanggup, semakin aku mencoba menghindarinya, semakin rasa itu mendera. Padahal rasa itu tak boleh kubiarkan berkecambah dalam hatiku, sebab kutahu tempatnya bukan di &lt;st1:place _moz-userdefined="" w:st="on"&gt;&lt;st1:city _moz-userdefined="" w:st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. &lt;st1:place _moz-userdefined="" w:st="on"&gt;&lt;st1:city _moz-userdefined="" w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; istana hati yang lain mengunggu benih itu tumbuh, berbunga dan berbuah. Aku resah! Hingga malam berjelaga, mataku enggan terpejam. Mungkin karena rindu atau mungkin juga karena aku mulai dibodohi rasa. Entahlah!!!!padahal sudah berkali-kali aku katakan persetan dengan rasa…persetan dengan Cinta, bahkan kadang aku berpikir manusia tak seharusnya mengaku mencinta karena tak ada yang mampu merealisasikannya hingga materi melebur bersama ego.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;“Aku … aku… apakah aku memang bodoh?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Tak ada jawaban, hening berbisik bersama suara &lt;i&gt;winamp&lt;/i&gt; yang setia menemaniku.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;“Ayo jawab… apakah aku memang bodoh?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Kudengar retak dinding kamarku. Apakah suaraku terlalu keras, ataukah malam yang terlalu hening hingga bisikpun tak mampu ia sembunyikan? &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;“Bisakah malam ini kau beri aku jawab? Hingga tak perlu kutunggu esok yang mungkin tak menyisakan jawab.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Kali ini desahan malam membuaiku. Tetapi aku telah kepalang tanggung, malam ini juga kepastian harus terkabar buatnya. Aku tak bisa terus-terusan begini, benar-benar tidak produktif. Jangan sampai virus pergerakan berwujud rasa sungguh telah mewabah dalam diriku. Buktinya, satu karyapun akhir-akhir ini tak mampu kutorehkan, bahkan sebait puisi hanya mampu kutuntaskan dalam pahamanku. Realitasnya nol besar.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Bagaimana bisa jawab menghampirimu, sementara engkau hanya duduk terdiam tak berani bertanya apalagi menjempuat jawab!” entah darimana datangnya suara ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“STOP! Siapa bilang aku hanya diam, tidakkah kau lihat lantai-lantai ini sampai bosan tergilas injakan kakiku? Tidakkah kau dengar ocehan tirai-tirai jendelaku yang kedinginan karena sedari tadi kubiarkan tertiup angin? Tidakkah… ? akh, sudahlah! Aku yakin kau tak bisa mengerti!”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Aku tak tahu, siapa yang tidak mengerti. Seandainya sedari tadi kau benar-benar ingin jalan keluar, niscaya akan kau dapatkan. Kau tidak perlu resah, bimbang, bingung dan mencaci maki diri sendiri. Awalnya kau sendiri yang coba bermain api, setelah terbakar mengapa kau tak mencoba memadamkannya dengan kejernihan pikiran. INGAT!!! Api tak mungkin bisa padam dengan api, kamu pasti tahu yang dapat memadamkan api adalah air. Ngerti nggak?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Aku tersentak, siapa gerangan yang berani menghardikku malam-malam begini! Aku mencoba tak peduli. Kurebahkan punggungku di atas sofa, kuseruput secangkir teh yang tinggal menyisakan dingin. Kutenangkan pikiran lewat lagu-lagu yang bersenandung dari &lt;i&gt;speaker&lt;/i&gt; komputer. Benar-benar malam tak bersahabat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 117pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Ass” aq tlah menemukn tlng rusukku! Dinda, dia ada dlm dirimu. Bagaimana mungkin kamu menghlangiku untuk menjmputnya?&lt;o:p _moz-userdefined=""&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pesan singkat ini mengangetkanku!081342002xxx nomor yang selalu menerorku. Harus kujawab apa? Lelaki ini tak menyisakan sedetikpun waktu untukku berpikir. Tidakkah dia tahu, malam ini dia telah menyiksaku. Kalau mungkin boleh aku katakan malam ini dia telah membunuhku, menjadikan jasadku mumi dalam peti mati. Meski begitu, aku tak bisa membencinya. Sengaja aku tak membalas pesan itu. Toh esok semuanya akan jelas. Aku menyayanginya, tetapi sekeping tulang rusuknya yang hilang tak pernah aku sembunyikan. Aku mencintainya, tetapi tak mungkin raga dan hatiku kuserahkan untuknya. Semua sudah terlambat! Andai kata-kata ini tak menyakitinya….akh!!!!&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Rena….” Lelaki itu memanggilku.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Aku menoleh ke arahnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Lupakan apapun ucapanku yang kemarin! Aku hanya bercanda… nggak mungkinlah orang sepertiku mengungkapkan cinta. Aku seorang aktivis kiri, apa kata dunia kalau mereka tahu aku mengungkapkan cinta pada seorang gadis sepertimu?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kutatap matanya, dia berusaha menunduk, pandangannya berpendar pada tumpukan tanah. Aku mencari celah kebenaran ucapannya lewat aura mukanya. Detik berikutnya, kutemukan dia berusaha membohongi kata hatinya. &lt;st1:place _moz-userdefined="" w:st="on"&gt;&lt;st1:city _moz-userdefined="" w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; hal lain yang terselip rapi dalam tatapannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Aku tersenyum, “Baru kali ini kekalahan jelas terlihat pada dirimu!Deny, masihkah engkau Deny yang dulu kukenal? Kawan tempatku berbagi dan membincang tentang negara impian kita. Tanpa penindasan, tanpa kemiskinan apalagi busung lapar. Dimana Ahmad Dinejad dan Chaves mewujud di dalamnya.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mengapa hari ini kau tak lebih dari seorang pecundang yang mengaku kalah sebelum menarik pedang dari sarungnya. Tidak… jangan bohongi kata hatimu!”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Revolusi beda dengan masalah cinta, Rena! Jangan paksa aku!”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Justru, revolusi tanpa cinta akan melahirkan manusia-manusia robot. Berbuat tanpa hati, berkata tanpa akal.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Lelaki itu terdiam.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sejenak ,”Rena, maafkan aku. Mungkin aku memang pecundang. Semalam aku telah menyakiti hati seorang gadis. Rara… gadis itu bernama Rara. Aku telah menganggapnya sebagai saudara. Aku berusaha menyayanginya karena aku prihatin dengan kebiasaannya mengepulkan asap rokok dengan minuman beralkohol. Kuikuti apa maunya selama ini, rasa sayangku padanya layaknya seorang kakak dengan adiknya. Tetapi ternyata semua perhatianku ditanggapi lain olehnya. Dia mengungkapkan sukanya padaku dan mengancam akan berbuat nekat jika aku tak menerimanya. Ren, apa yang harus aku lakukan. Aku sebenarnya tak mencintai dia!”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Aku menarik nafas dalam-dalam, ternyata pendar duka itu yang membuatnya bingung. “Maafkan aku… aku tak bisa lakukan apa-apa untukmu. Sebenarnya sudah lama aku mengetahui hal itu, tapi sengaja tak kuungkapkan padamu. Aku takut kau tersinggung dan marah!”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Rena, aku sayang padamu….”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Aku juga, Den.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Maukah kamu menjadi pendamping hidupku.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Biarkanlah waktu yang akan menjawabnya, aku berharap kau tetap menemaninya, membimbingnya dan jemput dia kelak saat kau telah siap untuk itu, Den!”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;“Aku tak percaya pada waktu, aku tak ingin menunggu jawaban waktu!”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Aku bingung harus menjawab apa? Lagi-lagi aku hanya bisa menarik nafas dalam-dalam.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Rena, kenapa kau tak menjawabku? Bukankah kau menjanjikanku hari ini?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Aku menatapnya, benarkah dia mengharapkan jawaban ini? Ataukah semua hanya skenarionya untuk mengerjaiku! Dengan nada yang berat, kutarik nafas dalam-dalam lantas kulafazkan basmalah!&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Aku tak bisa, Den………”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-6803987208721295678?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/6803987208721295678/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=6803987208721295678&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/6803987208721295678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/6803987208721295678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2009/09/pendar-rindu-rena.html' title='Pendar Rindu Rena'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-116554889899014551</id><published>2006-12-07T19:25:00.000-08:00</published><updated>2006-12-07T19:34:59.116-08:00</updated><title type='text'>Terbunuh Imaji (sebuah puisi)</title><content type='html'>dalam mimpi ketemukan duniaku&lt;br /&gt;penuh warna dan canda&lt;br /&gt;kudirikan rumah di tepi pantai&lt;br /&gt;dipagari ombak beratap langit langit biru&lt;br /&gt;kupanggil sahabat-sahabat jiwa&lt;br /&gt;mendendangkan lagu hati&lt;br /&gt;bermelodi angin sepoi&lt;br /&gt;bertabuh genderang gelombang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada yang mengusik mimpiku&lt;br /&gt;bahkan mereka berlomba&lt;br /&gt;menghiasinya dengan latar mega merah dan siulan camar&lt;br /&gt;kurasakan mimpiku benar-benar nyata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jilatan air membasahi ujung jemariku&lt;br /&gt;tetapi aku terus melangkah&lt;br /&gt;hingga tubuhku tertelan gelombang&lt;br /&gt;aku tenggelam, dadaku sesak&lt;br /&gt;oksigen tak berani menyelamatkanku&lt;br /&gt;aku hamper mati&lt;br /&gt;tenagaku tinggal sepenggal&lt;br /&gt;rumah impianku lenyap&lt;br /&gt;gemuruh ombak semakin keras&lt;br /&gt;langit mendung, aku kini telah mati&lt;br /&gt;dalam mimpi yang kucipta sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makassar, senin(27 Nov 2006)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-116554889899014551?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/116554889899014551/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=116554889899014551&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/116554889899014551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/116554889899014551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/12/terbunuh-imaji-sebuah-puisi.html' title='Terbunuh Imaji (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-116554828235314280</id><published>2006-12-07T19:22:00.000-08:00</published><updated>2006-12-07T19:24:42.463-08:00</updated><title type='text'>sosok dalam imaji (sebuah puisi)</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/7669/1333/1600/465383/b.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/7669/1333/200/702063/b.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;memandangmu dalam kebisuan&lt;br /&gt;terkisah cerita dari redupnya tatapan&lt;br /&gt;tentang satu sosok&lt;br /&gt;yang pernah berteduh di sana&lt;br /&gt;melakonkan teater kebengisan&lt;br /&gt;merobek-robek kornea matamu&lt;br /&gt;hingga tak mampu lagi menembus bias sinar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mencandaimu lewat tulisan&lt;br /&gt;kudapati lelucon bidadari mungil&lt;br /&gt;bergaun doraemon dengan kantung ajaibnya&lt;br /&gt;darinya kau kabulkan apa saja&lt;br /&gt;yang kuminta&lt;br /&gt;meski kuingin terbang kelangit ketujuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memikirkanmu dalam doa&lt;br /&gt;ruang kosong akalku &lt;br /&gt;tak mampu kau isi&lt;br /&gt;bukan dengan sosokmu&lt;br /&gt;bukan dengan senyummu&lt;br /&gt;aku tak mampu memanggilmu&lt;br /&gt;bersama bermain ayunan&lt;br /&gt;lewat neuron-neuron otakku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku hanya bias menatap&lt;br /&gt;tapi tak kujangkau&lt;br /&gt;aku hanya bias rangkai cerita&lt;br /&gt;dan menghidupkanmu di sana&lt;br /&gt;karena kutemukan duniamu di situ&lt;br /&gt;karena engkau mungkin tak ada&lt;br /&gt;dan tak bias menjelma dalam duniaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makassar, rabu (6 Desember 2006)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-116554828235314280?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/116554828235314280/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=116554828235314280&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/116554828235314280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/116554828235314280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/12/sosok-dalam-imaji-sebuah-puisi.html' title='sosok dalam imaji (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-116554746721120812</id><published>2006-12-07T19:00:00.000-08:00</published><updated>2006-12-07T19:11:07.590-08:00</updated><title type='text'>Revolusi Sebutir Debu (sebuah puisi)</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/7669/1333/1600/381509/untitled.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/7669/1333/200/620281/untitled.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beruntunglah engkau dicipta dalam gejolak&lt;br /&gt;Disaat api tak hanya membara dalam sekam&lt;br /&gt;Dan pecahan beling&lt;br /&gt;Tak hanya menusuk satu orang&lt;br /&gt;Beruntunglah engkau dapat&lt;br /&gt;Merasakan indahnya sebuah fitnah&lt;br /&gt;Saat kebenaran berjalan menjahui logika&lt;br /&gt;Dan sugesti menjelma belati&lt;br /&gt;yang siap menerjang dadamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beruntunglah engaku masih tegar&lt;br /&gt;oleh sebuah senyum&lt;br /&gt;disaat orang-orang di sekelilingmu&lt;br /&gt;bermain dadu dan kartu ramalan&lt;br /&gt;menaruh idealisme di telapak kaki&lt;br /&gt;ambisi di atas kepala&lt;br /&gt;saat berontak berbalas jeruji&lt;br /&gt;beruntunglah, engkau masih teriak "tidak"&lt;br /&gt;di antara letupan senjata &lt;br /&gt;sederetan manusia berseragam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meski revolusi sudah tak bermakna&lt;br /&gt;tak lebih dari tarian anarkis&lt;br /&gt;dan nyanyian antagonis&lt;br /&gt;setidaknya kita pernah duduk bersama&lt;br /&gt;bercerita tentang revolusi&lt;br /&gt;saat pandanganmu menangkap&lt;br /&gt;butir-butir debu&lt;br /&gt;yang menempel pada sederetan meja&lt;br /&gt;tempat pendahulu kita bercengkrama&lt;br /&gt;yang konon kabarnya mencetuskan misi revolusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beruntunglah revolusi diterjang badai&lt;br /&gt;menyisakan butir-butir debu di pundakmu&lt;br /&gt;setidaknya aku masih bisa&lt;br /&gt;menghapusnya dengan telapak tanganku tanpa kau minta&lt;br /&gt;karena aku begitu mencintaimu&lt;br /&gt;sebagai pemimpin revolusiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;engkau menamainya revolusi sebutir debu&lt;br /&gt;yang kau cipta dari bentukan telapak tangan&lt;br /&gt;saat engaku mengetukkannya&lt;br /&gt;karena resah dihantam realitas&lt;br /&gt;iya... ini adalah revolusi sebutir debu&lt;br /&gt;revolusi yang tak butuh rupiah&lt;br /&gt;tak butuh pengakuan dan retorika&lt;br /&gt;melainkan hanya ingin&lt;br /&gt;kumpulan titik-titik debu menjelma sahara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makassar, selasa(5 Desember 2006)&lt;br /&gt;buat : pak presiden BEM UNM...........tetap semangat!!!aku berharap engaku bisa membaca puisiku ini secepatnya. oh ya...tubuh emang bisa dipenjara kawan but pikiran TIDAK!!!!!!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-116554746721120812?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/116554746721120812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=116554746721120812&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/116554746721120812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/116554746721120812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/12/revolusi-sebutir-debu-sebuah-puisi.html' title='Revolusi Sebutir Debu (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-116264982904344613</id><published>2006-11-04T06:15:00.000-08:00</published><updated>2006-11-04T06:17:09.686-08:00</updated><title type='text'>Belajar Dari Cerita Pohon (my dream)</title><content type='html'>"Hati adalah rahasia keindahan manusia karena di dalamnya ada keberkahan, ada perhiasan dan ada ketenangan bagi jiwa. keberkahan tumbuh dari akhlak yang mulia. perhiasan muncul dari pemikiran yang cantik sedang ketenangan muncul dari kepercayaan dan keyakinan. Dan tidak ada kecantikan bagi jiwa manusia, kecuali akhlak, pemikiran, dan keutamaan kepercayaan." (Musthafa Shadiq Ar-Rafi'ie)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon selalu punya dua cerita &lt;br /&gt;yaitu cerita daun dan cerita kulit&lt;br /&gt;coba kamu perhatikan, daunan senantiasa melakonkan ritme kehidupan dimana setiap hari puluhan dari mereka akan gugur dan berganti tunas baru. Demikian halnya dengan cerita tentang kulit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal kehadirannya, dia begitu halus, lunak dan segar. tetapi lama-kelamaan usia mengantarkannya pada batas, dimana dia harus berhenti berkembang dan akhirnya mengelupas dari pohonnya. Jika daun dan kulit sudah masanya pergi! Maka apalagi yang tersisa dari cerita sebuah pohon, selain asap bekas bakarannya atau kenangan akan sebuah pohon yang memberikan buah yang manis bagi para musafir. Tetapi bisa juga menyisakan kekesalan bagi pemiliknya, karena ternyata pohon tersebut menyembunyikan banyak benalu. meski sepintas, terlihat rindang dan hijau namun membinasakan pohon-pohon yang tumbuh disekitarnya. Dalam posisi yang demikian, cerita sebuah pohon akan menjadi kosong, padahal semestinya kepergiannya menyisakan romansa indah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana dengan manusia? kayaknya cerita pohon ini dapat menjadi satu perumpamaan yang baik bagi manusia yang terlalu memuja keindahan fisiknya dan lupa pada keindahan rohaninya. padahal keindahan fisik (empiris) itu gak kekalkan? Lihat saja wajah yang dulunya halus, mulus karena setiap hari dirawat dengan berbagai produk kosmetik, toh akhirnya tidak bisa lari dari "keriput" kecuali jika pemiliknya mati muda. Artinya bagaimana pun manusia berusaha lari dari kejaran waktu, usia pasti akan membawa kita pada sebuah kenyataan dimana kita akan mendapati sosok kita "tua, reot, renta, keripu, dll". Lalu bagaimana dengan keindahan non fisik (rasional)? mampukah waktu merubahnya? Jawabanya pasti "iya"waktu juga akan mengubahnya. Tetapi tidak akan sama dengan perubahan yang di alami oleh keindahan empiris. Waktu akan mengantarkan keindahan rasional pada sebuah kematangan diri! Salah satu buktinya, "kesabaran, kelembutan, kecerdasan, dan kualitas keimanan" yang merupakan manifestasi dari keindahan rasional. menurut kamu akan terkikis seiring perjalanan waktu? nggak kan! Malah waktulah yang mebukakan ruang baginya untuk berproses dan berbenah diri menuju pribadi yang matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salahkah manusia yang memiliki wujud keindahan empiris? Padahal itu juga merupakan anugerah dari Tuhan! Jawabannya pasti nggak juga kan! Tetapi meski itu juga adalah anugerah dari Tuhan, terkadang anugerah inilah yang menjauhkan manusia pada DIA sebagai sumber segala keindahan. Karena kesibukannya mengurus diri sendiri. Padahal keindahan empiris, sebenarnya adalah ujian dari-Nya sekaligus anugerah yang harus disambut dengan lafaz syukur yang terintegrasikan dalam perbuatan. Memiliki keindahan empiris bukanlah kesalahan dan alangkah baiknya jika keindahan ini dipadukan dengan keindahan rasional. Atau setidaknya kita belajar mencari jalan ke sana. Ingat ya... jika manusia mati, dia hanya akan meninggalkan "nama" serta kenangan yang menyertainya. Harum, tidaknya "nama" tiu tergantung pada perilaku si pemilik nama, semasa hidupnya!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pondok Biru, Kamis, 26 Oktober 2006 (23:55)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-116264982904344613?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/116264982904344613/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=116264982904344613&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/116264982904344613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/116264982904344613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/11/belajar-dari-cerita-pohon-my-dream.html' title='Belajar Dari Cerita Pohon (my dream)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-116264769002080461</id><published>2006-11-04T05:23:00.000-08:00</published><updated>2006-11-04T05:41:30.983-08:00</updated><title type='text'>BERSAHABAT DENGAN CINTA (my dream)</title><content type='html'>love is short&lt;br /&gt;forgetting is long&lt;br /&gt;and understanding is longer still&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta memang sulit untuk dipahami, anehnya kenapa bisa begitu banyak yang terinspirasi dari kata CINTA tanpa mau tahu apa defenisi CINTA. namun semakin orang memenjarakan CINTA dalam sangkar defenisi, maka semakin pula bertambah kebingungannya tentang apa sebenarnya CINTA itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang kita merasa telah mencintai sesuatu dan berhasrat memilikinya. Padahal, lama-kelamaan waktu akhirnya menjelaskan bahwa itu sebenarnya bukan CINTA, melainkan hanyalah sebuah keserakahan nafsu manusia yang coba mengatasnamakan CINTA. Terkadang pula kita merasa sangat benci pada sesuatu itu, bahkan kita berusaha menjahuinya. Tetapi lambat laun ketika ia benar-benar pergi menjahui kita. Hadirlah rasa kehilangan, rindu dan berbagai hal yang membuat hati kita ingin sekali memanggilnya kembali, dan.... mereka menyebut itu CINTA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta itu aneh ya…..? tetapi dibalik keanehannya, terpendam berjuta keindahan bagi manusia yang benar-benar memposisikan CINTA sebagai sahabat hidupnya. Mungkin ada benarnya bahwa CINTA itu bukan untuk dimiliki. Dia hanya bertugas untuk menemani kita dan menjadikannya tempat berkeluh kesah, sebab istana yang paling CINTA sukai adalah hati. Dan inilah organ yang paling sensitif dan melankolik yang dimiliki manusia yang seringkali menantikan penyejuk yang bernama CINTA. Dan kesejukan itu tidak akan mungkin hadir jika CINTA, kita tempatkan pada kotak kaca dan berusaha kita miliki sendiri! Mengapa? Karena CINTA tak suka pada istana hati yang egois.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba saja engkau paksakan CINTA jadi milikmu sendiri! Pasti engkau akan merasakan sakit yang luaar biasa. Tak jarang loh! Sumpah serapah ditujukan pada CINTA, tetapi tak jarang pula banyak orang memuja CINTA, sekali lagi mengapa? Manusia marah pada CINTA karena mereka kecewa dan sakit hati sebab CINTA yang ia puja, juga ada pada manusia yang lain. Mereka enggan berbagi, padahal CINTA itu dapat hadir dan ditemukan kapan dan dimana saja. Wajarkan? Jika setiap manusia berhak bersahabat dengan CINTA, dan mereka memuja CINTA karena dengan berkenalan dengannya sebagian manusia belajar untuk hidup bersama. CINTA mengajarkan mereka makna ketulusan dan CINTA pulalah yang mengajak mereka untuk meleburkan ego individu menjadi ego semesta. Jika sudah begini CINTA akan tersenyum, karena dia berada pada istana hati manusia yang mengerti akan dirinya. Kerinduan serta kedamaian akan benar-benar terwujud karena CINTA berada diantara mereka. Sehingga prasangka, sekat-sekat hati dan kecemburuan akan terbang bersama angin keangkuhan. Cinta itu indahkan…? So… jadikanlah CINTA sebagai sahabat hatimu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Art 02/ pondok biru(kamis,26 okto’06 pukul 23;05))&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-116264769002080461?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/116264769002080461/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=116264769002080461&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/116264769002080461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/116264769002080461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/11/bersahabat-dengan-cinta-my-dream.html' title='BERSAHABAT DENGAN CINTA (my dream)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-116231758082494617</id><published>2006-10-31T09:41:00.000-08:00</published><updated>2006-10-31T09:59:41.916-08:00</updated><title type='text'>Spektrum Hitam Putih (sebuah puisi)</title><content type='html'>jarak itu semakin membentang&lt;br /&gt;melewati batas pandangku&lt;br /&gt;warna yang dulu menghiasi jalan kita&lt;br /&gt;terperangkap dalam spektrum hitam-putih&lt;br /&gt;tak ada gemerlap&lt;br /&gt;yang mestinya kita tatap bersama&lt;br /&gt;sebab kabut hitam menyembunyikan gemintang&lt;br /&gt;padahal cahanya itu selalu menyilau &lt;br /&gt;kala duka, menyapa kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepotong bulan pun enggan tersenyum&lt;br /&gt;lantaran mendung memperebutkannya&lt;br /&gt;dengan langit cerah kita&lt;br /&gt;padahal dulu, saat kelam&lt;br /&gt;tawa kita tetap berpadu&lt;br /&gt;dengan setitik cahaya&lt;br /&gt;yang kita cari bersama&lt;br /&gt;kelakar begitu mudah tercipta&lt;br /&gt;lantaran banyaknya cerita cinta&lt;br /&gt;perjalanan Karl Marx, Descartes, Lenin, &lt;br /&gt;Imam Khomeni, Ali syariati, Aris toteles, Plato bahkan Tommy&amp;Jerry&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku semakin tertatih&lt;br /&gt;jika harus menepaki jalan berjarak&lt;br /&gt;sebab dayaku tak mampu mengikuti&lt;br /&gt;lantaran kita terlanjur&lt;br /&gt;memasang pagar beton&lt;br /&gt;bersemat kawat berduri&lt;br /&gt;berlapis ego dan kesombongan&lt;br /&gt;padahal jarak itu tak semestinya ada&lt;br /&gt;karena atap kita berpintu satu&lt;br /&gt;meski ada merah, orange, hijau dan biru&lt;br /&gt;yang memainkan melodi di dalamnya&lt;br /&gt;karena dulu kita sama berikrar&lt;br /&gt;untuk berlari di atas pelangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini jalanku semakin berjarak&lt;br /&gt;oleh spektrum hitam-putih&lt;br /&gt;mengabaikan warna-warni&lt;br /&gt;bias kromatografi kertas&lt;br /&gt;tak ada lengkungan pelangi!&lt;br /&gt;tak ada lingkaran CINTA!&lt;br /&gt;pautan tangan, tinggal sekedarnya!&lt;br /&gt;ciuman sayang, menjadi langkah!&lt;br /&gt;ucapan salam, menyisakan ritual belaka!&lt;br /&gt;bertanya kabar, apa lagi!&lt;br /&gt;kita telah terjatuh&lt;br /&gt;dalam kubangan HITAM-PUTIH&lt;br /&gt;yang tak semestinya ada&lt;br /&gt;dan saling menghukumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pondok biru, selasa (12 September 2006)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-116231758082494617?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/116231758082494617/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=116231758082494617&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/116231758082494617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/116231758082494617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/10/spektrum-hitam-putih-sebuah-puisi.html' title='Spektrum Hitam Putih (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-116231631186636022</id><published>2006-10-31T09:11:00.000-08:00</published><updated>2006-10-31T09:38:34.566-08:00</updated><title type='text'>Goresan Kecil Buat Penyairku (sebuah puisi)</title><content type='html'>karena kau inspirasiku&lt;br /&gt;kulukis wajahmu dengan penaku&lt;br /&gt;kucandai dirimu dalam imajiku&lt;br /&gt;kusapa dikau di beranda puisiku&lt;br /&gt;berharap kau hadir lewat tarian jemarimu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena kau yang mengajariku menghargai hidup&lt;br /&gt;kuminta satu kehidupan darimu&lt;br /&gt;dalam kelembutan bahasa&lt;br /&gt;yang tercitra oleh karyamu&lt;br /&gt;berharap desiran ombak&lt;br /&gt;menghantarkan perahu untukku, menujumu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena kau yang pertama mengetuk qalbuku&lt;br /&gt;dengan nyanyian CINTA gubahan rasa&lt;br /&gt;kau lukis aku bagai pagi&lt;br /&gt;tatkala angin seperti mati&lt;br /&gt;kau isyaratkan keteguhan hati&lt;br /&gt;berharap DIA, satukan mimpi dalam jiwa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena kau penggerak penaku&lt;br /&gt;kupinta, tolonglah jemariku yang kini kaku&lt;br /&gt;lewat sentuhan puisimu&lt;br /&gt;tentang romansa hidup&lt;br /&gt;berharap buah tanganmu &lt;br /&gt;sekali lagi dapat kubaca&lt;br /&gt;setiap gundah menghantui!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena kau menghargai kodratku&lt;br /&gt;yang sering dilecehkan oleh kaummu&lt;br /&gt;dan kau tempatkan aku bak teratai putih&lt;br /&gt;kusimpan namamu dalam satu ruang hatiku&lt;br /&gt;berharap malam tak kelamkan kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pondok biru, sabtu (28 oktober 2006)pukul 23:14 WITA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;buat _MH_.......tak selamanya kelam menyembunyikan bencana&lt;br /&gt;                karena dalam kelam begitu banyak rahasia yang harus&lt;br /&gt;                dipecahkan. ga usah takut...kk ga sendiri!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-116231631186636022?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/116231631186636022/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=116231631186636022&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/116231631186636022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/116231631186636022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/10/goresan-kecil-buat-penyairku-sebuah.html' title='Goresan Kecil Buat Penyairku (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-116231455108230688</id><published>2006-10-31T09:02:00.000-08:00</published><updated>2006-10-31T09:09:18.820-08:00</updated><title type='text'>camar dan mega merah (sebuah puisi)</title><content type='html'>senja, kala menatap senda camar&lt;br /&gt;diantara mega merah&lt;br /&gt;saling berkelebat, memamerkan sayap&lt;br /&gt;dalam perjalanan ke barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;layaknya sekawanan manusia&lt;br /&gt;yang dikalungi kebebasan&lt;br /&gt;tanpa beban, berputar menukik&lt;br /&gt;hinggap sebentar, melepas lelah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diantara lengkingan adzan&lt;br /&gt;dan sepoi angin senja&lt;br /&gt;satu-persatu berkejaran berbagi tawa&lt;br /&gt;menikmati sapuan awan putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perlahan, mega merah mengabur&lt;br /&gt;sekawanan camar pun hilang&lt;br /&gt;entah kemana perginya&lt;br /&gt;ataukah malam, mungkin menyembuyikannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pomdok biru, jum'at (27 oktober 2006)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-116231455108230688?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/116231455108230688/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=116231455108230688&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/116231455108230688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/116231455108230688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/10/camar-dan-mega-merah-sebuah-puisi.html' title='camar dan mega merah (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-116231412444047186</id><published>2006-10-31T08:44:00.000-08:00</published><updated>2006-10-31T09:02:05.293-08:00</updated><title type='text'>Hidup Sebatang Lilin (sebuah puisi)</title><content type='html'>dia pernah berkisah&lt;br /&gt;ingin hidup layaknya sebatang lilin&lt;br /&gt;lebur menerjang gelap&lt;br /&gt;memberi sinar pada kedalaman pandang&lt;br /&gt;sampai akupun marah padanya&lt;br /&gt;dan memadamkan hasratnya &lt;br /&gt;mengejar mimpi hidup sebatang lilin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia bertanya padaku&lt;br /&gt;"bukankah hidup butuh pengorbanan?&lt;br /&gt;itukan yang kau ajarkan padaku?"&lt;br /&gt;meski aura murka itu masih ada&lt;br /&gt;dia tetap ingin menjadi sebatang lilin&lt;br /&gt;yang harus memendam senyum&lt;br /&gt;untuk keceriaan saudaranya&lt;br /&gt;bukankah lilin juga seperti itu?&lt;br /&gt;yang tak ingin terus menyala&lt;br /&gt;sementara yang lain merasa terpadamkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tak rela melihatnya&lt;br /&gt;menjadi sebatang lilin&lt;br /&gt;namun dia terus memaksaku&lt;br /&gt;"engkau melarangku menjadi sebatang lilin&lt;br /&gt;tetapi realitas memaksaku begitu&lt;br /&gt;sebagai konsekwensi kebersamaan hidup&lt;br /&gt;kadangkala ambisi pribadi harus diduakan&lt;br /&gt;untuk kesatuan kita&lt;br /&gt;dan persahabatan dibungkam&lt;br /&gt;agar yang lain tak merasa diabaikan!"&lt;br /&gt;bukankah lilin juga seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kukatakan padanya&lt;br /&gt;"justru itu yang tak kumau"&lt;br /&gt;lantas dia tersenyum padaku&lt;br /&gt;"aku sayang padamu&lt;br /&gt;yang melarangku menjadi sebatang lilin&lt;br /&gt;yang tak membiarkanku lebur dalam sunyi&lt;br /&gt;apa yang harus aku lakukan?&lt;br /&gt;aku terlanjur menjadi lelehan lilin&lt;br /&gt;yang luruh terbakar&lt;br /&gt;meski engkau ingin menolongku&lt;br /&gt;semua sudah terlambat&lt;br /&gt;lelehan itu akan menempel di tanganmu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sudahlah sobat!"&lt;br /&gt;aku tak ingin mendengar&lt;br /&gt;engkau juga ikut jatuh&lt;br /&gt;oleh lelehan sebatang lilin&lt;br /&gt;dari saudara kecilmu yang cengeng&lt;br /&gt;cukup aku yang menjadi sebatang lilin&lt;br /&gt;tak usah kau peduli&lt;br /&gt;atau ikut lebur bersamaku&lt;br /&gt;karena sebatang lilin&lt;br /&gt;sudah terbiasa hidup sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tak bisa mencegahnya&lt;br /&gt;perlahan kulihat titik api&lt;br /&gt;membakar kepalanya&lt;br /&gt;terus.... terus ke bawah&lt;br /&gt;hingga seluruh tubuhnya lebur&lt;br /&gt;SELAMAT MENJADI SEBATANG LILIN, KAWAN!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-116231412444047186?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/116231412444047186/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=116231412444047186&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/116231412444047186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/116231412444047186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/10/hidup-sebatang-lilin-sebuah-puisi.html' title='Hidup Sebatang Lilin (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-116231300700846572</id><published>2006-10-31T08:40:00.000-08:00</published><updated>2006-10-31T08:43:27.756-08:00</updated><title type='text'>Air Mataku Bukan Untuk Negeriku (sebuah puisi)</title><content type='html'>air mataku bukan untuk negeriku&lt;br /&gt;tetapi buat bapak si pedagang kerang&lt;br /&gt;yang berjalan tanpa alas kaki&lt;br /&gt;membiarkan telapaknya tertikam kerikil&lt;br /&gt;merelakan kulitnya tersengat mentari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku menangis untuk telapak kasarnya&lt;br /&gt;karena di sana penguasa negeriku&lt;br /&gt;pameran kilatan sepatu&lt;br /&gt;aku bersedih untuk pakaian usangnya&lt;br /&gt;karena dalam selimut kayu berukir&lt;br /&gt;tumpukan batik licin memberi makan rayap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku berduka untuk kerut wajahnya dan bau keringatnya&lt;br /&gt;karena dalam istana negeriku&lt;br /&gt;aroma farmum,saling bersilang&lt;br /&gt;perang merek sudah biasa&lt;br /&gt;berbagai kosmetik dilelang&lt;br /&gt;bau keringat jadi kasturi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;air mataku bukan untuk negeriku&lt;br /&gt;monster-monster berdasi telah menyihirnya&lt;br /&gt;menjadi sangkar nenek sihir dan burung gagak&lt;br /&gt;meski kini usianya beranjak menua&lt;br /&gt;negeriku juga semakin tergadai&lt;br /&gt;ia menjadi rebutan dalam bursa kuasa&lt;br /&gt;menjadikan pemimpinku layaknya boneka&lt;br /&gt;pajangan etalase kapitalis&lt;br /&gt;berbagai musibah yang melanda&lt;br /&gt;bukannya mengikutkan istiqfar&lt;br /&gt;tetapi menjanjikan lahan investasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;air mataku bukan untuk negeriku&lt;br /&gt;meski kutahu ia sekarang diuji&lt;br /&gt;sebab air mataku telah terkuras&lt;br /&gt;memandikan jenazah si miskin&lt;br /&gt;yang menggadai nyawanya di ranjang putih&lt;br /&gt;air mataku sudah mengering&lt;br /&gt;untuk saudaraku di Papua&lt;br /&gt;busung lapar di kerajaannya sendiri&lt;br /&gt;yang terisolasi karena hartanya dirampas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang titik-titik air mataku yang masih tersisa&lt;br /&gt;sekali lagi bukan untuk negeriku!&lt;br /&gt;tetapi akan kutampung&lt;br /&gt;untuk memberi minum adik-adik kecilku&lt;br /&gt;diperempatan jalan&lt;br /&gt;yang menggantungkan hidupnya&lt;br /&gt;pada tutup botol berkayu&lt;br /&gt;serta kantongan plastik bekas gorengan&lt;br /&gt;sebagiannya, akan kugunakan membersihkan&lt;br /&gt;tubuh saudaraku yang terguyur lumpur panas&lt;br /&gt;oleh mesin-mesin pemaksa alamku&lt;br /&gt;melahirkan semburan uang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada lagi yang tersisa&lt;br /&gt;untuk aku meratapi negeriku&lt;br /&gt;karena aku terlalu lama menunggu&lt;br /&gt;tetapi janji tak kunjung tiba&lt;br /&gt;di hari lahirmu ini&lt;br /&gt;ingin rasanya menciumi telapak nakhodanya&lt;br /&gt;tetapi aku kembali enggan&lt;br /&gt;karena telapaknya begitu halus dan kukunya licin&lt;br /&gt;sentara si bapak penjual kerang&lt;br /&gt;telapaknya mengelupas, kasar!kukunya hitam&lt;br /&gt;setiap hari berjalan puluhan kilo&lt;br /&gt;bersama gerobak dan seember kerang&lt;br /&gt;namun nuraniku berbisik&lt;br /&gt;ciumlah tetapak itu dan menangislah untuknya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pondok biru, kamis (17 Agustus 2006)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-116231300700846572?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/116231300700846572/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=116231300700846572&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/116231300700846572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/116231300700846572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/10/air-mataku-bukan-untuk-negeriku-sebuah.html' title='Air Mataku Bukan Untuk Negeriku (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-116231061379919585</id><published>2006-10-31T07:57:00.000-08:00</published><updated>2006-10-31T08:03:36.090-08:00</updated><title type='text'>Sepotong Besi (sebuah puisi)</title><content type='html'>sudah kuperingatkan!&lt;br /&gt;jangan kau seret besi itu&lt;br /&gt;dia akan menggores jalanku&lt;br /&gt;dan merusak pondasi istanaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi,lihat!apa yang kau cipta sekarang!&lt;br /&gt;semua jadi hancur berantakan&lt;br /&gt;menjalin suram&lt;br /&gt;tak ada rasa saling percaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepotong besi yang membantu kita&lt;br /&gt;melukis asap pada dapur tanah &lt;br /&gt;reot bersama gumpalan debu&lt;br /&gt;menyelimutinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;padahal, awalnya dia kawan kita&lt;br /&gt;dan dewa fortuna untukmu&lt;br /&gt;sebelum engkau datang menyeretnya&lt;br /&gt;dan memaksanya melukis pasir dengan karat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pondok biru, sabtu (14 oktober 2006)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-116231061379919585?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/116231061379919585/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=116231061379919585&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/116231061379919585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/116231061379919585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/10/sepotong-besi-sebuah-puisi.html' title='Sepotong Besi (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-116037027797328029</id><published>2006-10-08T21:57:00.000-07:00</published><updated>2006-10-08T22:04:37.973-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7669/1333/1600/Dsg1%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7669/1333/200/Dsg1%5B1%5D.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Muliakanlah keluargamu karena mereka adalah sayap untuk menerbangkanmu, tempat asal untuk kepulanganmu, dan tanganmu untuk mencapai keinginnmu (Ali Bin Abi Thalib)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan kamu sibukkan hatimu dengan kesedihan karena yang hilang darimu, sehingga kamu tidak sempat bersiap sedia untuk menerima yang datang padamu (Imam Ali)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-116037027797328029?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/116037027797328029/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=116037027797328029&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/116037027797328029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/116037027797328029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/10/muliakanlah-keluargamu-karena-mereka.html' title=''/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-116036978074931506</id><published>2006-10-08T21:46:00.000-07:00</published><updated>2006-10-08T21:56:20.750-07:00</updated><title type='text'>to you</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7669/1333/1600/Zainabasa%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7669/1333/200/Zainabasa%5B1%5D.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sahabat terbaik adalah sahabat yang senantiasa menjadi sayap buat kawannya ketika ia udah tak mampu untuk terbang. Perjuangan belum usai, perjuangan tak membutuhkan tepuk tangan... perjuangan akan ternilai jika diikuti dengan rasa ikhlas demi jihad!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-116036978074931506?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/116036978074931506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=116036978074931506&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/116036978074931506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/116036978074931506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/10/to-you.html' title='to you'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-115546499336990407</id><published>2006-08-13T03:16:00.000-07:00</published><updated>2006-08-13T03:29:53.380-07:00</updated><title type='text'>Sekedar Melempar Tanya</title><content type='html'>pernakah kau dengar gemuruh ombak&lt;br /&gt;yang datang menggulung&lt;br /&gt;menerkam dan menyapu apa saja yang dilaluinya?&lt;br /&gt;ia ganas, SERAKAH!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pernakah kau lihat lahar panas meleleh&lt;br /&gt;pada bibir manis julangan hijau?&lt;br /&gt;dan hujan debu tiba-tiba menyiram tubuhmu?&lt;br /&gt;itu mengerikan, MENAKUTKAN!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pernah pulakah kau merasakan terhimpit belahan tanah&lt;br /&gt;oleh lempeng dasar laut yang patah&lt;br /&gt;dan tektonik mengetuk jalan tempatmu berpijak&lt;br /&gt;serta rumah tempatmu berteduh&lt;br /&gt;itu sadis, KEJAM!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pernah pulakah kau melihat kobaran api&lt;br /&gt;menjilat dan memanggang tubuh saudaramu&lt;br /&gt;serta menghanguskan harta bendanya?&lt;br /&gt;itu adalah penderitaan yang sangat perih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan sekarang jawab yang ini, tapi jangan sekali bersuara!&lt;br /&gt;pernakah kau merasakan satu tragedi tentang narasi seorang sahabat&lt;br /&gt;yang coba mereduksi "rasa" atas nama persaudaraan&lt;br /&gt;sementara ikrar sudah terjalin&lt;br /&gt;bahwa persaudaraan akan abadi&lt;br /&gt;jika "suka" tak mengambil ruang di dalamnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SSssssttt... jangan berisik&lt;br /&gt;karena aku hanya sekedar bertanya&lt;br /&gt;bukankah itu sebuah PENGKHIANATAN!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danau UH, jumat,11 agustus 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-115546499336990407?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/115546499336990407/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=115546499336990407&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/115546499336990407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/115546499336990407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/08/sekedar-melempar-tanya.html' title='Sekedar Melempar Tanya'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-115546418621699273</id><published>2006-08-13T03:12:00.000-07:00</published><updated>2006-08-13T03:16:26.216-07:00</updated><title type='text'>Indah...Cantik</title><content type='html'>rindangnya pohon&lt;br /&gt;tak bisa gambarkan cerianya akar&lt;br /&gt;bisa saja banyak cacing dan belatung&lt;br /&gt;yang menggerogotinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rupawannya wajah&lt;br /&gt;juga bukan jaminan ketulusan hati&lt;br /&gt;bisa saja rupanya cantik&lt;br /&gt;tetapi hatinya busuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terbalutnya tubuh dengan gamis atau jubah&lt;br /&gt;tak bisa pastikan sucinya akhlak manusia&lt;br /&gt;meski itu penegas identitas&lt;br /&gt;bisa saja itu hanyalah kedok&lt;br /&gt;untuk kelabuhi manusia&lt;br /&gt;tapi tidak TUHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danau UH, 11 Agustus 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-115546418621699273?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/115546418621699273/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=115546418621699273&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/115546418621699273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/115546418621699273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/08/indahcantik.html' title='Indah...Cantik'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-115546395971960433</id><published>2006-08-13T03:08:00.000-07:00</published><updated>2006-08-13T03:12:39.720-07:00</updated><title type='text'>KENAPA?????????????(Sebuah Puisi)</title><content type='html'>Kenapa arang itu hitam?&lt;br /&gt;kenapa bukan putih,ungu,hijau ataukah biru!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenapa bukan matahari saja yang sapa malam?&lt;br /&gt;biar bulan dan bintang yang sambut pagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenapa begini? kenapa begitu?&lt;br /&gt;banyak hal yang mengundang tanya&lt;br /&gt;namun jawab tak mampu kujemput&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku bingung, pada sebuah pertanyaan&lt;br /&gt;aku takut pada semua jawaban&lt;br /&gt;sebab mereka berkata&lt;br /&gt;"tak semua yang kamu dengar itu benar"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danau UH, Jumat, 11 Agustus 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-115546395971960433?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/115546395971960433/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=115546395971960433&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/115546395971960433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/115546395971960433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/08/kenapasebuah-puisi.html' title='KENAPA?????????????(Sebuah Puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-115546368948222984</id><published>2006-08-13T03:02:00.000-07:00</published><updated>2006-08-13T03:08:09.483-07:00</updated><title type='text'>Pipit Hitam (sebuah Puisi)</title><content type='html'>seekor pipit berpijak&lt;br /&gt;pada ubin yang ditumbuhi ilalang&lt;br /&gt;mengais-ngais sisa kehidupan&lt;br /&gt;menelan remah-remah roti yang didapatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;entah apa yang dia cari&lt;br /&gt;sambil menelan rezkinya hari itu&lt;br /&gt;dia terus menoleh dan melompat&lt;br /&gt;berbisik riang pada batu dan rerumputan&lt;br /&gt;seakan ingin berbagi cerita&lt;br /&gt;hari ini dia bisa makan!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini dengar kicauannya&lt;br /&gt;sedikit remah roti membuatnya riang&lt;br /&gt;entah esok masihkah ada&lt;br /&gt;atau ini yang terakhir kalinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danau UH, Jumat, 11 Agustus 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-115546368948222984?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/115546368948222984/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=115546368948222984&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/115546368948222984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/115546368948222984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/08/pipit-hitam-sebuah-puisi.html' title='Pipit Hitam (sebuah Puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-115546331150680044</id><published>2006-08-13T02:51:00.000-07:00</published><updated>2006-08-13T03:01:51.516-07:00</updated><title type='text'>Narasi Gundah Seorang Kawan</title><content type='html'>jika yang terbaik &lt;br /&gt;adalah tidak mengenalnya&lt;br /&gt;mungkin itulah yang kulakukan!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika menyayanginya &lt;br /&gt;adalah sebuah kesalahan&lt;br /&gt;kutakkan pernah izinkan hatiku untuk itu!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika mempercayainya &lt;br /&gt;adalah sebuah kebodohan&lt;br /&gt;ku tak ingin lagi meletakkan tanganku dipundaknya&lt;br /&gt;dan berjalan bergandengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meski kuingin kasihnya &lt;br /&gt;terus bersamaku!!!tapi itu mustahil&lt;br /&gt;karena kutahu itu melenakannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku hanya mampu berjalan&lt;br /&gt;untuk menghindar darinya&lt;br /&gt;karena kutak ingin menyaksikan&lt;br /&gt;cerita lain hadir dipancaran wajahnya!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pondok biru,sabtu,13 agustus 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-115546331150680044?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/115546331150680044/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=115546331150680044&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/115546331150680044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/115546331150680044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/08/narasi-gundah-seorang-kawan.html' title='Narasi Gundah Seorang Kawan'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-115408664479805780</id><published>2006-07-28T04:31:00.000-07:00</published><updated>2006-07-28T04:37:24.800-07:00</updated><title type='text'>Aku dan Kenangan</title><content type='html'>aku berpijak pada tempat mimpi kutabur&lt;br /&gt;dan amanah terbahasakan&lt;br /&gt;tempat berpuluh sosok berusaha menjadi&lt;br /&gt;dan tempatku belajar tentang makna sebuah perjuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gedung tua ini terlalu banyak melukis kenangan&lt;br /&gt;dimana kita saling memberi dan memotivasi&lt;br /&gt;dikala resah melodi berbagi&lt;br /&gt;saling mengingatkan &lt;br /&gt;pada sebuah konvensi yang memangari istana hijau kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;detik ini, aku masih berdiri&lt;br /&gt;pada tempat kenangan kita&lt;br /&gt;menatap atap-atap yang memudar&lt;br /&gt;serta ubin putih yang retak&lt;br /&gt;untuk memunguti sisa-sisa perjuangan&lt;br /&gt;agar kelak dapat menjadi teman&lt;br /&gt;dalam kesendirianku&lt;br /&gt;yang setiap aku rindu, akan kurilis kembali&lt;br /&gt;pada kamar rekaman mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tepi danau UH, jumat/28 juli 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-115408664479805780?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/115408664479805780/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=115408664479805780&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/115408664479805780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/115408664479805780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/07/aku-dan-kenangan.html' title='Aku dan Kenangan'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-115408620279588644</id><published>2006-07-28T04:18:00.000-07:00</published><updated>2006-07-28T04:30:02.806-07:00</updated><title type='text'>Danau dan Mimpiku</title><content type='html'>menatap aliran danau yang hijau&lt;br /&gt;aku teringat pada ketengangan jiwa&lt;br /&gt;pada kelembutan langkah&lt;br /&gt;dan pada kepasrahan air oleh terpaan angin&lt;br /&gt;menatap gejolak syahdu&lt;br /&gt;aku dihimpit ragu&lt;br /&gt;benarkah danau seanggun yang kusangka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku sama sekali tak menyaksikan gejolak&lt;br /&gt;yang ada hanyalah barisan air&lt;br /&gt;laksana laskar patuh&lt;br /&gt;aku tak temukan pasang&lt;br /&gt;karena langkahnya begitu lurus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;coba seandainya ketenangan danau itu&lt;br /&gt;kuusik dengan sengenggam kerikil&lt;br /&gt;hanya dibalas dengan teriakan riak&lt;br /&gt;bukan gelombang mematikan&lt;br /&gt;dan riak tiu perlahan dimanjakan oleh waktu&lt;br /&gt;dan sekejab seolah tak terjadi apa-apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menatap pada permadani biru&lt;br /&gt;aku terbawa arus pusaran imaji&lt;br /&gt;tentang hidup bak aliran danau&lt;br /&gt;meski hidupku tak layak disandingkan dengannya&lt;br /&gt;namun setidaknya kuingin belajar pada ketenangan danau&lt;br /&gt;dimana usikan-usikan manusia&lt;br /&gt;tidak menjadi penentu langkahku&lt;br /&gt;penyebab kesendirianku&lt;br /&gt;dan penyulut bara egoku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tepi danau UH, jumat/ 28 juli 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-115408620279588644?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/115408620279588644/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=115408620279588644&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/115408620279588644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/115408620279588644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/07/danau-dan-mimpiku.html' title='Danau dan Mimpiku'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-115383251057146617</id><published>2006-07-25T05:57:00.000-07:00</published><updated>2006-07-25T06:01:50.573-07:00</updated><title type='text'>Ukhtiku Sayang (sebuah puisi)</title><content type='html'>Saban hari kian berganti&lt;br /&gt;Demikian halnya&lt;br /&gt;Dengan ranting-ranting pohon yang semakin menua&lt;br /&gt;Masihkah engkau ukhtiku yang dulu?&lt;br /&gt;Yang menyulam harapnya dengan indah&lt;br /&gt;Menanti cemasnya di beranda Cinta&lt;br /&gt;Menata akhlaknya di tengah rimbunan mawar putih&lt;br /&gt;Meniti citanya di atas jembatan emas&lt;br /&gt;Dan menyatukan akalnya dalam air mata hikma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah, mengapa ukhtiku sayang&lt;br /&gt;Saat kutatap guguran daun menguning&lt;br /&gt;Oleh angin sepoi senja&lt;br /&gt;Aku tiba-tiba mengingatmu&lt;br /&gt;Saat kita sama-sama berjuang&lt;br /&gt;Menyuarakan kehendak kaum kita&lt;br /&gt;Saat kita sama-sama berteriak lantang&lt;br /&gt;Dengan pembesar suara, satu-satunya milik kita&lt;br /&gt;Dan saat kita sama-sama saling menopang&lt;br /&gt;Demi secuil senyum generasi kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhtiku sayang&lt;br /&gt;Bisikan angin itu menghantarkan rindu&lt;br /&gt;Walau dulu sempat kuberpikir&lt;br /&gt;Apakah aku benar-benar sayang padamu?&lt;br /&gt;Lantaran hadirnya sebuah kisah&lt;br /&gt;Yang tak pernah kusangka didongengkan oleh putri suci sepertimu&lt;br /&gt;Tetapi manusia bisa khilafkan?&lt;br /&gt;Bisikku lagi menepis ketidakpercayaanku&lt;br /&gt;Dan itulah kelemahan kaum kita&lt;br /&gt;Yang terkadang terlalu diperbudak ‘rasa’&lt;br /&gt;Sehingga sulit dibedakan&lt;br /&gt;Antara memberi dan menerima&lt;br /&gt;Antara CINTA dan suka&lt;br /&gt;Ataukah antara sahabat dan kekasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau begitu&lt;br /&gt;Aku berusaha sayang padamu&lt;br /&gt;Sebab kutahu di balik semua itu&lt;br /&gt;Kita berdua menata asa&lt;br /&gt;Untuk saling memahami dan berbagi&lt;br /&gt;Sehingga gerbang maaf harus kita buka&lt;br /&gt;Aku tak tega benci padamu&lt;br /&gt;Walau saat itu ada sebilah sembilu yang menancap tajam&lt;br /&gt;Karena kudengar kabar bintang&lt;br /&gt;Bahwa puteri suciku, saat ini berusaha&lt;br /&gt;Menata dan memaknai diri&lt;br /&gt;Kusaluti kegigihanmu, saudariku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhtiku sayang&lt;br /&gt;Moga CINTA ini tak goyah lagi oleh cerita senja&lt;br /&gt;Sehingga aku benar-benar yakin engkaulah saudari terbaikku&lt;br /&gt;Karena sekali lagi aku sayang padamu&lt;br /&gt;Dan tak ingin melihat tubuhmu semakin miris&lt;br /&gt;Oleh tikaman perasaanmu sendiri&lt;br /&gt;Jangan dengar kata orang!&lt;br /&gt;Karena aku dan dia hanya merangkai persahabatan&lt;br /&gt;Tak ada yang lebih&lt;br /&gt;Tapi jika itu lagi-lagi menyulut mutiaramu tumpah&lt;br /&gt;Aku akan membendungnya&lt;br /&gt;Dengan gurauan-gurauanku, hingga mendung tersapu mentari&lt;br /&gt;Aku akan selalu di sisimu, meskipun harus mengabaikan dia&lt;br /&gt;Bukankah kita hidup untuk saling berbagi&lt;br /&gt;Baik itu suka, maupun duka&lt;br /&gt;Jangan pendam laramu sendiri, sebab aku ada disini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uhktiku sayang&lt;br /&gt;Tolong dengarkan lantunanku&lt;br /&gt;Masihkah engkau seperti yang dulu?&lt;br /&gt;Ataukah jati diri itu telah kau temukan?&lt;br /&gt;Mungkin saat kita berjumpa lagi &lt;br /&gt;Kuingin melihatmu lain dan lebih dari yang dulu&lt;br /&gt;Uktiku&lt;br /&gt;Selamat malam ya!&lt;br /&gt;Saat ini udara terlalu dingin&lt;br /&gt;Untuk aku berlama-lama&lt;br /&gt;Menatap rembulan dibalik jendela&lt;br /&gt;Dengarkan aku, sebelum matamu terpejam&lt;br /&gt;Jika kelak ‘rasa’ yang membuat dulu kita sempat, jauh hadir lagi&lt;br /&gt;Jemputlah ia, bak setetes air yang jatuh di telapak tanganmu&lt;br /&gt;Tapi jangan coba kau perangkap ia dalam genggaman&lt;br /&gt;Sebab air itu pasti akan merembes kesela-sela jarimu&lt;br /&gt;Biarkan telapak tanganmu tetap terbuka&lt;br /&gt;Agar ‘rasa’ itu tidak pergi kemana-mana &lt;br /&gt;Bukankah CINTA bukan untuk dimiliki?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhtiku sayang&lt;br /&gt;Mungkin aku hanya mampu mengarang kisah dalam imajiku&lt;br /&gt;Karena guguran daun ternyata berganti tunas baru&lt;br /&gt;Banyangmu lagi-lagi hadir&lt;br /&gt;Bahwa tak mungkin kisah kelam akan terluang lagi&lt;br /&gt;Karena hingga sekarang aku masih yakin&lt;br /&gt;Engkaulah ukhtiku yang tersayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(pondok biru, kamis/ 6 Juli 2006)&lt;br /&gt;Buat @####??? afwan ya..jika apa yang kulakukan selama ini membuatmu terluka. aku sayang padamu ukhti so jangan paksa aku untuk menebis rasa sayang itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-115383251057146617?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/115383251057146617/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=115383251057146617&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/115383251057146617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/115383251057146617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/07/ukhtiku-sayang-sebuah-puisi.html' title='Ukhtiku Sayang (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-115383217235212733</id><published>2006-07-25T05:52:00.000-07:00</published><updated>2006-07-25T05:56:12.370-07:00</updated><title type='text'>Cerita Untuk Sahabat (Sebuah Puisi)</title><content type='html'>Sahabatku….&lt;br /&gt;Jalan kini penuh lumpur&lt;br /&gt;Dan senja itu kabut muram&lt;br /&gt;Pandanganku tak dapat menembusnya&lt;br /&gt;Hingga terjatuh di jalan berlubang&lt;br /&gt;Mungkin inilah pilihan yang terbaik untukku&lt;br /&gt;Sebab tak mungkin kutembusi aral&lt;br /&gt;Yang menantiku dipenghujung jalan&lt;br /&gt;Dan tak mampu kusapu kabut&lt;br /&gt;Yang berkompromi bersama malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku….&lt;br /&gt;Aku tahu, kabar ini pasti menoreh luka&lt;br /&gt;Bukan hanya untukmu tapi juga untukku&lt;br /&gt;Kita sama-sama terluka&lt;br /&gt;Namun demikian rangkullah&lt;br /&gt;Kebesaran hati untuk menemani kita&lt;br /&gt;Panggillah mentari pagi&lt;br /&gt;Menerangi hati bersama&lt;br /&gt;Agar luka menjadi suka yang tersirat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku….&lt;br /&gt;Engkau masih percayakan?&lt;br /&gt;Tentang kisah kebesaran hati&lt;br /&gt;Dan engkau juga dulu pernah berkata&lt;br /&gt;Bahwa hidup ini adalah arena perjuangan&lt;br /&gt;Hidup ini selalu mengikutkan pilihan&lt;br /&gt;Sekarang DIA menyusun satu skenario indah&lt;br /&gt;Untuk mengijabah ucapanmu&lt;br /&gt;Dimana pelakonnya adalah aku dan kamu&lt;br /&gt;Persahabatan kita sekarang diuji&lt;br /&gt;Dengan sebuah peristiwa&lt;br /&gt;Yang menuntutmu adil&lt;br /&gt;Namun aku tetap percaya&lt;br /&gt;Persahabatan takkan kau jadikan taruhan&lt;br /&gt;Sebab jika itu terjadi&lt;br /&gt;Persahabatan tak lebih dari sebuah arena perjudian&lt;br /&gt;Yang selalu menuntut sang pemenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Pondok Biru, kamis/ 13 Juli 2006)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-115383217235212733?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/115383217235212733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=115383217235212733&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/115383217235212733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/115383217235212733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/07/cerita-untuk-sahabat-sebuah-puisi.html' title='Cerita Untuk Sahabat (Sebuah Puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-114913393124947070</id><published>2006-05-31T20:35:00.000-07:00</published><updated>2006-05-31T20:52:11.263-07:00</updated><title type='text'>Amnesia  (sebuah puisi)</title><content type='html'>Setelah sekian lama, sudah saatnya kini&lt;br /&gt;coba kususun lagi kata demi kata yang dulu terlupa&lt;br /&gt;dengan jari yang mulai kaku&lt;br /&gt;dan sedikit harap yang baru kukumpulkan&lt;br /&gt;entah... apa yang mesti kutulis&lt;br /&gt;aku telah lupa segalanya&lt;br /&gt;pada temannku, pada kampungku, pada kawan kecilku&lt;br /&gt;bahkan pada diriku sendiri&lt;br /&gt;meski demikian aku juga belum berani&lt;br /&gt;berkata bahwa aku telah "amnesia"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, terdiam untuk beberapa saat&lt;br /&gt;mengamati dinding-dinding beku&lt;br /&gt;yang beriring menghampiriku&lt;br /&gt;sementara disekitarku musik-musik melankolik&lt;br /&gt;memenuhi gendang telingaku&lt;br /&gt;dan lamat-lamat kudengar dia memanggil&lt;br /&gt;lewat bantuan muadzin dibalik musallah kampus&lt;br /&gt;"apa yang mereka pikirkan sekarang?"&lt;br /&gt;"Benarkah membungkukkan diri menyentuh tanah adalah solusi terbaik?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku....??????????&lt;br /&gt;Tak mampu kubahasakan apa yang kumau&lt;br /&gt;terlalu banyak, mungkin sehingga ia mengabur dan mengendap&lt;br /&gt;ataukah aku harus membuat daftar apa mauku...dan bagaimana kuraih ia&lt;br /&gt;tak lupa pula kutulis seberapa besar peluang dan tantangannku&lt;br /&gt;tapi....Akh...semua itu sudah kulakukan dulu&lt;br /&gt;saat aku masih berseragam merah muda.&lt;br /&gt;aku tak ingin memngulangi lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sastra.......&lt;br /&gt;sia-sia kutanggung nama ini&lt;br /&gt;jika hanya untuk hidup kau harus tak lebih kumal&lt;br /&gt;dari pemulung sampah&lt;br /&gt;tak lebih tolol dari orang yang dikatakan gila&lt;br /&gt;Akhhhhhhhhh........aku lelah&lt;br /&gt;kapan aku berhenti berharap&lt;br /&gt;kapan aku berhenti teriak sementara setiap hari&lt;br /&gt;anak-anak jalanan tak mampu buat aku tenang&lt;br /&gt;penjual nasi bungkus yang dirampas uangnya buat aku geram&lt;br /&gt;preman-preman jalanan, mengundang tangannku untuk mematahkan keangkuhan meraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi sekarang,....aku hanya duduk&lt;br /&gt;ditemani tuts-tuts komputer&lt;br /&gt;dan berdialog dengan monitor&lt;br /&gt;untuk menyusun strategi kono&lt;br /&gt;yang tak pernah dihargai oleh orang lain&lt;br /&gt;padahal aku ingin berbuat untuk mereka&lt;br /&gt;bukan untukku yang katanya "amnesia"&lt;br /&gt;meski kuyakin saat ini, kita semua mengidap "amnesia"&lt;br /&gt;entah itu bersarang di otak, hati atau panca indra yang lain&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-114913393124947070?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/114913393124947070/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=114913393124947070&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114913393124947070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114913393124947070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/05/amnesia-sebuah-puisi.html' title='Amnesia  (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-114913282597485201</id><published>2006-05-31T20:22:00.000-07:00</published><updated>2006-05-31T20:33:45.986-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Selembar kain yang tersemat rapi&lt;br /&gt;itukah yang kau andalkan&lt;br /&gt;sementara dibaliknya tawamu tetap terdengar&lt;br /&gt;dan tingkah anehmu juga terbaca&lt;br /&gt;benarkah kau mengharapkan selembar kain itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selembar kain ini kini tersulam indah&lt;br /&gt;menutupi tubuh cantikmu&lt;br /&gt;tapi tak sanggup menyembunyikan &lt;br /&gt;sebuah lukisan keanggunanmu&lt;br /&gt;masihkah kau percaya ia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang dengarkan!!!&lt;br /&gt;siulan mereka memanggilmu&lt;br /&gt;padahal kau telah menutupi segalanya&lt;br /&gt;adakah yang salah dengan gaun itu?&lt;br /&gt;dan masihkah kau percayakan kesuciannmu dijaga olehnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dasar kalian!!!&lt;br /&gt;bukannya malah intropeksi diri&lt;br /&gt;malah semakin asyik dengan berbuat sesuka hati dengan kain itu&lt;br /&gt;bahkan mencari-cari alasan untuk mengikutkan orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SSTtttttttttttt.......&lt;br /&gt;berhentilah berbicara tentang hijab,&lt;br /&gt;berhentilah menodai jilbab itu&lt;br /&gt;karena dia sebenarnya tak salah&lt;br /&gt;engkau sendiri yang mengundang mereka tertawa&lt;br /&gt;tingkahmu kawan...bukan karena aku yang mengajarkan jilbab&lt;br /&gt;bukan karena suguhan diskusiku yang sarat Cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya, jika kau percaya pada jilbabmu&lt;br /&gt;jangan sungkan untuk berbuat&lt;br /&gt;sebab ia akan jadi pelindungmu&lt;br /&gt;jika engkau mampu bekerjasama dengannya&lt;br /&gt;sehelai kain itu akan menjelma menjadi&lt;br /&gt;rumah bagi kaumku&lt;br /&gt;dan pelindung bagi kehormatanmu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-114913282597485201?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/114913282597485201/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=114913282597485201&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114913282597485201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114913282597485201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/05/selembar-kain-yang-tersemat-rapi.html' title=''/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-114913208226483161</id><published>2006-05-31T20:11:00.000-07:00</published><updated>2006-05-31T20:21:22.276-07:00</updated><title type='text'>Aku Manusia Biasa (Sebuah puisi)</title><content type='html'>Adakah manusia suci selain Muhammad?&lt;br /&gt;Adakah gadis agung melebihi cahaya Fatimah?&lt;br /&gt;Adakah lelaki perkasa yang menandingi Ali?&lt;br /&gt;Adakah .....?&lt;br /&gt;Akupun mulai tak tahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana denganmu kawan?&lt;br /&gt;Apakah kau juga tahu itu?&lt;br /&gt;Setiap orang inginkan kita baik&lt;br /&gt;harapkan menjadi apa yang mereka bayangkan&lt;br /&gt;padahal obsesi yang terbaik saat ini adalah "menjadi"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biarkan kuhidup dalam kemenjadiannku&lt;br /&gt;jangan usik apa yang sedang aku lakoni&lt;br /&gt;karena hidup tak mesti dibentuk olehmu&lt;br /&gt;dan setiap manusia punya cara dan kehendak sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memang bukan manusia suci layaknya muhammad&lt;br /&gt;dimana setiap perkataannya adalah ayat tuhan,&lt;br /&gt;desahan nafasnya adalah ikrar setia&lt;br /&gt;tatapan matanya penuh pengampunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun bukan bunda fatimah&lt;br /&gt;sosok wanita agung yang bertabur bintang&lt;br /&gt;putri seorang rasul dengan gaun kesucian yang tak terjamah&lt;br /&gt;beliau memang layak untuk itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, aku bukanlah gadis pemberani layaknya&lt;br /&gt;Asiah, istri durjana Fir'aun&lt;br /&gt;maka kuharap berhentilah jadi mimpi burukku&lt;br /&gt;karena aku sayang kamu dan jangan paksa &lt;br /&gt;sayang itu jadi benci&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-114913208226483161?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/114913208226483161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=114913208226483161&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114913208226483161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114913208226483161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/05/aku-manusia-biasa-sebuah-puisi.html' title='Aku Manusia Biasa (Sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-114243539288938808</id><published>2006-03-15T07:03:00.000-08:00</published><updated>2006-03-15T07:09:52.890-08:00</updated><title type='text'>Cerita zaman (sebuah puisi)</title><content type='html'>bercerita tentang masa kecil&lt;br /&gt;yang terbayang adalah keceriaan&lt;br /&gt;saat bersama menerbangkan layangan&lt;br /&gt;atau menysun istana pasir ditepi panti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bercerita tentang masa remaja&lt;br /&gt;menarilah prakata pada cinta&lt;br /&gt;bertukar rasa melacak jati diri&lt;br /&gt;setiap saat bermain pada kemayaan dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bercerita pada gerbang kedewasaan&lt;br /&gt;bertanyalah manusia akan tujuan hidup&lt;br /&gt;menjalin komitmen bukan sekedar istana pasir&lt;br /&gt;mewujudkan impian dalam satu ikrar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hingga tirai menyibak tabir senja&lt;br /&gt;yang terpikir adalah bekal akhirat&lt;br /&gt;akan amalan yang terkumpul&lt;br /&gt;agar kelak cerita masa kecil terulang lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jakarta, 18 februari 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-114243539288938808?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/114243539288938808/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=114243539288938808&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114243539288938808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114243539288938808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/03/cerita-zaman-sebuah-puisi.html' title='Cerita zaman (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-114243456817084614</id><published>2006-03-15T06:47:00.000-08:00</published><updated>2006-03-15T06:56:08.170-08:00</updated><title type='text'>Reinkarnasi rasa (sebuah puisi)</title><content type='html'>aku sekarang belajar percaya&lt;br /&gt;pada sebuah kilah yang mengabaikan rasa&lt;br /&gt;pada asumsi yang menuding cinta&lt;br /&gt;pada manusia yang membunuh sayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka mengingkari sebuah keagungan&lt;br /&gt;mereka menenggelamkan kapal berbunga&lt;br /&gt;menikam diri dan khianati rasa&lt;br /&gt;padahal sepenggal asa ingin teriak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah salah rasa itu tersenyum?&lt;br /&gt;apakah dosa jika ia disemai?&lt;br /&gt;padahal yang kutahu rasa itu anugerah&lt;br /&gt;yang selayaknya dibagi untuk sesama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang coba kau diam&lt;br /&gt;pejamkan mata dan panggillah malam menemanimu&lt;br /&gt;tak usah kau ikut sertakan bulan dan bintang&lt;br /&gt;agar kelam mengundang jujur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan biarkan malam berlalu&lt;br /&gt;sebelum jawab menjumpaimu&lt;br /&gt;karena perginya ia akan lahirkan&lt;br /&gt;reinkarnasi rasa yang setelahnya entah milik siapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jakarta, 17 februari 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-114243456817084614?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/114243456817084614/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=114243456817084614&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114243456817084614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114243456817084614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/03/reinkarnasi-rasa-sebuah-puisi.html' title='Reinkarnasi rasa (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-114243396668541629</id><published>2006-03-15T06:38:00.000-08:00</published><updated>2006-03-15T06:46:06.686-08:00</updated><title type='text'>Melodi kamar 3 x 3 (sebuah puisi)</title><content type='html'>kuselami kesendirianku&lt;br /&gt;dalam bingkai dinding persegi&lt;br /&gt;bersama sebatang pena&lt;br /&gt;dan sebuah buku sahabat bisuku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimanakah mengusir rasa bosan&lt;br /&gt;yang selalu hadir saat begini&lt;br /&gt;padahal aku sama sekali tak ingin&lt;br /&gt;dan hendak berlari pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baru kali ini aku merasa&lt;br /&gt;benar-benar tak berguna&lt;br /&gt;diantara kawan seperjuanganku&lt;br /&gt;padahal tak seharusnya aku diam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini dentingan waktu menertawaiku&lt;br /&gt;karena sosok gadis yang terkurung&lt;br /&gt;hanya melukis beban&lt;br /&gt;dan kudengar dinding pun mencercaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berkali-kali panggilan kabar&lt;br /&gt;mengajakku untuk segera pulang&lt;br /&gt;disana mereka menanti&lt;br /&gt;kehadiran gadi perhati baja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku hanya bisa menatap terawang&lt;br /&gt;pada langit-langit kamar&lt;br /&gt;menunggu kabar kembali&lt;br /&gt;menjemput ceria kawan seperjuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tunggulah aku kawan!!!&lt;br /&gt;tetapi jangan tunda&lt;br /&gt;apa yang bisa kau lakukan hari ini&lt;br /&gt;karena waktu terus bergulir&lt;br /&gt;menati tangan pejuang menggores kebungkaman penguasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jakarta, 17 februari 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-114243396668541629?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/114243396668541629/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=114243396668541629&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114243396668541629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114243396668541629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/03/melodi-kamar-3-x-3-sebuah-puisi.html' title='Melodi kamar 3 x 3 (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-114243327333539284</id><published>2006-03-15T06:30:00.000-08:00</published><updated>2006-03-15T06:34:33.336-08:00</updated><title type='text'>Citra Puteri (sebuah puisi)</title><content type='html'>yang kau impikan kelembutan&lt;br /&gt;yang kau harapkan pesona pualam&lt;br /&gt;yang kau rindukan kerdipan sayang&lt;br /&gt;demikian mengakar citra puteri di hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau semaikan keabadian&lt;br /&gt;dalam perjalanan waktu&lt;br /&gt;yang enggan menoleh ke belakang&lt;br /&gt;engkau tetap merantaui hidupmu&lt;br /&gt;tuk' gapai citra puteri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sementara tak pernah terpikir&lt;br /&gt;seorang satria penunggang kuda&lt;br /&gt;menetipkan rindu pada adinda&lt;br /&gt;karena yakinnya akan cipta citra puteri&lt;br /&gt;dalam atap istana cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jakarta, 17 februari 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-114243327333539284?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/114243327333539284/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=114243327333539284&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114243327333539284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114243327333539284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/03/citra-puteri-sebuah-puisi.html' title='Citra Puteri (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-114243296220596162</id><published>2006-03-15T06:25:00.000-08:00</published><updated>2006-03-15T06:29:22.206-08:00</updated><title type='text'>Tanyaku Pada Rasa (sebuah puisi)</title><content type='html'>apakah memang ekspresi yang tak terungkap&lt;br /&gt;mesti terbahasakan dalam anehnya sikap?&lt;br /&gt;dengar Tuhan aku bertanya!&lt;br /&gt;karena kuanggap banyak &lt;br /&gt;yang telah berubah &lt;br /&gt;antara dulu dan apa yang kulihat sekarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inikah yang dinamakan bifurkasi cinta?&lt;br /&gt;dimana pergulatannya menelusuri pelampiasan lain&lt;br /&gt;haruskah gelora berakhir bencana?&lt;br /&gt;padahal Engkau selalu membuka jalan&lt;br /&gt;bagi pencinta yang jujur pada cintanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jakarta, 16 februari 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-114243296220596162?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/114243296220596162/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=114243296220596162&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114243296220596162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114243296220596162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/03/tanyaku-pada-rasa-sebuah-puisi.html' title='Tanyaku Pada Rasa (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-114243264741398048</id><published>2006-03-15T06:16:00.000-08:00</published><updated>2006-03-15T06:24:07.413-08:00</updated><title type='text'>Romansa Cinta (sebuah puisi)</title><content type='html'>disuatu senja bersama hamparan ilalang&lt;br /&gt;mendesir angin berbisik manja&lt;br /&gt;bertabur bahagia merona cakrawala&lt;br /&gt;melukis pelangi di tabir sore&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat itu kudengar ia perlahan memanggil&lt;br /&gt;mengarahkan tatapanku &lt;br /&gt;pada perempuan terbalut kebaya&lt;br /&gt;beserta lelaki yang di pundaknya tersemat pacul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka melangkah, tukar cerita&lt;br /&gt;akan romansa cinta yang ceria diusia senja&lt;br /&gt;aku kembali teringat&lt;br /&gt;pada bocah perempuan disuatu hari&lt;br /&gt;meratap pada hamparan ilalang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ia menghaturkan kisah&lt;br /&gt;tentang tragedi pernikahan dini&lt;br /&gt;karena belenggu tradisi &lt;br /&gt;ia pun terpaksa dan keterpisahan memuncah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku menjadi iri&lt;br /&gt;pada sepasang kakek-nenek&lt;br /&gt;yang kian samar dari pandanganku&lt;br /&gt;akankah tanyaku tentang keagungan cinta&lt;br /&gt;berakhir setia, layaknya romansa cinta mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 16 februari 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-114243264741398048?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/114243264741398048/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=114243264741398048&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114243264741398048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114243264741398048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/03/romansa-cinta-sebuah-puisi.html' title='Romansa Cinta (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-114243203955896637</id><published>2006-03-15T06:07:00.000-08:00</published><updated>2006-03-15T06:13:59.560-08:00</updated><title type='text'>Seniman Kereta (sebuah puisi)</title><content type='html'>dengan bermodal tepuk tangan&lt;br /&gt;dengan menggandeng gitar mungil&lt;br /&gt;alunan suara pas-pasan&lt;br /&gt;dan pakaian yang dipaksakan kerea&lt;br /&gt;mereka bernyanyi bersama berisiknya roda kereta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin mereka berkata&lt;br /&gt;bahwa yang mendengar itu bahagia&lt;br /&gt;bahwa yang mengguk itu terharu&lt;br /&gt;padahal irama itu kurasa malah mengundang benci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebab dendangannya setengah hati&lt;br /&gt;karena lagu tak dijiwai seni&lt;br /&gt;lantunan itu diharap mengalirkan receh&lt;br /&gt;yang kepingannya tak tentu ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 16 februari 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-114243203955896637?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/114243203955896637/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=114243203955896637&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114243203955896637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114243203955896637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/03/seniman-kereta-sebuah-puisi.html' title='Seniman Kereta (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-114243132023471496</id><published>2006-03-15T05:54:00.000-08:00</published><updated>2006-03-15T06:02:00.270-08:00</updated><title type='text'>Kereta semu (sebuah puisi)</title><content type='html'>dalam kereta&lt;br /&gt;yang berjalan guncang&lt;br /&gt;hadir pemandangan sendiri&lt;br /&gt;yang mengundang ingin tahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;benarkah manusia itu egois?&lt;br /&gt;kenapa harga kursi haru kubayar mahal?&lt;br /&gt;mengapa individualistik mesti hadir?&lt;br /&gt;padahal kita mengaku makhluk sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;entahlah....&lt;br /&gt;baiknya kutanya saja pada lambaian &lt;br /&gt;atap rumah kumuh yang berjalan&lt;br /&gt;dibalik jendela kereta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebab jika kutanya mereka&lt;br /&gt;aku rasapun tak mungkin&lt;br /&gt;karena hanya akan dibalas dengan&lt;br /&gt;dengkuran!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perjalanan jogja-jkt 15 februari 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-114243132023471496?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/114243132023471496/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=114243132023471496&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114243132023471496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114243132023471496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/03/kereta-semu-sebuah-puisi.html' title='Kereta semu (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-114027393672668633</id><published>2006-02-18T06:42:00.000-08:00</published><updated>2006-02-18T06:45:36.726-08:00</updated><title type='text'>Aral stasiun (sebuah puisi\)</title><content type='html'>di stasiun kereta&lt;br /&gt;mataku tertumbuk&lt;br /&gt;pada sederetan pencari nafkah&lt;br /&gt;dan berbagai karekter manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku awalnya tak perduli&lt;br /&gt;bahkan enggan tersenyum&lt;br /&gt;kemudian kulihat binar di matanya&lt;br /&gt;yang menyapa pada kepedihan tatap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurasakan tubuhku bergetar&lt;br /&gt;keangkuhanku berlutut&lt;br /&gt;ternyata aku juga manusia lemah&lt;br /&gt;layaknya mereka yang mengadu nasib di koridor stasiun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jogja(stasiun lempuyangan),15 februari 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-114027393672668633?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/114027393672668633/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=114027393672668633&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114027393672668633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114027393672668633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/02/aral-stasiun-sebuah-puisi.html' title='Aral stasiun (sebuah puisi\)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-114027372726805238</id><published>2006-02-18T06:37:00.000-08:00</published><updated>2006-02-18T06:42:07.266-08:00</updated><title type='text'>Keteladanan semut kecil (sebuah puisi0</title><content type='html'>Lihatlah kawan kecilku&lt;br /&gt;bahwa aku kagum pada semangatmu&lt;br /&gt;dengarlah sahabat mungilku&lt;br /&gt;begitu indah jama'ahmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusaluti engkau tentara merah&lt;br /&gt;dengan senyum paling manisku&lt;br /&gt;tetapi sebelumnya izinkan aku bertanya&lt;br /&gt;hendak kau bawah ke mana sebiji gandum yang barusan kau usung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apakah yang kau lakukan&lt;br /&gt;saat bertemu dengan saudaramu&lt;br /&gt;hingga mesti berhenti sejenak&lt;br /&gt;sebelum kakimu kembali menyisir jalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jogja(UII), 15 februari 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-114027372726805238?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/114027372726805238/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=114027372726805238&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114027372726805238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114027372726805238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/02/keteladanan-semut-kecil-sebuah-puisi0.html' title='Keteladanan semut kecil (sebuah puisi0'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-114027294031887449</id><published>2006-02-18T06:27:00.001-08:00</published><updated>2006-02-18T06:37:02.413-08:00</updated><title type='text'>idealisme dan bapak berkemeja putih (sebuah puisi)</title><content type='html'>Kubertanya pada angin&lt;br /&gt;saat sebatang pohon memanggilku singgah&lt;br /&gt;pada keletihan menyuarakan idealisme&lt;br /&gt;aku kemudian berpikir&lt;br /&gt;akan kubawa ke mana idealisme ini&lt;br /&gt;saat maut tak mau kompromi&lt;br /&gt;karena menurut mereka&lt;br /&gt;banyak badai menguncang idealisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin menyibakkan kerudungku&lt;br /&gt;dan kutemukan jawabnya&lt;br /&gt;pada seorang bapak berkemeja putih&lt;br /&gt;lewat sosoknya ia bercerita&lt;br /&gt;dunia aktivis yang menjadi jubahnya dulu&lt;br /&gt;lantas ia bertanya pada diriku&lt;br /&gt;dan terbakarnya wajah&lt;br /&gt;memberi simbol bahwa kami&lt;br /&gt;baru saja mengobarkan api perlawanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pun mengembangkan senyum&lt;br /&gt;kemudian berlalu pergi&lt;br /&gt;maka kurasa angin kembali membelaiku&lt;br /&gt;bahwa ia adalah seorang aktivis saat dulu&lt;br /&gt;dan kini idealismenya tetap terpatri&lt;br /&gt;pada pengabdiannya membimbing anak bangsa&lt;br /&gt;dialah diantara satu sosok terbaik&lt;br /&gt;sebab, dulu, kini dan akan datang&lt;br /&gt;idealismenya utuh dari hantaman materialisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jogja, 14 februari 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-114027294031887449?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/114027294031887449/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=114027294031887449&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114027294031887449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114027294031887449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/02/idealisme-dan-bapak-berkemeja-putih.html' title='idealisme dan bapak berkemeja putih (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-114027293835343190</id><published>2006-02-18T06:27:00.000-08:00</published><updated>2006-02-18T06:28:58.353-08:00</updated><title type='text'>idealisme dan bapak</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-114027293835343190?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/114027293835343190/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=114027293835343190&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114027293835343190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114027293835343190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/02/idealisme-dan-bapak.html' title='idealisme dan bapak'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-114027284518143411</id><published>2006-02-18T06:24:00.000-08:00</published><updated>2006-02-18T06:27:25.183-08:00</updated><title type='text'>Satu nama (sebuah puisi)</title><content type='html'>hanya satu nama&lt;br /&gt;dapat kuingat saat ini&lt;br /&gt;karena aku masih ragu&lt;br /&gt;pada titipan nama yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu nama&lt;br /&gt;yang dapat kugema&lt;br /&gt;karena ialah yang selalu memangil&lt;br /&gt;saat kuingin kembali pulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga mungkin nanti&lt;br /&gt;masih akan tetap satu nama&lt;br /&gt;karena cinta-Nya memagari diri&lt;br /&gt;pada perzinahan dalam hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jogja, 15 februari 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-114027284518143411?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/114027284518143411/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=114027284518143411&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114027284518143411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114027284518143411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/02/satu-nama-sebuah-puisi.html' title='Satu nama (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-114027262436092572</id><published>2006-02-18T06:20:00.000-08:00</published><updated>2006-02-18T06:23:44.360-08:00</updated><title type='text'>Kabar Berbisik ( sebuah puisi)</title><content type='html'>Ketika kabar merangkai cerita&lt;br /&gt;penapun enggan berhenti melaju&lt;br /&gt;menggoreskan keresahan-keresahan&lt;br /&gt;akan senandung kabar&lt;br /&gt;yang diberitakan oleh angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi saat kabar tersemat panjang&lt;br /&gt;melantunkan galau mencipta igau&lt;br /&gt;pada arti kebenaran kabar&lt;br /&gt;karena rendahnya sebuah nilai&lt;br /&gt;entah itu benar ataukah bisikan sesaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jogja, 14 Februari 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-114027262436092572?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/114027262436092572/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=114027262436092572&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114027262436092572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114027262436092572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/02/kabar-berbisik-sebuah-puisi.html' title='Kabar Berbisik ( sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-114027233329011768</id><published>2006-02-18T06:16:00.000-08:00</published><updated>2006-02-18T06:18:53.290-08:00</updated><title type='text'>Juang dan Pikir (sebuah puisi)</title><content type='html'>saat kau berjuang&lt;br /&gt;maka aku coba berpikir&lt;br /&gt;saat kau berpikir&lt;br /&gt;maka aku juga coba berjuang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan kamu satu&lt;br /&gt;berjuang dan berpikir sehati&lt;br /&gt;sebab berjuang tanpa berpikir, celaka&lt;br /&gt;dan berpikir tanpa berjuang, binasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jogja (gedung pemuda ), 11 februarti 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-114027233329011768?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/114027233329011768/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=114027233329011768&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114027233329011768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114027233329011768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/02/juang-dan-pikir-sebuah-puisi.html' title='Juang dan Pikir (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-114027206887826039</id><published>2006-02-18T06:09:00.000-08:00</published><updated>2006-02-18T06:14:28.876-08:00</updated><title type='text'>Intelektual XY (sebuah puisi)</title><content type='html'>Hilang satu generasi&lt;br /&gt;berlalu dalam taut jenuh&lt;br /&gt;memalingkan senyum pada ketidakpuasan ambisi&lt;br /&gt;melayang dalam pusaran &lt;br /&gt;ego yang memuncah&lt;br /&gt;merogoh kepongahan pada presepsi diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka sekarang dengarlah!&lt;br /&gt;Kuharap,m sapalah hatimu&lt;br /&gt;apakah dia juga demikian&lt;br /&gt;lantas pandanglahm intelektual di sekelilingmu&lt;br /&gt;dan biarkan akal jalin imaji&lt;br /&gt;bahwa generasi XY&lt;br /&gt;berpikir demi peradaban humanis-transenden&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedung pemuda (jogja), 10 Februari 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-114027206887826039?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/114027206887826039/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=114027206887826039&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114027206887826039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114027206887826039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/02/intelektual-xy-sebuah-puisi.html' title='Intelektual XY (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-114027163053007068</id><published>2006-02-18T06:01:00.000-08:00</published><updated>2006-02-18T06:07:10.530-08:00</updated><title type='text'>Aura Samudera II (sebuah puisi)</title><content type='html'>Pagi, kusambut dengan &lt;br /&gt;langkah lelah&lt;br /&gt;dalam petualangan membelah samudera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, perhatianku berpaling&lt;br /&gt;pada kilau yang berlalu semalam&lt;br /&gt;putriku kini telah terbangun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampak lebih cantik&lt;br /&gt;Cahaya semakin kemilau&lt;br /&gt;dan akupun bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;samudera kini siap&lt;br /&gt;menyambut langkah paduka&lt;br /&gt;beserta prajurit pengawal laut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seindah matahari terbit&lt;br /&gt;mengirim cinta sinar&lt;br /&gt;dan aura kebangkitan umat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KM.Bukit siguntang, 09 februari 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-114027163053007068?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/114027163053007068/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=114027163053007068&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114027163053007068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114027163053007068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/02/aura-samudera-ii-sebuah-puisi.html' title='Aura Samudera II (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-114027115346522098</id><published>2006-02-18T05:52:00.000-08:00</published><updated>2006-02-18T05:59:13.466-08:00</updated><title type='text'>Aura samudera I (sebuah puisi)</title><content type='html'>sepanjang pantai yang nampak&lt;br /&gt;hanya riak air oleh gesekan kapal&lt;br /&gt;meskipun di sekelilingnya &lt;br /&gt;tetap tenang dan bersahaja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semburat cahaya perlahan surut&lt;br /&gt;samar awan nampak bagai barisan pulau&lt;br /&gt;dan menyapalah surya pada &lt;br /&gt;kedalaman usia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi ia akan kembali&lt;br /&gt;berganti malam yang entah akan mengisahkan apa&lt;br /&gt;yang terlihat olehku saat ini&lt;br /&gt;adalah tatapan surya&lt;br /&gt;menyibak pertanyaan jiwa yang diguncang gunda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kilau emas diantara hamparan putih&lt;br /&gt;serentak menebar pesona memukau samudera&lt;br /&gt;ia berdiri anggun bak putri bergaun putih&lt;br /&gt;dengan mahkota emas yang sebentar lagi terlelap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KM.Bukit siguntang, 08 februari 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-114027115346522098?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/114027115346522098/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=114027115346522098&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114027115346522098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114027115346522098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/02/aura-samudera-i-sebuah-puisi.html' title='Aura samudera I (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-114027046135339321</id><published>2006-02-18T05:33:00.000-08:00</published><updated>2006-02-18T05:47:41.363-08:00</updated><title type='text'>Terpinang Senyum (sebuah puisi)</title><content type='html'>Kupandang mata &lt;br /&gt;yang juga menatapku&lt;br /&gt;kubalas senyum &lt;br /&gt;pada dia yang mengulas senyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tertunduk, malu!&lt;br /&gt;pada diri dab kelancanganku&lt;br /&gt;kurasa qalbu menggertakku&lt;br /&gt;akan diriku yang tak bisa menjaga diri&lt;br /&gt;dan angugerah dari-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kembali kulihat selaksa&lt;br /&gt;senyum menyelinap &lt;br /&gt;diantara tumpukan manusia&lt;br /&gt;tetapi kali ini senyum itu tampak lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah senyum yang begitu tulus&lt;br /&gt;tanpa hasrat dan kuasa&lt;br /&gt;seyum indah berbalut kepolosan cinta&lt;br /&gt;dari si bibir mungil bocah bermata sipit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya terjalinlah canda&lt;br /&gt;karena senyum itu mengirim isyarat akrab&lt;br /&gt;dab kepolosannya itu&lt;br /&gt;yang mengundang aku semakin terpinang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KM. bukit Singuntang, 08 februari 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-114027046135339321?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/114027046135339321/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=114027046135339321&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114027046135339321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114027046135339321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/02/terpinang-senyum-sebuah-puisi.html' title='Terpinang Senyum (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-114026958874722754</id><published>2006-02-18T05:26:00.000-08:00</published><updated>2006-02-18T05:33:08.763-08:00</updated><title type='text'>Kraton Langit (sebuah puisi)</title><content type='html'>Keheningan menikam cekam&lt;br /&gt;dalam perjalanan tanpa pesona&lt;br /&gt;serentak kulajukan langkah&lt;br /&gt;pada tebar aura bintang&lt;br /&gt;dikesenduan cakrawala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sejuta cahaya&lt;br /&gt;menyapa kelam dengan kelip&lt;br /&gt;berbagai rasi terhampar&lt;br /&gt;menjalin perisai mengawal langit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin inilah yang disebut Tuhan&lt;br /&gt;pada hambanya agar mensyukuri malam&lt;br /&gt;sebab semakin kutatap hamparan itu&lt;br /&gt;perlahan kulihat ia membangun kraton&lt;br /&gt;dengan atap-atap cahaya dan tiang-tiang gemerlap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubaca kuasa-Nyasaat kraton yang kudirikan&lt;br /&gt;di langit malamku mulai sempurna&lt;br /&gt;ada rasa takjub, ada rasa syukur&lt;br /&gt;sehingga kan kubawa kratonku dalam hati ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KM.Bukit siguntang, 08 februari 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-114026958874722754?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/114026958874722754/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=114026958874722754&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114026958874722754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/114026958874722754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/02/kraton-langit-sebuah-puisi.html' title='Kraton Langit (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113724808152367456</id><published>2006-01-14T06:08:00.000-08:00</published><updated>2006-01-14T06:14:41.523-08:00</updated><title type='text'>Sabda Cinta (sebuah puisi)</title><content type='html'>Berawal dari sebuah kekaguman&lt;br /&gt;pada jamaliyah seorang hamba&lt;br /&gt;tersirat di balik senyumnya&lt;br /&gt;terlukis dalam keteduhan tatapnya&lt;br /&gt;menjalin bahasa&lt;br /&gt;pada setiap perjumpaan&lt;br /&gt;kehausan sang musafir&lt;br /&gt;dan kebeningan air telaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah sabda cinta&lt;br /&gt;membelah langit&lt;br /&gt;meruntuhkan kebengisan manusia&lt;br /&gt;dengan halusnya menyusup&lt;br /&gt;pada kegersangan kasih hati&lt;br /&gt;lalu menjelma&lt;br /&gt;dalam setitik air mata cinta&lt;br /&gt;yang perlahan mengalir tanpa diminta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini dengarkan seruan sabda&lt;br /&gt;bahwa cinta membingkiskan&lt;br /&gt;keindahan pemilik-Nya&lt;br /&gt;dia wajib kau puja&lt;br /&gt;namun jangan berusaha menyeretnya&lt;br /&gt;pada kebekuan makna&lt;br /&gt;sebab cinta tak ingin terpenjara&lt;br /&gt;karena ia bebas&lt;br /&gt;untukku... untukmu... dan untuk kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makassar, 14 januari 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113724808152367456?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113724808152367456/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113724808152367456&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113724808152367456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113724808152367456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/01/sabda-cinta-sebuah-puisi.html' title='Sabda Cinta (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113724771045389307</id><published>2006-01-14T05:58:00.000-08:00</published><updated>2006-01-14T06:08:30.453-08:00</updated><title type='text'>Panggilan Semesta (sebuah puisi)</title><content type='html'>Tenggelamnya surya&lt;br /&gt;bukan berarti suramnya hidup&lt;br /&gt;meskipun dia pergi membawa terangnya&lt;br /&gt;tetapi seberkas sinar&lt;br /&gt;tetap akan berkilau lagi&lt;br /&gt;tatkala pulangnya menjemput&lt;br /&gt;dewi malam dan peri bintang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian halnya dengan&lt;br /&gt;gugurnya dedaunan di musim kemarau&lt;br /&gt;bukanlah mengisyaratkan kesedihan&lt;br /&gt;sang dahan atau kerapuhan sang ranting&lt;br /&gt;melainkan ia ingin mengajarkan arti&lt;br /&gt;berbagi padsa kesulitan musim&lt;br /&gt;inilah kepandaiannya&lt;br /&gt;untuk mencegah penguapan telaga&lt;br /&gt;yang diperebutkan saat kemarau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti panggilan semesta&lt;br /&gt;maka matinya manusia&lt;br /&gt;juga akan seperti itu&lt;br /&gt;agar harmoni alam tetap mengalun&lt;br /&gt;dan mata yang lain menjadi terbuka&lt;br /&gt;tentang hakikat sebuah kematian&lt;br /&gt;dimana akan mengantarkan&lt;br /&gt;pada kebermaknaan hidup&lt;br /&gt;dan menebis setiap kehampaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makassar, 13 januari 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113724771045389307?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113724771045389307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113724771045389307&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113724771045389307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113724771045389307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/01/panggilan-semesta-sebuah-puisi.html' title='Panggilan Semesta (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113724698562509807</id><published>2006-01-14T05:41:00.000-08:00</published><updated>2006-01-14T05:56:25.636-08:00</updated><title type='text'>Menanti Bintang Jatuh ( sebuah puisi)</title><content type='html'>Sepoi datang bertandang&lt;br /&gt;mengibarkan tirai kelam kekalutan&lt;br /&gt;meramaikan semedi alienasi diri&lt;br /&gt;meniupkan nafas kerinduan&lt;br /&gt;pada manusia-manusia abad 21&lt;br /&gt;yang sengaja mencipta penjara fungky&lt;br /&gt;kemudian bermain api&lt;br /&gt;dalam absurditas&lt;br /&gt;serta menghirup ketamakan&lt;br /&gt;untuk mencipta prestise&lt;br /&gt;dan setiap dentingan waktu&lt;br /&gt;tak menyisakan detik&lt;br /&gt;berterimah kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disana-sini perampokan kepercayaan&lt;br /&gt;pembajakan aset negara tak mau kalah&lt;br /&gt;teriakan rakyat diabaikan&lt;br /&gt;perut membusung tak masalah&lt;br /&gt;leher si kecil semakin terjepit&lt;br /&gt;tapi penguasa malah&lt;br /&gt;tertawa pada korupsi atas nama rakyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa lagi yang patut dirayakan&lt;br /&gt;ataukah sekarang tradisi pun telah di kebiri&lt;br /&gt;hingga kekalahan tahun kemarin&lt;br /&gt;disambut dengan percikan kembang api?!!?&lt;br /&gt;bagiku kesadaran kini telah terhipnotis&lt;br /&gt;hingga kisah negeri dongeng dijadikan dogma&lt;br /&gt;menanti bintang jatuh&lt;br /&gt;sementara ia juga berusaha kokoh&lt;br /&gt;maka bermunajatlah untuk semesta&lt;br /&gt;agar masa tak selamanya berduka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makassar, 1 Januari 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113724698562509807?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113724698562509807/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113724698562509807&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113724698562509807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113724698562509807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/01/menanti-bintang-jatuh-sebuah-puisi.html' title='Menanti Bintang Jatuh ( sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113724602276730661</id><published>2006-01-14T05:19:00.000-08:00</published><updated>2006-01-14T05:40:22.796-08:00</updated><title type='text'>Perjalanan 22:14 (sebuah puisi)</title><content type='html'>Seperti dikabarkan Tuhan&lt;br /&gt;bahwa kelahiran manusia&lt;br /&gt;tak lepas dari kuasa-Nya&lt;br /&gt;Dialah yang merintis&lt;br /&gt;kisah cinta sperma dan sel telur&lt;br /&gt;hingga mewujudlah segumpal darah&lt;br /&gt;yang kelak mencipta&lt;br /&gt;sosok khalifah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam istana rahim&lt;br /&gt;sosok tanpa nama&lt;br /&gt;menerima titah Tuhan&lt;br /&gt;dan seruan pengesaan sang -ada-&lt;br /&gt;meskipun saat itu sang janin&lt;br /&gt;tak tahu apa-apa&lt;br /&gt;dan tak mengenal siapa-siapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan peraduannya terbuka&lt;br /&gt;hiduplah ia setelah ruh ditiupkan&lt;br /&gt;dan tangis pertama menitip isyarat&lt;br /&gt;akan terjalnya kehidupan di alam dunia&lt;br /&gt;tak lama mereka berseru!&lt;br /&gt;"lihatlah gadis itu!!!"&lt;br /&gt;"kelahirannya terasa baru kemarin!"&lt;br /&gt;tetapi sekarang ia menatap lembut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masihkah ia ingat pada Tuhannya?&lt;br /&gt;ataukah realita telah mengotori kesucian hati&lt;br /&gt;akupun berbisik&lt;br /&gt;"agar perjalanan 22:14&lt;br /&gt;membuka gerbang kedewasaan&lt;br /&gt;dan keteguhan keyakinan"&lt;br /&gt;hingga batas waktu senja&lt;br /&gt;saat uluran tangan Tuhan&lt;br /&gt;menjelma usapan kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makassar, 4 Januari 2006&lt;br /&gt;for my self : met ULTAH yang ke-22 pada tanggal 4 januari 2006...be your self and believe what do you do!!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113724602276730661?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113724602276730661/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113724602276730661&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113724602276730661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113724602276730661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/01/perjalanan-2214-sebuah-puisi.html' title='Perjalanan 22:14 (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113629361424558551</id><published>2006-01-03T05:02:00.000-08:00</published><updated>2006-01-03T05:06:54.256-08:00</updated><title type='text'>Malam (puisi kiriman teman)</title><content type='html'>kadang - kadang malam masih menyisakan separuhnya untuk bercanda&lt;br /&gt;dan separuhnya menjadi tempat berlabuh&lt;br /&gt;saat dimana kesadaran mencapai puncaknya&lt;br /&gt;dan saat dimana kenikmatan begitu terasa dalam sunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tiap malam adalah bagian dari seluruh malam yang berlalu&lt;br /&gt;hukum fisiknya sama dan tak perlu dipertanyakan&lt;br /&gt;seperti mempertanyakan untuk apa malam itu ada&lt;br /&gt;intinya, sejauh mana kenikmatan dan kesadaran telah ditaklukkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;walau kadang malam menyimpan kengerian yang paling mendalam&lt;br /&gt;karena gelapnya selalu mengundang arwah jahat&lt;br /&gt;tapi bukan berarti bahwa malam itu akan abadi&lt;br /&gt;karena malam akan melahirkan kesabaran dan ketabahan untuk esok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kali ini, malam berlalu setengahnya&lt;br /&gt;dan setangah itu akan kurancang menjadi sesuatu yang indah&lt;br /&gt;seperti yang terpikir dalam kepalaku malam ini&lt;br /&gt;aku ingin bermimpi ditemani tidur oleh bidadari harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By : Mail&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113629361424558551?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113629361424558551/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113629361424558551&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113629361424558551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113629361424558551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/01/malam-puisi-kiriman-teman.html' title='Malam (puisi kiriman teman)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113628832656324913</id><published>2006-01-03T02:59:00.000-08:00</published><updated>2006-01-03T03:38:46.576-08:00</updated><title type='text'>Pelangi Di Baiturrahman</title><content type='html'>Semburat amarah gemuruh&lt;br /&gt;Memporandakan keperkasaan alam&lt;br /&gt;Gulungan badai gelombang&lt;br /&gt;Tak pandang arah melintang&lt;br /&gt;Kecamuk pagi&lt;br /&gt;mencerabut akar kokoh&lt;br /&gt;Jeritan manusia&lt;br /&gt;Meramu pandang dalam kegetiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amarahkah gemuruh?&lt;br /&gt;Ataukah teguran kini nampak jelas!&lt;br /&gt;Ribuan manusia menggelepar&lt;br /&gt;tanpa nyawa&lt;br /&gt;saat ngemuruh terseret lagi&lt;br /&gt;Ke peraduannya&lt;br /&gt;menyisakan serakan puing-puing&lt;br /&gt;sisa-sisa keserakahan umat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejolak itu kini mengering&lt;br /&gt;perlahan gemuruh membingkai motivasi&lt;br /&gt;Menyusun serakan yang nampak&lt;br /&gt;mengirimkan titik terang baiturrahman&lt;br /&gt;dan setahun waktu tak cukup&lt;br /&gt;namun usaha memberi jawab&lt;br /&gt;untuk merangkai pelangi di baiturrahman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26 Desember 2005&lt;br /&gt;To Aceh tercinta dalam agendaku mengenang kembali setahum tsunami di Aceh (26 Desember 2004)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113628832656324913?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113628832656324913/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113628832656324913&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113628832656324913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113628832656324913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/01/pelangi-di-baiturrahman.html' title='Pelangi Di Baiturrahman'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113628594641399385</id><published>2006-01-03T02:55:00.000-08:00</published><updated>2006-01-03T02:59:06.426-08:00</updated><title type='text'>Kepada Rindu (sebuah puisi)</title><content type='html'>Kepadamu&lt;br /&gt;Yang merajai malam dengan tinta jiwa, dan mengusik khayalku diantara barisan peristiwa yang memburu waktu&lt;br /&gt;Kepadamu&lt;br /&gt;Yang jauh, hidup, merasa ada dan menemaniku ada&lt;br /&gt;Sepertinya hari ini, jiwaku masih mengerti&lt;br /&gt;          engkaulah sahabat para cinta dan kekasih setiap rindu&lt;br /&gt;          rangkaian senyum penyirna kegelapan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kepadamu&lt;br /&gt;Waktu kuhantarkan seperti nyanyian semesta&lt;br /&gt;Yang mendahuluiku mengenal peluk dekapmu&lt;br /&gt;Hanya penggal doa dalam jemari ;&lt;br /&gt;                                                di fajar jiwamu&lt;br /&gt;          ketika malam kulewati dan kita terikat dalam mimpi yang membaluti&lt;br /&gt;          milikmulah pagi, bagimulah matahari, engkaulah bebungaan yang bersemi&lt;br /&gt;                                                 bagi segala musim&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kepadamu&lt;br /&gt;  Hanyalah cinta&lt;br /&gt;  Engkaulah cinta&lt;br /&gt;  Datanglah mengusir sunyi, dan meninggalkan jejakmu di sepanjang bumi, dan  &lt;br /&gt;  biarkanlah esok aku mengejarmu, dan mereka akan mengenali semua karya suci&lt;br /&gt;  dari tanganmu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kepadamu&lt;br /&gt;Kata adalah rindu, dan cinta selalu mengajak jiwa berdamai dalam harapan, masih adakah yang lebih baik daripada itu&lt;br /&gt;   Dan, akupun datang perlahan. Kemarin dan esok. &lt;br /&gt;   Lalu, aku menyapa. Kita. Hidup. Marilah mencintai kehadiran. Jiwa adalah &lt;br /&gt;           keabadian&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kepadamu&lt;br /&gt;Tetap rindu. Semua satu&lt;br /&gt;  Jalan &lt;br /&gt;  Arah&lt;br /&gt;  Tujuan&lt;br /&gt;Engkaupun telah berada untuk itu. &lt;br /&gt;Selalu. Datanglah&lt;br /&gt;Pergilah tetap bersama kebahagiaan yang banyak bercerita kepada sanubari dan mimpi-mimpi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;                                                                     A poem for niart&lt;br /&gt;                                                                     Happy birthday&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;                                                                     Masril Habib&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113628594641399385?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113628594641399385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113628594641399385&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113628594641399385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113628594641399385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2006/01/kepada-rindu-sebuah-puisi.html' title='Kepada Rindu (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113603610681893586</id><published>2005-12-31T04:57:00.000-08:00</published><updated>2005-12-31T05:35:06.863-08:00</updated><title type='text'>Harapan (puisi titipan dari sahabat)</title><content type='html'>Detak-detik waktu kunantikan&lt;br /&gt;Membesarkan hati dalam perantauan langkah kaki&lt;br /&gt;Memejamkan pekat malam dan bintang jauh di sana&lt;br /&gt;Aku ingin mengenang masalaluku, aku ingin berbagi cerita duka dan cita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukenang semua dengan harapan sama&lt;br /&gt;Hanya kata menebarkan senyum dan geli dari wajahku&lt;br /&gt;Bertahun aku hanya impikan semua itu&lt;br /&gt;Sepi malam tanpa rasa, terkilas semua kisah dulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rongga dada mengembang ingin terbang pada masalalu&lt;br /&gt;Sekedar ingin temui rindu, mengenang semua itu&lt;br /&gt;Berkumpul mengingat batas-batas asa, canda, dan tawa&lt;br /&gt;Rindu ini bergejolak sepanjang hari&lt;br /&gt;Cepatkanlah langkah akhir penantian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASSALAMUALAIKUM WR. WB&lt;br /&gt;UDIN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113603610681893586?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113603610681893586/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113603610681893586&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113603610681893586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113603610681893586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/12/harapan-puisi-titipan-dari-sahabat.html' title='Harapan (puisi titipan dari sahabat)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113557611715496200</id><published>2005-12-25T21:37:00.000-08:00</published><updated>2005-12-25T21:48:37.166-08:00</updated><title type='text'>Kidung Pagi ( sebuah puisi )</title><content type='html'>Selamat pagi mentari&lt;br /&gt;biarkanlah cahayamu&lt;br /&gt;menyusup di sela-sela&lt;br /&gt;kekosongan hati manusia&lt;br /&gt;yang sempat terjaga&lt;br /&gt;dalam buaian malam&lt;br /&gt;tetaplah engkau kirimkan&lt;br /&gt;kehangatan kasih&lt;br /&gt;pada diri mereka yang beku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengarlah nyanyian nuri&lt;br /&gt;membelah ranting akasia&lt;br /&gt;menemani langkah pencinta pagi&lt;br /&gt;yang memulai hari penuh harap&lt;br /&gt;akan rezki yang digariskan untuknya&lt;br /&gt;ajarkanlah mereka&lt;br /&gt;bahwa hidup adalah seni&lt;br /&gt;yang tertulis dalam ritme alam&lt;br /&gt;agar tak ada kecemburuan&lt;br /&gt;dan sisa-sisa hasrat kuasa terhapus&lt;br /&gt;sehingga berkah menjadi halal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah awan putih&lt;br /&gt;berjalan beriringan di atas ar's&lt;br /&gt;mengirimkan keharmonisan&lt;br /&gt;mengajarkan keselarasan&lt;br /&gt;buanglah benci dalam hatimu&lt;br /&gt;agar putihnya awan tak berubah mendung&lt;br /&gt;hiruplah kesegaran udara pagi&lt;br /&gt;agar kebengisan terselubung&lt;br /&gt;menjelma sayang&lt;br /&gt;karena kita adalah sama&lt;br /&gt;kecuali takwa di mata Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makassar, 22 desember 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113557611715496200?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113557611715496200/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113557611715496200&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113557611715496200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113557611715496200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/12/kidung-pagi-sebuah-puisi.html' title='Kidung Pagi ( sebuah puisi )'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113557534815017802</id><published>2005-12-25T21:27:00.000-08:00</published><updated>2005-12-25T21:35:48.150-08:00</updated><title type='text'>Aura Cinta Wanita Bermata Cerlang (sebuah puisi)</title><content type='html'>Bara kerinduan&lt;br /&gt;mulai tersulut&lt;br /&gt;saat hembusan prakata&lt;br /&gt;kembali terdengar&lt;br /&gt;mereka mengorek&lt;br /&gt;tumpukan memori masa kecilku&lt;br /&gt;akan cinta wanita bermata cerlang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu&lt;br /&gt;22 desember 2005&lt;br /&gt;entah apa yang mengawali&lt;br /&gt;sehingga keagungan sosok wanita itu dinobatkan&lt;br /&gt;perih rasanya&lt;br /&gt;sebab rangkaian mawar&lt;br /&gt;yang kupersiapkan sedari belia&lt;br /&gt;tak sempat kusemat&lt;br /&gt;lantas engkau pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring berlalunya waktu&lt;br /&gt;alunan tembang usia&lt;br /&gt;mengirimkan pelita semangat&lt;br /&gt;bahwa Cinta tak dapat dinilai&lt;br /&gt;dengan hadirnya sekuntum mawar&lt;br /&gt;karena is akan gugur dan layu&lt;br /&gt;akan tetapi rasakanlah wanginya&lt;br /&gt;hirup dan simpan dalam hatimu&lt;br /&gt;sehingga ia akan hadir&lt;br /&gt;kapanpun engkau memanggilnya&lt;br /&gt;kesegaran aromanya&lt;br /&gt;tak akan berubah&lt;br /&gt;layaknya aura Cinta&lt;br /&gt;wanita bermata cerlang yang kupuja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makassar, 22 desember 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113557534815017802?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113557534815017802/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113557534815017802&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113557534815017802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113557534815017802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/12/aura-cinta-wanita-bermata-cerlang.html' title='Aura Cinta Wanita Bermata Cerlang (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113557476423400595</id><published>2005-12-25T21:20:00.000-08:00</published><updated>2005-12-25T21:26:04.236-08:00</updated><title type='text'>Pejamkan Matamu (sebuah puisi)</title><content type='html'>Pejamkan matamu&lt;br /&gt;dan jangan kau buka&lt;br /&gt;sebelum aku kembali&lt;br /&gt;sebab sebentar lagi&lt;br /&gt;kobaran jihad&lt;br /&gt;akan tersulut&lt;br /&gt;dan perisai kebenaran&lt;br /&gt;harus ditegakkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejamkan matamu&lt;br /&gt;dan janganlah menangis&lt;br /&gt;karena air matamu&lt;br /&gt;adalah titik lemahku&lt;br /&gt;relakan aku bersama meraka&lt;br /&gt;lupakanlah kenangan masa kecil kita&lt;br /&gt;karena engkau memilih pasrah&lt;br /&gt;sementara aku tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejamkan matamu&lt;br /&gt;jangan menatap kepergianku&lt;br /&gt;karena kutahu hatimu pasti terluka&lt;br /&gt;biarkan tetap terpejam&lt;br /&gt;hingga aku datang&lt;br /&gt;mencium tanganmu&lt;br /&gt;dan sujud di telapakmu&lt;br /&gt;dengan simbahan keberhasilanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar, 21 Desember 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113557476423400595?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113557476423400595/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113557476423400595&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113557476423400595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113557476423400595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/12/pejamkan-matamu-sebuah-puisi.html' title='Pejamkan Matamu (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113557427851531431</id><published>2005-12-25T21:14:00.000-08:00</published><updated>2005-12-25T21:17:58.526-08:00</updated><title type='text'>Bisiki Hatimu (sebuah puisi)</title><content type='html'>Coba kau tanya&lt;br /&gt;pada hati kecilmu&lt;br /&gt;masihkah seculi gumpalan&lt;br /&gt;daging itu punya rasa kemanusiaan?&lt;br /&gt;Jika ia, lantas mengapa&lt;br /&gt;seorang bapak berpakaian kumal&lt;br /&gt;terpaksa menggayuh&lt;br /&gt;roda tiganya dengan kaki&lt;br /&gt;yang terbungkus&lt;br /&gt;kulit tanpa daging&lt;br /&gt;sementara engkau hanya&lt;br /&gt;tersenyum penuh kemenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cucuran keringatnya&lt;br /&gt;kau hargai dengan&lt;br /&gt;kepingan seribuan&lt;br /&gt;padahal jalan begitu terjal&lt;br /&gt;dan hujan mengguyur deras&lt;br /&gt;Pantaskan? Sekali lagi&lt;br /&gt;bisikkan kata ini pada hatimu&lt;br /&gt;kecuali jika ia telah mati&lt;br /&gt;dan kau benar-benar&lt;br /&gt;menjadi monster jalanan&lt;br /&gt;dengan rantai nafsu&lt;br /&gt;beserta gelang keserakahan&lt;br /&gt;dihiasi dengan pewarna rambut kebengisan&lt;br /&gt;karena kau ingin terlihat gagah&lt;br /&gt;agar semua orang takluk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayolah... bisiki hatimu&lt;br /&gt;sebelum bapak itu menangis&lt;br /&gt;karena Tuhan telah kau hina&lt;br /&gt;lewat jeritannya&lt;br /&gt;sebelum aku mengutukmu&lt;br /&gt;dalam lafazt doaku&lt;br /&gt;yang terijabah oleh sinar kebenaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar(tol reformasi), 16 Desember 2005&lt;br /&gt;toek brandal jalanan yang menindas pabak tukang becak di tol reformasi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113557427851531431?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113557427851531431/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113557427851531431&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113557427851531431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113557427851531431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/12/bisiki-hatimu-sebuah-puisi.html' title='Bisiki Hatimu (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113557300139933045</id><published>2005-12-25T20:44:00.000-08:00</published><updated>2005-12-25T20:56:41.410-08:00</updated><title type='text'>Persahabatan Maya (sebuah puisi)</title><content type='html'>Atas nama persahabatan&lt;br /&gt;kumulai permainan ini&lt;br /&gt;kata sapa silih berganti&lt;br /&gt;dan entah kapan akan berakhir&lt;br /&gt;sebab seiring dengan bisikan waktu&lt;br /&gt;engkau begitu terasa dekat&lt;br /&gt;dalam ikrar persahabatan maya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski garis wajah&lt;br /&gt;tak pernah beradu&lt;br /&gt;lukis senyum&lt;br /&gt;tak merayu kanvas&lt;br /&gt;dan genggam tangan&lt;br /&gt;tak pernah bertaut&lt;br /&gt;tetapi sebuah dunia menjalin&lt;br /&gt;bifurkasi dua insan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia tanpa rupa&lt;br /&gt;tetapi mwujud&lt;br /&gt;dunia tanpa basa-basi&lt;br /&gt;yang memendam beribu makna&lt;br /&gt;dunia yang buram&lt;br /&gt;tetapi menawarkan lentera&lt;br /&gt;dunia imaji yang merealitas&lt;br /&gt;dan itulah dunia&lt;br /&gt;pemuja persahabatan&lt;br /&gt;bersama lembah perkawanan maya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makassar, 21 Desember 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113557300139933045?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113557300139933045/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113557300139933045&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113557300139933045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113557300139933045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/12/persahabatan-maya-sebuah-puisi.html' title='Persahabatan Maya (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113557148087784438</id><published>2005-12-25T20:21:00.000-08:00</published><updated>2005-12-25T20:31:20.893-08:00</updated><title type='text'>Diamku Tak Bisu ( sebuah puisi )</title><content type='html'>Sedang kududuk&lt;br /&gt;kala sapa tanya&lt;br /&gt;perlahan terhembus&lt;br /&gt;tetapi terus kubungkam&lt;br /&gt;dan terbalas dengan tajamnya sorotanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutahu kau kesal&lt;br /&gt;padahal aku tak mengapa&lt;br /&gt;sebab tanya tak mesti kujawab&lt;br /&gt;biarkan ia&lt;br /&gt;menerobos tirai-tirai&lt;br /&gt;tradisi yang kau pertuhankan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat engkau turut terdiam&lt;br /&gt;kitapun sama-sama &lt;br /&gt;terbenam dalam permainan imaji&lt;br /&gt;yang bertaut dengan alunan serunai&lt;br /&gt;ingin kuberucap&lt;br /&gt;biarkan diam melukis damai&lt;br /&gt;tetapi hentakan kaki&lt;br /&gt;beralas sepatu berbahan lumpur&lt;br /&gt;memanggilmu pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini pendar ceria hilang&lt;br /&gt;lulutku kian tertekuk&lt;br /&gt;karena belum sempat&lt;br /&gt;kubisiki engkau kalimat berontak&lt;br /&gt;sebab ku tak ingin&lt;br /&gt;rasionalitas hilang&lt;br /&gt;karena diamku tak selamanya bisu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makassar (BALATKOP), 17 Desemberr 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113557148087784438?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113557148087784438/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113557148087784438&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113557148087784438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113557148087784438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/12/diamku-tak-bisu-sebuah-puisi.html' title='Diamku Tak Bisu ( sebuah puisi )'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113556731299299097</id><published>2005-12-25T18:54:00.000-08:00</published><updated>2005-12-25T19:21:53.003-08:00</updated><title type='text'>Ku Benci Kau Dalam Shalatku ( sebuah puisi)</title><content type='html'>Lafazt takbir mulai kuucap&lt;br /&gt;tetapi yang tampak adalah senyummu&lt;br /&gt;dan ketika aku mencari lentera&lt;br /&gt;menepaki jalan berliku&lt;br /&gt;menuju lurusnya jalan keberkahan&lt;br /&gt;engkau meraih tanganku&lt;br /&gt;untuk bersama ke lembah&lt;br /&gt;pertarungan rasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berontak tidaaaaaak&lt;br /&gt;karena saat ini &lt;br /&gt;kuingin bercinta dengan-Nya&lt;br /&gt;waktuku tak cukup&lt;br /&gt;untuk duniamu&lt;br /&gt;karena kita ditakdirkan berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Izinkan aku menghapus bayangmu&lt;br /&gt;untuk yang kesekian kalinya&lt;br /&gt;karena sekarang&lt;br /&gt;kuingin belajar hakikat Cinta&lt;br /&gt;yang tak pernah kudapat darimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuingin kau pergi&lt;br /&gt;sebelum aku benar-benar murka&lt;br /&gt;lantaran seringnya kau rampas khusukku&lt;br /&gt;setiap kutegak ke arah kiblatku&lt;br /&gt;maafkan aku&lt;br /&gt;untuk saat ini&lt;br /&gt;kubenci kau dalam sembahku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makassar( BALATKOP ), 15 Desember 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113556731299299097?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113556731299299097/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113556731299299097&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113556731299299097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113556731299299097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/12/ku-benci-kau-dalam-shalatku-sebuah.html' title='Ku Benci Kau Dalam Shalatku ( sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113508844633402323</id><published>2005-12-20T06:10:00.000-08:00</published><updated>2005-12-20T06:20:46.350-08:00</updated><title type='text'>Manusia Aneh ( Sebuah Puisi )</title><content type='html'>Dalam perjalananku pulang&lt;br /&gt;menelusuri gang kecil tanpa selokan&lt;br /&gt;aku sempat melihat sosok yang tak jelas&lt;br /&gt;tertawa lalu menangis&lt;br /&gt;sangat miris terdengar&lt;br /&gt;meskipun bau apek sampah&lt;br /&gt;tak karuan mengaduk&lt;br /&gt;lubang hidungku&lt;br /&gt;tapi perhatianku tetap&lt;br /&gt;tertuju pada wanita berambut lurus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia, meratap dalam kepiluan&lt;br /&gt;Dan tertawa seakan-akan&lt;br /&gt;dalam sekejap kejaran gundahnya hilang&lt;br /&gt;Siapakah dia?&lt;br /&gt;aku juga tak tahu&lt;br /&gt;yang jelasnya&lt;br /&gt;sekarang dia berjalan kearahku&lt;br /&gt;dan sesekali menjambak rambutnya&lt;br /&gt;dan menggertakku dalam bahasa aneh&lt;br /&gt;Iya..inilah bahasa hati&lt;br /&gt;manusia yang teraniaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makassar, 20 desember 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113508844633402323?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113508844633402323/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113508844633402323&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113508844633402323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113508844633402323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/12/manusia-aneh-sebuah-puisi.html' title='Manusia Aneh ( Sebuah Puisi )'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113508770628851596</id><published>2005-12-20T06:01:00.000-08:00</published><updated>2005-12-20T06:08:26.310-08:00</updated><title type='text'>Dualisme Malam ( sebuah puisi )</title><content type='html'>Jika semburat hitam&lt;br /&gt;telah membunyarkan pandangan&lt;br /&gt;banyak yang ceria&lt;br /&gt;dan ada pula yang meratap&lt;br /&gt;sebab malam adalah&lt;br /&gt;arena kepahitan hidup&lt;br /&gt;altar kepura-puraan semata&lt;br /&gt;lukisan kepasrahannya&lt;br /&gt;dan mimpi buruk bagi langit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kau tanya&lt;br /&gt;pada rumput kecil&lt;br /&gt;apa arti malam baginya&lt;br /&gt;yang jika gelap&lt;br /&gt;ribuan telapak mencerca&lt;br /&gt;sapuan tangan kasar&lt;br /&gt;mencerabut dan dia pun terkapar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu temuilah setiap atap&lt;br /&gt;bukankah malam.. &lt;br /&gt;memaksa mereka untuk&lt;br /&gt;terdiam dalam kepahitan?&lt;br /&gt;dan terbenam dalam&lt;br /&gt;kutukan nasib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas liriklah&lt;br /&gt;hamba pada keheningan malam&lt;br /&gt;akan kau dapat&lt;br /&gt;keberserahan diri&lt;br /&gt;dalam khusuknya sujud seorang hamba&lt;br /&gt;karena malam tak selamanya kelam&lt;br /&gt;tapi kekelaman &lt;br /&gt;akan mencerminkan perenungan&lt;br /&gt;inilah dualisme malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makassar, 20 desember 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113508770628851596?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113508770628851596/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113508770628851596&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113508770628851596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113508770628851596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/12/dualisme-malam-sebuah-puisi.html' title='Dualisme Malam ( sebuah puisi )'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113448798540807844</id><published>2005-12-13T07:13:00.000-08:00</published><updated>2005-12-13T07:33:05.416-08:00</updated><title type='text'>Bunda Berhati Sutera ( Sebuah puisi )</title><content type='html'>Sapuan gaun kasih&lt;br /&gt;sengaja kau usapkan &lt;br /&gt;di wajahku yang letih&lt;br /&gt;sebab kau tahu&lt;br /&gt;aku yang rapuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatapan kesenduan sinar&lt;br /&gt;membenamkan aku&lt;br /&gt;pada kebeningan telaga&lt;br /&gt;bermuara kasih sayang&lt;br /&gt;karena kaulah yang paham&lt;br /&gt;akan siapa aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada belaian&lt;br /&gt;yang melebihi lembutnya&lt;br /&gt;sentuhan bunda berhati sutera&lt;br /&gt;saat susupan jemarimu&lt;br /&gt;kurasa syahdu&lt;br /&gt;menelusuri belahan rambutku&lt;br /&gt;yang mulai gugur&lt;br /&gt;oleh jambakan keterpisahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika coba kubayangkan&lt;br /&gt;hadirmu dalam hadirnya&lt;br /&gt;maka tetap engkau yang kupilih&lt;br /&gt;mendiami tahta istana hatiku&lt;br /&gt;walau uluran tangan-Nya &lt;br /&gt;yang kau sambut kemarin&lt;br /&gt;telah menjauhkanmu dariku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kakiku merangkak&lt;br /&gt;dalam amputasi cinta &lt;br /&gt;yang terkoyak&lt;br /&gt;ketegaran yang kau titip&lt;br /&gt;akan berusaha kumaknai&lt;br /&gt;agar aku bisa menjadi perempuan&lt;br /&gt;dewasa dalam perjalanan hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuharap hadirmu&lt;br /&gt;dalam langkahku&lt;br /&gt;menitip keindahan nirwana&lt;br /&gt;lewat siluet senyum&lt;br /&gt;bundaku yang berhati sutera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar, 12 Desember 2005&lt;br /&gt;Puisi ini kutitipkan untuk bunda sebagai pengantar perjalananya di alam yang lain. Puisi ini untuk mengenang 8 tahun kematian bunda (beliau wafat tgl 12 desember 1997) Bunda dihatiku engkau tetap ada dan doakan aku agar cepat berhasil memenuhi impianmu dulu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113448798540807844?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113448798540807844/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113448798540807844&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113448798540807844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113448798540807844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/12/bunda-berhati-sutera-sebuah-puisi.html' title='Bunda Berhati Sutera ( Sebuah puisi )'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113448592914097670</id><published>2005-12-13T06:51:00.000-08:00</published><updated>2005-12-13T06:58:49.150-08:00</updated><title type='text'>Semburat Hidup ( sebuah puisi )</title><content type='html'>jangan coba bakar serabut&lt;br /&gt;jika kau tak undang asap&lt;br /&gt;sebab kepulannya&lt;br /&gt;akan menghalangi&lt;br /&gt;sinaran pandang&lt;br /&gt;yang kau lukis jernih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berani membelah kelapa&lt;br /&gt;jika tak kau siapkan belanga&lt;br /&gt;penampung air&lt;br /&gt;sebab walau setetes &lt;br /&gt;ia akan melepas&lt;br /&gt;dahaga musafir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian hal hidup&lt;br /&gt;yang kau jalani&lt;br /&gt;selalu saja ingin bersua dengan pilihan&lt;br /&gt;sehingga jika emas yang kau harap&lt;br /&gt;maka hadirkanlah sebutir labu&lt;br /&gt;yang ditanam pada ladang iman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika kalu pilih tikaman duri&lt;br /&gt;maka peliharalah ikan&lt;br /&gt;di air lusuh&lt;br /&gt;ia akan menghadirkan&lt;br /&gt;tulang yang kotor lagi tajam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makassar, 13 Desember 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113448592914097670?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113448592914097670/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113448592914097670&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113448592914097670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113448592914097670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/12/semburat-hidup-sebuah-puisi.html' title='Semburat Hidup ( sebuah puisi )'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113396597116212073</id><published>2005-12-07T06:27:00.000-08:00</published><updated>2005-12-07T06:32:51.173-08:00</updated><title type='text'>Di  tengah Kabut Kutemukan Dia ( sebuah cerpen)</title><content type='html'>oleh : art 02&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udara pegunungan ternyata memang sangat sejuk, meskipun sesekali udara sejuk itu berubah menjadi dingin, namun bagi Tiara dan kawan-kawannya, hal itu nggak menjadi masalah. " Namanya juga Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA), harus kuat dong dan nggak boleh manja". Okey â€¦.. sahut Elvira menyemangati Dianra yang mulai kehabisan tanaga saat mereka hampir mencapai puncak gunung Latimojong. Sebuah ekspedisi akhir tahun yang sangat mengasyikkan, ditambah lagi pemandangannya yang betul-betul alami dan tebaran edelways yang menebar pesonanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pukul 20.00 WITA rombongan MAPALA telah berhasil mencapai puncak gunung, tenda mulai dipasang, tungku dinyalakan dan suara canda tawa menggema meskipun pancaran kelelahan menghiasi wajah mereka." Kak Ryan, tenda yang diujung sana, buat kami berdua yach " sahut Tiara pada Ryan sebagai ketua rombongan. " Iya â€¦. dech, tapi kalau kalian mau gabung sama anak cowok, nggak apa-apa juga sich " jawab Ryan dengan nada bercanda. " nggak mau, akh". Teriak Tiara dan Elvira secara serentak. Kebetulan dalam ekspedisi kali ini hanya mereka berdua, kaum hawa yang nekat ikut diantara delapan orang kaum adam.&lt;br /&gt;Setelah tiga hari menghabiskan waktunya dipuncak gunung, akhirnya mereka bersepakat untuk kembali karena persediaan makanan sudah semakin menipis. Sesampainya di kaki gunung mereka memutuskan untuk beristirahat di kediaman pak kades. " Seabaiknya kalian istirahat dulu, soalnya di desa ini kendaraan hanya ada pada waktu-waktu tertentu, jadi kalian harus sabar yach" kata pak kades saat menerima tim MAPALA ini. Malam yang berkabut menyelimuti mereka yang sedang tertidur pulas. Namun hingga pukul dua belas malam mata Tiara enggan untuk terpejam. Sesekali ditatapnya tarian tirai jendela yang dipermainkan oleh angin dan sayup-sayup ia mendengar sebuah nada aneh. Rasa penasaran membaluti pikirannya. " Siapa yach, yang lagi melantunkan kalimat Ilahi ditengah malam begini?". Ia mencoba membuka tirai yang membatasi pandangannya dan diseberang sana terlihat jelas seorang wanita tengah melakukan sebuah ritual suci. Selang beberapa waktu terdengar lagi raungan yang begitu memilukan. Rasa penasaran Tiara semakin memuncak. Ia menoleh ke arah Elvira yang sedang terlelap. " Haruskah aku membangunkan dia". Tiara tidak tega mengganggu kawannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama Tiara berpikir sementara tangisan diseberang sana tidak kunjung reda. Didorong rasa ingin tahu Tiara berlari menembus tebalnya kabut malam mendekati sebuah surau, tempat asal suara itu. Tetapi saat Tiara menginjakkan kaki didepan pintu surau, seorang gadis berjubah putih berlari menjauhinya dan tenggelam ditelan kabut mala. Tiara tidak berkata apa-apa dan langsung kembali ke kediaman pak kades. Keesokan harinya saat mereka sedang berhadapan dengan sarapan pagi, beribu pertanyaan yang berpendar dibenak Tiara yang tak mampu dibendungnya. " Pak â€¦.. semalam aku melihat seorang wanita di surau sana". Tanya Tiara pada pak kades. " Ohâ€¦. Dia itu wanita gila nak, nggak usah dipikirkan". " Akh â€¦. masa sich pak, padahal semalam aku dengar ngajinya bagus banget dan tajwidnya juga benar". Tiara agak ragu dengan jawaban pak kades. " Dulu dia itu wanita yang pandai, tetapi setelah kuliah di kota, kata orang dia ikut ajaran sesat dan bertingkah yang aneh-aneh ditambah lagi penampilannya berubah total. Jadi orang tuanya memulangkan ke desa untuk menyembuhkan penyakitnya".&lt;br /&gt;Mereka saling bertatapan dan mata mereka semakin memancarkan beribu tanya. " Aku nggak yakin wanita itu gila " Tiara mulai angkat bicara saat mereka melintasi tepi sungai didesa itu. " Terus rencana kamu apa Tiâ€¦" tanya Elvira " aku akan berusaha mendekati gadis itu". Elvira tersenyum karena dia tahu bangat siapa Tiara, gadis yang takkan pernah berhenti jika rasa penasarannya belum terjawab. Malam kembali menyapa dan membuai insan-insan dalam dekapannya. Tiara dan Elvira berusaha melawan rasa kantuknya. Mereka telah sepakat untuk membuka teka-teki tentang gadis itu malam ini. " Krikâ€¦.krikâ€¦.krik", sesekali suara jangkrik terdengar. " Tiâ€¦. sekarang sudah pukul tiga dini hari tapi kok, suara gais itu nggak kedengaran". " Aku juga heran dech, atau kita ke surau aja untuk memastikan gadis itu ada atau tidak" . Okey â€¦..jawab Elvira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka melangkah menuju sebuah surau. Dan mereka sangat terkejut menyaksikan seorang gadis tengah duduk bersimpuh dengan linangan air mata. Tiara dan Elvira mendekati gadis itu dan mengucap salam secara bersamaan. Gadis yang disapa terperanjak karena dia tak tahu ada orang di surau ini selain dia. Gadis itu menjawab salam mereka dan bergegas pergi. Tiara mencoba menahan langkah gadis itu . " Jangan pergi", Tiara menggenggam tangannya." Apa sebenarnya yang terjadi" tanya Tiara. Gadis itu terdiam dan mutiara putih kini mulai terusik." Mereka nggak adil â€¦.mereka nggak adil". Maksud kamu apa, siapa yang nggak adil. Elvira sangat penasaran. " Mereka menganggap aku gila, katanya aku sesat, mereka nggak mau terima aku dalam keadaan begini". Sambil memperlihatkan potret seorang gadis dengan balutan kerudung besar." Eh Ti â€¦.inikan kak Istiqamah". Tiara memperhatikan potert itu dengan seksama dan ternyata benar, gadis yang berada di foto itu adalah kak Istiqamah, orang yang telah membuat Tiara dan Elvira mengenal diri dan kesucian agamanya. Orang yang telah menyelamatkan mereka dari lembah maksiat dengan penuh kasih. Gadis berjubah putih itu merangkul Tiara dan Elvira sambil berucap " akulah Istiqamah". Tiara dan Elvira tak kuasa menahan tangisnya. " Kami mencari kakak selama berbulan-bulan, tapi kami tidak menemukan kakak, ternyata kakakâ€¦.." Elvira tak mampu melanjutkan ucapannya." Sudahlah dinda, perjuangan memang butuh pengorbanan, yang jelasnya tidak membuat kita lupa akan diri dan keyakinan kita".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istiqamah tersenyum kepada kedua gadis dihadapannya kemudian berlalu pergi dan selaksa aura ketegaran terpancar diwajahnya." Akhirnya dalam tebalnya kabut malam kutemukan Dia" desah Tiara dalam hatinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113396597116212073?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113396597116212073/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113396597116212073&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113396597116212073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113396597116212073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/12/di-tengah-kabut-kutemukan-dia-sebuah.html' title='Di  tengah Kabut Kutemukan Dia ( sebuah cerpen)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113370966285707940</id><published>2005-12-04T06:59:00.000-08:00</published><updated>2005-12-04T07:21:08.413-08:00</updated><title type='text'>Ada  Pelangi Di Terik Mentari ( Sebuah Puisi)</title><content type='html'>Perlahan dia datang&lt;br /&gt;Menyapa dingin&lt;br /&gt;menjulang tinggi&lt;br /&gt;dengan langkah pongah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan awal &lt;br /&gt;terasa sejuk&lt;br /&gt;tetapi selaksa cahaya&lt;br /&gt;dipertengahan siang&lt;br /&gt;kian menyengat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekelompok bangau putih&lt;br /&gt;terkesima&lt;br /&gt;kilau sayapnya&lt;br /&gt;terhempas mentari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekoyong-koyong terdengar&lt;br /&gt;cekikan segerombolan gadis&lt;br /&gt;berkendara siluet warna&lt;br /&gt;dan sehelai selendang&lt;br /&gt;bersenandung ria&lt;br /&gt;mepermainkan ketenangan kali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelangi telah terbit di tengah terik&lt;br /&gt;mengantar gadis-gadis surga&lt;br /&gt;pada kebugilan tubuh&lt;br /&gt;padahal yang kutahu&lt;br /&gt;mereka adalah sosok suci&lt;br /&gt;yang coba mengabaikan&lt;br /&gt;tikaman mentari&lt;br /&gt;demi kesenangan&lt;br /&gt;yang ditawarkan dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makassar, 04 Desember 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113370966285707940?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113370966285707940/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113370966285707940&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113370966285707940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113370966285707940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/12/ada-pelangi-di-terik-mentari-sebuah_04.html' title='Ada  Pelangi Di Terik Mentari ( Sebuah Puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113370762697694363</id><published>2005-12-04T06:36:00.000-08:00</published><updated>2005-12-04T06:47:06.990-08:00</updated><title type='text'>Aku Ingin Mencintai Dengan Sederhana ( Sebuah Puisi)</title><content type='html'>Pertarungan telah dimulai&lt;br /&gt;menyulutkan kembali&lt;br /&gt;perseteruan iblis dan manusia&lt;br /&gt;petaka tidak akan&lt;br /&gt;pernah sirnah&lt;br /&gt;karena manusia suka tergoda&lt;br /&gt;dan iblislah penggodanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal penciptaan&lt;br /&gt;masing-masing ego berbicara&lt;br /&gt;iblis merasa&lt;br /&gt;pantas dengan kobaran apinya&lt;br /&gt;sedang manusia berucap kuasa&lt;br /&gt;akan sari pati tanah di dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga mewujudlah Adam&lt;br /&gt;sebagai titisan sesepuh langit&lt;br /&gt;yang pertama&lt;br /&gt;tetapi iblis tak mau bersujud&lt;br /&gt;meskipun sabda tuhan&lt;br /&gt;telah mengharuskan&lt;br /&gt;"ini bukanlah pengingkaran pada sesepung langit"&lt;br /&gt;iblis berkata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tampillah keadilanNya&lt;br /&gt;dimana iblis menjadi &lt;br /&gt;bumerang bagi manusia&lt;br /&gt;dan manusia diserahi&lt;br /&gt;amanah kekhalifaan&lt;br /&gt;sekaligus kehambaan&lt;br /&gt;di muka bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesepuh langit menjadi hakim&lt;br /&gt;pada pertarungan ini&lt;br /&gt;dan tak akan &lt;br /&gt;mungkin pilih kasih&lt;br /&gt;akan kekalahan manusia&lt;br /&gt;jika mereka &lt;br /&gt;memang sepatutnya kalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makassar, 04 desember 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113370762697694363?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113370762697694363/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113370762697694363&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113370762697694363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113370762697694363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/12/aku-ingin-mencintai-dengan-sederhana.html' title='Aku Ingin Mencintai Dengan Sederhana ( Sebuah Puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113370350777742314</id><published>2005-12-04T05:11:00.000-08:00</published><updated>2005-12-04T05:38:27.786-08:00</updated><title type='text'>Mencintai Dengan Sederhana (Sebuah Puisi)</title><content type='html'>Aku ingin mencintai dengan sederhana&lt;br /&gt;Ibarat merpati yang&lt;br /&gt;menjulangkan garis keperakan&lt;br /&gt;dan kicau pipit&lt;br /&gt;menyapa pagi&lt;br /&gt;kusisipkan cinta&lt;br /&gt;mengiringi seruan Ilahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin mencintai dengan sederhana&lt;br /&gt;laksana ketulusan hati&lt;br /&gt;bunda mendekap inangnya&lt;br /&gt;dan sehalus helaian&lt;br /&gt;kapas terbawa angin&lt;br /&gt;kuingin cintaku menderai damai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin mencintai dengan sederhana&lt;br /&gt;layaknya sebatang lilin&lt;br /&gt;menjadi lentera cahaya hati&lt;br /&gt;dan bisikan angin&lt;br /&gt;menggoda beringin&lt;br /&gt;sebab mencinta&lt;br /&gt;harus berani berbagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuingin mencintai dengan sederhana&lt;br /&gt;tanpa paksaan&lt;br /&gt;dan bungkaman kamuflase&lt;br /&gt;tanpa rupa&lt;br /&gt;tanpa bentuk&lt;br /&gt;biarkan cintaku&lt;br /&gt;yang menjawab segalanya&lt;br /&gt;dalam jelmaan bidadari lusuh&lt;br /&gt;yang tercipta dari kesederhanaan cinta&lt;br /&gt;Dalam barisan gadis kecil dipinggiran jalan&lt;br /&gt;bersama pengemis buta&lt;br /&gt;bermata tongkat kayu&lt;br /&gt;serta si busung lapar dan korban penggusuran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak butuh pengakuan&lt;br /&gt;kemewahan cinta&lt;br /&gt;sebab yang mencinta&lt;br /&gt;hanya mampu berjanji&lt;br /&gt;tunggulah...aku&lt;br /&gt;dalam kesederhanaan cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makassar, 04 Desember 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113370350777742314?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113370350777742314/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113370350777742314&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113370350777742314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113370350777742314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/12/mencintai-dengan-sederhana-sebuah.html' title='Mencintai Dengan Sederhana (Sebuah Puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113361001383480857</id><published>2005-12-03T03:28:00.000-08:00</published><updated>2005-12-03T03:40:13.860-08:00</updated><title type='text'>Altar Ego ( sebuah puisi)</title><content type='html'>pukul 09.00 seorang ibu berjalan tergopoh-gopoh&lt;br /&gt;ia menepaki ruang dengan telapak berdarah&lt;br /&gt;tiada siapa yang tahu, apa dan mengapa?&lt;br /&gt;tanpa berkomentar panjang&lt;br /&gt;hamburan kata-kata terucap dari bibirnya&lt;br /&gt;Adil... dimana keadilan-Mu?&lt;br /&gt;disaat aku harus mengais kepingan logam&lt;br /&gt;di pinggiran jalan dengan tatapan hina mereka!!&lt;br /&gt;Apakah Engkau memang pengasih?&lt;br /&gt;kantas mengapa gasid kecilku harus menggantungkan hidupnya&lt;br /&gt;pada recehan yang kuraih hari ini!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum habis ia berucap&lt;br /&gt;pukul 09.00 berikutya&lt;br /&gt;hadir sosok jelita dengan simbahan air mata&lt;br /&gt;Semua ini bukan salahku?&lt;br /&gt;Bukan pula mauku?&lt;br /&gt;tetapi Engkaulah yang mencipta dan merekayasa realitas&lt;br /&gt;Hidupku menjadi seorang pengabdi nafsu&lt;br /&gt;Mengapa sebelum mautku datang&lt;br /&gt;Engkau telah membuka gerbang jahannam buatku?&lt;br /&gt;apakah semua dosa mesti kuemban?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga 09.00 dini hari&lt;br /&gt;Hadir seberkas cahaya yang membisikkan kata :&lt;br /&gt;"dunia adalah altar ego&lt;br /&gt;dimana setiap manusia melakukan pertarungan&lt;br /&gt;jika engkau tak mencoba memahami&lt;br /&gt;maka altar ego dipersiapkan untukmu&lt;br /&gt;jalani apa adanya, karena Tuhan sesungguhnya maha adil"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makassar, 02 Desember 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113361001383480857?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113361001383480857/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113361001383480857&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113361001383480857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113361001383480857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/12/altar-ego-sebuah-puisi.html' title='Altar Ego ( sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113360925589000688</id><published>2005-12-03T03:15:00.000-08:00</published><updated>2005-12-03T03:27:35.926-08:00</updated><title type='text'>Telaga Berkisah ( sebuah puisi)</title><content type='html'>Karena datangnya air &lt;br /&gt;tak dapat kutolak&lt;br /&gt;maka kubiarkan hamparannya menggenangiku&lt;br /&gt;bersama riak &lt;br /&gt;yang dipermainkan angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memang terlahir&lt;br /&gt;dengan aura keteduhan&lt;br /&gt;dari rahim kesucian&lt;br /&gt;dan berayah kedamaian&lt;br /&gt;Ibuku adalah segumpal &lt;br /&gt;kerinduan akan kidung sang pencinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalau saja&lt;br /&gt;suatu saat kesejukan air&lt;br /&gt;enggan bersua lagi&lt;br /&gt;maka kuharap kenangan&lt;br /&gt;akan hadirnya telaga mimpi&lt;br /&gt;tak terhapus semburat ambisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebab kutahu...&lt;br /&gt;tak selamanya aku kan ada&lt;br /&gt;meski sekarang telagaku &lt;br /&gt;masih sejernih&lt;br /&gt;kisah persahabatan dengan sang angin&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;makassar, 2 Desember 2005&lt;br /&gt;Specialy untuk kak indra... selamat menjalin siraman mentari di hati kk.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113360925589000688?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113360925589000688/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113360925589000688&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113360925589000688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113360925589000688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/12/telaga-berkisah-sebuah-puisi.html' title='Telaga Berkisah ( sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113333951333872171</id><published>2005-11-30T00:26:00.000-08:00</published><updated>2005-12-03T01:33:13.793-08:00</updated><title type='text'>JERAMI HIJAU (Sebuah Puisi)</title><content type='html'>Masih seperti kemarin&lt;br /&gt;Padi mulai berisi&lt;br /&gt;Dan arit siap memetik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyisakan rumpunan&lt;br /&gt;Jerami kering&lt;br /&gt;Yang perlahan lapuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selaksa sinar&lt;br /&gt;Kehijauan terpancar&lt;br /&gt;Kala jerami kering&lt;br /&gt;Tersapu siang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada jerami hijau&lt;br /&gt;Yang tersulur sendiri&lt;br /&gt;berusaha lepas dan lari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setangkai jerami hijau&lt;br /&gt;Ditengah petaka panas&lt;br /&gt;Mencari jalan&lt;br /&gt;Menembus kegetiran&lt;br /&gt;Antara tetap hidup &lt;br /&gt;Atau mati bersama jerami kering&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar, 1 Desember 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113333951333872171?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113333951333872171/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113333951333872171&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113333951333872171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113333951333872171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/11/jerami-hijau-sebuah-puisi.html' title='JERAMI HIJAU (Sebuah Puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113333911140184618</id><published>2005-11-30T00:14:00.000-08:00</published><updated>2005-11-30T00:25:11.410-08:00</updated><title type='text'>Elegi sepenggal hari ( Sebuah Puisi)</title><content type='html'>Pagi, tatkala jalan&lt;br /&gt;Membasa....&lt;br /&gt;Kusaksikan puluhan perempuan desa&lt;br /&gt;Menarik sabit&lt;br /&gt;Terlilit kebaya&lt;br /&gt;Berjalan riang&lt;br /&gt;Bergandeng canda&lt;br /&gt;Mentari menarik simpati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang, tetesan keringat&lt;br /&gt;Menjatuh....&lt;br /&gt;Usapan manja mencuat&lt;br /&gt;Kerlingat mata perih tertutup&lt;br /&gt;Mentari menerjang ganas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senja, langkah bergegas&lt;br /&gt;Kembali....&lt;br /&gt;Gemerincing gelang terdengar&lt;br /&gt;Gadis desa melipat selendang&lt;br /&gt;Bersandar pada pohon lelahnya&lt;br /&gt;Tak sadar, ia terlelap&lt;br /&gt;Dan bencana itu datang&lt;br /&gt;Kesuciannya pergi bagai mimpi&lt;br /&gt;Membalut malam, menjemput kesengsaraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, ia hanya mampu&lt;br /&gt;Menatap....&lt;br /&gt;Namu diam, adalah pilihannya&lt;br /&gt;Karena, petaka melahirkan kehinaan&lt;br /&gt;Sedangkan ia tak pernah tahu&lt;br /&gt;Dan tak akan ingin&lt;br /&gt;Bukankah itu adalah kehendak-Nya juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar, 1 desember 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113333911140184618?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113333911140184618/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113333911140184618&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113333911140184618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113333911140184618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/11/elegi-sepenggal-hari-sebuah-puisi.html' title='Elegi sepenggal hari ( Sebuah Puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113275830518738979</id><published>2005-11-23T06:57:00.000-08:00</published><updated>2005-11-30T00:12:21.483-08:00</updated><title type='text'>Pendar risau (sebuah puisi)</title><content type='html'>Untukmu yang menabuh ikrar&lt;br /&gt;Kucipta harap yang tulus&lt;br /&gt;Kugubah syair yang halus&lt;br /&gt;Dan kuharap Cinta yang ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kulihat ada segumpal&lt;br /&gt;Awan hitam&lt;br /&gt;Ukiran kata yang terkirim&lt;br /&gt;Melelehkan lilin-lilin hatiku&lt;br /&gt;Secerca sinar yang kupertahankan hidup&lt;br /&gt;Redup dan menyisakan lelehan putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi akan tetap ku jalin ia&lt;br /&gt;Agar sumbunya mampu&lt;br /&gt;Mengidupkan sinar yang kau kirim&lt;br /&gt;Lewat kata yang kemarin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makassar, 23 Nopember 2005&lt;br /&gt;To K' M_H&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113275830518738979?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113275830518738979/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113275830518738979&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113275830518738979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113275830518738979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/11/pendar-risau-sebuah-puisi.html' title='Pendar risau (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113275775643099558</id><published>2005-11-23T06:27:00.000-08:00</published><updated>2005-11-23T06:55:56.446-08:00</updated><title type='text'>Senandung Pagi</title><content type='html'>Sebilah cahaya menikam mataku&lt;br /&gt;Tatkala kelopaknya perlahan terbuka&lt;br /&gt;Dzikir coba kutabur&lt;br /&gt;Menemani riangnya sang pagi&lt;br /&gt;Menyambut senyum mentari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Altar alam mulai menantang&lt;br /&gt;Langkah manusia akan menyeruak&lt;br /&gt;Takbir pun mengiringinya&lt;br /&gt;Namun tak sedikit yang lupa diri&lt;br /&gt;Menghamba pada dunia&lt;br /&gt;Menuhankan jabatan&lt;br /&gt;Menuduh bukan masalah&lt;br /&gt;Membunuh sudah biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senandung pagi lelah&lt;br /&gt;Tak seindah hari kemarin&lt;br /&gt;Sunyi oleh kejujuran&lt;br /&gt;Samar dengan keihklasan&lt;br /&gt;Parau oleh gilasan ambisi&lt;br /&gt;Semua salah&lt;br /&gt;Dan aku bingung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senandung pagi luruh&lt;br /&gt;Dan entah kapan kan merdu lagi&lt;br /&gt;Ku harap ulur kasihmu&lt;br /&gt;sahabat....agar &lt;br /&gt;Senandung itu membangunkan aku lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makassar, 23 November 2005&lt;br /&gt;Buat temannya K' Samsir&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113275775643099558?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113275775643099558/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113275775643099558&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113275775643099558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113275775643099558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/11/senandung-pagi.html' title='Senandung Pagi'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113258643768549238</id><published>2005-11-21T06:56:00.000-08:00</published><updated>2005-11-21T07:20:37.696-08:00</updated><title type='text'>Senandung Angin (sebuah puisi)</title><content type='html'>Ketika kubertanya pada angin&lt;br /&gt;Tentang dia yang disana&lt;br /&gt;Kudengar berhembus pelan&lt;br /&gt;Mengantarkan bahasa jiwa seorang kawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah dibalik tiraimu&lt;br /&gt;Diantara gelapnya malam&lt;br /&gt;Senyumnya menghalau purnama&lt;br /&gt;Diantara teriknya mentari&lt;br /&gt;Tulusnya meneduh bumi&lt;br /&gt;Tetaplah menjalin pelangi bersamanya&lt;br /&gt;Dan himpunlah setiap tetes jiwa&lt;br /&gt;Agar aku dan kamu&lt;br /&gt;Setia merajut kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bawalah setiap helai&lt;br /&gt;harapmu..&lt;br /&gt;Bisiki aku jika kau rindu&lt;br /&gt;Biar senandung Cinta&lt;br /&gt;Tetap menjalin ceria&lt;br /&gt;dihatimu..hatinya dan hati kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makassar, 20 November 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113258643768549238?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113258643768549238/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113258643768549238&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113258643768549238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113258643768549238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/11/senandung-angin-sebuah-puisi.html' title='Senandung Angin (sebuah puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113241490520314468</id><published>2005-11-19T06:52:00.001-08:00</published><updated>2005-11-19T07:41:45.203-08:00</updated><title type='text'>Tarian Ilalang (Sebuah Puisi )</title><content type='html'>Lambaian benang halus&lt;br /&gt;Menyapa lembut&lt;br /&gt;Bersama ia menari&lt;br /&gt;Meskipun irama pagi&lt;br /&gt;Tak seriang kemarin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sari-sari lembutnya&lt;br /&gt;sesekali dibiarkan gugur&lt;br /&gt;menemani bisikan mentari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat siang telah tertambat&lt;br /&gt;putihnya ilalang kian pudar&lt;br /&gt;namun ilalang&lt;br /&gt;tak berhenti menari&lt;br /&gt;selama angin &lt;br /&gt;berhembus sepoi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lantas hadirlah&lt;br /&gt;gerakan membentak&lt;br /&gt;tarian ilalang terhenti&lt;br /&gt;entah tangan siapa&lt;br /&gt;yang mencabutnya?&lt;br /&gt;hingga ia terkulai&lt;br /&gt;dan senyum pun tak mau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makassar, 19 november 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113241490520314468?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113241490520314468/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113241490520314468&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113241490520314468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113241490520314468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/11/tarian-ilalang-sebuah-puisi_19.html' title='Tarian Ilalang (Sebuah Puisi )'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113241434379689585</id><published>2005-11-19T06:52:00.000-08:00</published><updated>2005-11-19T07:32:23.823-08:00</updated><title type='text'>Tarian Ilalang (Sebuah Puisi )</title><content type='html'>Lambaian benang halus&lt;br /&gt;Menyapa lembut&lt;br /&gt;Bersama ia menari&lt;br /&gt;Meskipun irama pagi&lt;br /&gt;Tak seriang kemarin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sari-sari lembutnya&lt;br /&gt;sesekali dibiarkan gugur&lt;br /&gt;menemani bisikan mentari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat siang telah tertambat&lt;br /&gt;putihnya ilalang kian pudar&lt;br /&gt;namun ilalang&lt;br /&gt;tak berhenti menari&lt;br /&gt;selama angin &lt;br /&gt;berhembus sepoi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lantas hadirlah&lt;br /&gt;gerakan membentak&lt;br /&gt;tarian ilalang terhenti&lt;br /&gt;entah tangan siapa&lt;br /&gt;yang mencabutnya?&lt;br /&gt;hingga ia terkulai&lt;br /&gt;dan senyum pun tak mau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makassar, 19 november 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113241434379689585?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113241434379689585/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113241434379689585&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113241434379689585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113241434379689585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/11/tarian-ilalang-sebuah-puisi.html' title='Tarian Ilalang (Sebuah Puisi )'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113222178605294677</id><published>2005-11-17T01:59:00.000-08:00</published><updated>2005-11-17T02:03:06.053-08:00</updated><title type='text'>CERITA SELEMBAR DAUN ( Sebuah Puisi )</title><content type='html'>Kelopak senja gugur meranum&lt;br /&gt;Menikam hitamnya tanah tandus&lt;br /&gt;Menindih ketakberdayaan rumput&lt;br /&gt;Tetapi dia dipermainkan angin&lt;br /&gt;Dan hanyut dalam pusaran badai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini dia melayang pasrah&lt;br /&gt;Diatas seretan air berarus&lt;br /&gt;Sesekali riak mempermainkannya&lt;br /&gt;Namun apa yang mesti&lt;br /&gt;Dia lakukan???&lt;br /&gt;nafaspun tak cukup mendetakkan nadi&lt;br /&gt;Dia kini telah mati&lt;br /&gt;Diantara rindu dan dendamnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113222178605294677?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113222178605294677/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113222178605294677&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113222178605294677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113222178605294677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/11/cerita-selembar-daun-sebuah-puisi.html' title='CERITA SELEMBAR DAUN ( Sebuah Puisi )'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113222151430589620</id><published>2005-11-17T01:27:00.000-08:00</published><updated>2005-11-17T01:58:34.326-08:00</updated><title type='text'>YANG KUCINTA ( Sebuah Puisi )</title><content type='html'>Engkau sering bertanya&lt;br /&gt;Siapakah yang kucinta?&lt;br /&gt;Maka sekarang dengar jawabku&lt;br /&gt;Yang kucinta adalah dia&lt;br /&gt;Yang telah merangkulku &lt;br /&gt;Dalam rahimnya&lt;br /&gt;Yang telah membuaiku &lt;br /&gt;Di atas pangkuannya&lt;br /&gt;Dan menyapihku dengan Cinta&lt;br /&gt;Dialah yang kasihnya tak tuntut balas&lt;br /&gt;Dan dia pulalah yang mengajarkan arti hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian engkau lagi-lagi bertanya&lt;br /&gt;Tentang siapa yang kucinta&lt;br /&gt;Lantas kuberkata&lt;br /&gt;Yang kucinta adalah dia&lt;br /&gt;Sosok yang menabur janji&lt;br /&gt;Kala bidadarinya telah pergi&lt;br /&gt;Yang kucinta adalah&lt;br /&gt;Dia yang menari bersamaku dalam melodi usia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merekalah yang kucinta&lt;br /&gt;Merekalah yang kurindu&lt;br /&gt;Bukan kamu dan dia&lt;br /&gt;Kerana selain cinta-Nya&lt;br /&gt;Dan cinta mereka&lt;br /&gt;Aku meragu akan keihklasan cinta lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makassar, 14 November 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113222151430589620?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113222151430589620/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113222151430589620&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113222151430589620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113222151430589620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/11/yang-kucinta-sebuah-puisi.html' title='YANG KUCINTA ( Sebuah Puisi )'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113221934352036624</id><published>2005-11-17T01:13:00.000-08:00</published><updated>2005-11-17T01:22:23.530-08:00</updated><title type='text'>JANGAN... JANGAN (Sebuah Puisi )</title><content type='html'>Jangan paksa aku berdiri&lt;br /&gt;Jika bersimpuh lebih baik untukku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan ajak aku berdiri&lt;br /&gt;Jika melangkah pelan kurasa pasti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan seru aku dengan lafazmu&lt;br /&gt;Jika kurasa aku bukan bagian darimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab aku tak ingin&lt;br /&gt;Hidup dalam bayang-bayangmu&lt;br /&gt;Aku ingin segalanya&lt;br /&gt;Diawali dengan keihklasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin engkau akan berucap&lt;br /&gt;Aku egois!!!&lt;br /&gt;Namun sekali lagi&lt;br /&gt;Jangan menerka&lt;br /&gt;Sebab sangkaanmu tak mesti benar&lt;br /&gt;Jangan... jangan dan jangan!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar, 14 November 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113221934352036624?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113221934352036624/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113221934352036624&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113221934352036624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113221934352036624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/11/jangan-jangan-sebuah-puisi.html' title='JANGAN... JANGAN (Sebuah Puisi )'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113197981258419748</id><published>2005-11-14T06:28:00.000-08:00</published><updated>2005-11-14T06:50:12.610-08:00</updated><title type='text'>RUMAH PANGGUNG ( sebuah Cerpen )</title><content type='html'>By : Art 02&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pukul 21.00 WITA, kutelusuri sebuah gang kecil menuju pondokanku yang baru. Sudah hampir seminggu aku mendiami pondokan itu. Penghuninya kebanyakan mahasiswa kelas rendahan seperti aku. Dan hampir seminggu pula aku melintasi gang ini, namun keterasingan yang kurasa belum juga sirna. Aku juga tak tahu, mengapa lingkungan yang baru ini terkesan sangat tak bersahabat. Padahal  sudahku coba menjalin keakraban dengan beberapa tetangga terdekatku. Bahkan setiap aku pulang kampung tak lupa kubagikan oleh-oleh buat mereka. Tetapi hingga detik ini kurasa itu sia-sia saja. Setiap malam yang dapat aku saksikan saat aku pulang kerja adalah pemandangan yang sama. Yaitu sekelompok pemuda sedang asyik bercanda disertai dengan beberapa botol minuman beralkohol. Jika pagi telah tiba alunan musik dangdut yang saling bertalu terdengar begitu keras dari sound syistem penghuni rumah semi permanen yang memadati sepanjang gang itu. &lt;br /&gt; Aku seringkali berpikir, mungkin suatu saat kawasan ini akan tergusur juga oleh dinas keindahan kota, sebagaimana yang sering aku saksikan di layar TV. Tetapi untuk saat ini aku berdoa semoga hal itu tidak terjadi, karena bagiku inilah satu-satunya tempat yang strategis untuk menghemat dana transpor antara rumah, kampus dan tempatku bekerja. Bersyukurlah, saat ini semuanya bisa kujangkau dengan jalan kaki, mengingat harga BBM semakin membukit, dan otomatis hal itu berpengaruh terhadap naiknya tarif angkot. Sehingga aku yang terlanjur dimiskinkan oleh yang mengaku kaya menjadi semakin tercekik.&lt;br /&gt; Pernah suatu ketika, ada seorang teman yang menawarkan aku untuk pindah ketempat kost-kostannya yang terletak pada salah satu kawasan real estate. Namun aku tetap memilih disini karena menurutku aku ke kota metropolitan bukan untuk rekreasi tetapi kuliah!!! Orang tuaku di kampung yang nota bene adalah pedagang kaki lima pasti tidak akan sanggup mendanai keperluan yang terkesan hedonis, jika aku memilih itu. Cukuplah aku bisa dikuliahkan dan urusan hura-hura sebaiknya dilupakan dulu. Rumahku saat ini terdiri dari beberapa kamar yang saling berhadapan atau lebih dikenal dengan sapaan pondokan. Ia berada di sudut gang dan diapit oleh rumah-rumah kost yang lain beserta rumah penduduk setempat.&lt;br /&gt; Satu hal yang masih menjadi tanda tanya dibenakku, setiap kali aku berdiri di jendela kamarku adalah mitos rumah panggung yang menjadi buah bibir penduduk setempat. Rumah itu berdiri tegak tak jauh dari jendela kamarku, sehingga setiap kali aku membuka tirai jendela, pemandangan pertama yang menusuk mataku adalah rumah panggung itu. Beberapa kali penduduk pernah memperingatkanku agar berhati-hati dengan rumah panggung tersebut, namun aku tak memberikan tanggapan apa-apa karena menurutku rumah itu tampak biasa saja. Tak ada kesan menakutkan apalagi mesti harus kujahui. Kalau sudah begini aku lebih memilih diam, setiap kali nada-nada sumbang itu kudengar dan selanjutnya kukubur rasa lelah diantara heningnya malam yang sesekali diriuhkan oleh petikan gitar pemuda-pemuda yang ingin menghabiskan malamnya dipinggiran jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tak terasa ternyata malam menemaniku begitu lama. Pukul tiga dini hari aku masih tetap terjaga. Mungkin ini adalah pengaruh secangkir kopi yang kuteguk semalam, disaat mataku mulai meredup.&lt;br /&gt; “Aku harus tetap terbangun karena tugas kuliahku belum selesai.” Bentakku dalam hati sebagai motivasi diri.&lt;br /&gt; Menjelang adzan subuh berkumandang, kembali kugeser tirai jendela kamarku untuk menjemput cahaya benang putih dicakrawala. Namun lagi-lagi pandanganku berpendar pada rumah panggung itu. Tetapi sebagaimana biasanya, kesan yang dapat kulihat, rumah itu tampak sunyi dan gelap gulita. Kupalingkan pandanganku ke arah yang lain, dan tiba-tiba saja sekelebat cahaya lampu pijar menerangi sisi belakang rumah itu dan selanjutnya cahaya itu padam.&lt;br /&gt; Mungkinkah rumah itu berpenghuni? Atau jangan-jangan ada yang ingin merampok isi rumah itu? Pikirku.&lt;br /&gt; Dan seketika pikiranku tentang apa yang kusaksikan tadi menjadi buyar oleh kehadiran Pak Darmo, seorang imam mesjid di tempat itu.&lt;br /&gt; “Assalamu’alaikum,” ucapnya. &lt;br /&gt; “Wa’alaikum salam,” jawabku sambil melangkah ke arah sumber suara.&lt;br /&gt; “Bagaimana kabarmu, Nak? Apa kamu betah tinggal di tempat ini?” tanyanya.&lt;br /&gt; Aku tersenyum karena kukira dia akan mengajakku shalat subuh berjama’ah, tetapi ternyata shalat subuh telah usai mereka laksanakan. Aku baru tersadar bahwa sedari tadi waktuku begitu banyak terkuras oleh peristiwa rumah panggung tadi. Sampai-sampai adzan subuh tak sempat kudengar. Astaghfirullah .&lt;br /&gt; “Kamu baik- baik saja?” lanjutnya, sambil menatap aneh ke arahku.&lt;br /&gt; “Iy… iya, Pak!” jawabku dengan nada terkejud.&lt;br /&gt; “Kalau begitu bapak pamit dulu. Oh yah, pukul delapan nanti penduduk akan mengadakan kerja bakti untuk membersihkan selokan, dan tumpukan sampah di pojok sana.” Ucap Pak Darmo, sambil menunjuk tumpukan sampah yang berada di ujung lorong. Setelah itu dia bergegas pergi.&lt;br /&gt; Kuhirup udara pagi dalam-dalam, dan segera menghampiri keran air di belakang rumahku untuk berwudhu sebelum subuh benar-benar berlalu dan kutambatkan diriku di telapak Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; “Kak, jangan dekat-dekat rumah itu,” ucap seorang anak kecil saat kakiku telah berpijak di bawah kolong rumah panggung tersebut. &lt;br /&gt; Aku terdiam sejenak.&lt;br /&gt; “Hei… sobat!!! Sebaiknya kamu istirahat saja.” Teriak penduduk yang lain.&lt;br /&gt; Kucoba memalingkan wajah, untuk menghindri bau tak sedap dari aroma air selokan dan kuperhatikan disekelilingku. Ternyata semuanya sudah bersih, kecuali halaman rumah panggung ini. Satu persatu penduduk memasuki atapnya masing-masing. Sementara sebagaian yang lain mulai menjalankan aktivitas rutinnya seperti menggayuh becak dan menjajakkan kue-kue kecil.&lt;br /&gt; Dengan agak berat, kulangkahkan kakiku untuk kembali ke pondokanku juga, istirahat dan bersiap-siap ke toko MEBEL ABADI tempatku bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; Hari ini, aku harus kerja lembur. Ada pasokan barang yang baru tiba malam tadi. Aku sangat lelah, langkahku kubiarkan lambat dan sesekali mataku menoleh pada sekelompok pemuda yang lagi-lagi dimabukkan oleh alkohol. Aku berusaha untuk tidak memperdulikan mereka, karena mereka sudah tak bisa lagi diingatkan. Telinga mereka sudah tuli dan hati mereka telah mati. Yang dapat aku rasa, malam ini ternyata udara begitu dingin dan memaksa aku untuk menyalakan sebatang rokok agar dapat menghela kebekuan malam. Aku terus berjalan, sesekali kuperhatikan kepulan asap rokokku yang membentuk lingkaran asap. Tanpa kusadari ternyata aku sudah berada tidak jauh dari rumah panggung itu. Ini berarti sebentar lagi pondokanku akan kucapai. Kupercepat langkahku agar dapat cepat tiba di pondokku, tetapi tiba-tiba langkahku terhenti saat kusaksikan lagi tebaran cahaya lampu pijar di rumah panggung itu. Aku terpaksa menghentikan langkah dan kulirik seiko dipergelangan tanganku. PUKUL 01.00 DINI HARI!!!!&lt;br /&gt; “Siapa sebenarnya yang menyalakan lampu pijar itu? Bukankan rumah ini tak berpenghuni!” ucapku setengah berbisik.&lt;br /&gt; Entah kekuatan apa yang menstimulus keberanianku, sehingga tanpa sadar aku telah berdiri di atas beranda rumah itu. Kubuka perlahan-lahan daun pintunya. Dengan dada berdebar kulangkahkan kakiku ke dalamnya dan aku sangat terkejut. Saat sebatang korek api kunyalakan dan kudapati beberapa helai kain putih menutupi perabot-perabot yang ada di dalam rumah ini. Dan yang paling membuat aku terkejut, ketika kulangkahkan kakiku menuju cahaya lampu pijar yang kulihat tadi dan kudapati beberapa macam makanan untuk sesajen yang dihiasi dengan lilin-lilin merah. Sesaat tenggorokanku terasa sesak oleh kepulan asap dupa yang terperangkap dalam ruangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar, 13 November 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113197981258419748?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113197981258419748/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113197981258419748&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113197981258419748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113197981258419748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/11/rumah-panggung-sebuah-cerpen.html' title='RUMAH PANGGUNG ( sebuah Cerpen )'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113195242900269996</id><published>2005-11-13T23:09:00.000-08:00</published><updated>2005-11-13T23:13:49.010-08:00</updated><title type='text'>Seruling Malam III ( Sebuah Puisi )</title><content type='html'>Nada enggan mengalun&lt;br /&gt;Lantaran diluar sana terdengar jeritan&lt;br /&gt;Entah apa dan siapa?&lt;br /&gt;Karena rintihan hujan&lt;br /&gt;Seakan menyumbat semuanya&lt;br /&gt;Perlahan kuraih seruling&lt;br /&gt;Dan kutiupkan kesan hatiku saat ini&lt;br /&gt;Lantas kudapati &lt;br /&gt;Sebuah irama yang tak kumengerti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar, 14 November 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113195242900269996?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113195242900269996/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113195242900269996&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113195242900269996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113195242900269996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/11/seruling-malam-iii-sebuah-puisi.html' title='Seruling Malam III ( Sebuah Puisi )'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113180584154656725</id><published>2005-11-12T06:16:00.000-08:00</published><updated>2005-11-12T06:30:41.900-08:00</updated><title type='text'>Pena Berduri ( Sebuah Puisi )</title><content type='html'>Kutorehkan sebuah pena&lt;br /&gt;Pada selembar kertas kesendirian&lt;br /&gt;Lantas setitik tinta&lt;br /&gt;Mulai menodai kepolosan lembaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa simpati&lt;br /&gt;Karena ia tertikam belati&lt;br /&gt;Lantas kukirim lembaran kertas bernoda&lt;br /&gt;Karena aku bukanlah sosok dewa suci&lt;br /&gt;Ia kini tertawa&lt;br /&gt;hingga kudengar kabar&lt;br /&gt;Pena tak selamanya jujur merangkai&lt;br /&gt;Karena ternyata goresan penaku&lt;br /&gt;Terbalas dengan &lt;br /&gt;Kecurangan pena berduri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar, 11 November 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113180584154656725?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113180584154656725/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113180584154656725&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113180584154656725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113180584154656725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/11/pena-berduri-sebuah-puisi.html' title='Pena Berduri ( Sebuah Puisi )'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113180484732909964</id><published>2005-11-12T06:05:00.000-08:00</published><updated>2005-11-12T06:14:07.340-08:00</updated><title type='text'>Perawan Desa ( Sebuah Puisi )</title><content type='html'>Kutatap ia melangkah gemulai&lt;br /&gt;Menuruni sebuah anak sungai&lt;br /&gt;Dengan seutas kain &lt;br /&gt;Membaluti pancaran mahkotanya&lt;br /&gt;Sesekali ia mengibaskan selendang itu&lt;br /&gt;Tatkala ia mencoba menggelitik bahunya&lt;br /&gt;Dipinggulnya yang ramping&lt;br /&gt;Bertengger sebuah bakul&lt;br /&gt;Tempat ia menaruh harap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kucoba menyapanya dengan senyum&lt;br /&gt;Tetapi dia malah tertunduk malu&lt;br /&gt;Wajahnya yang memerah &lt;br /&gt;Coba ia sembunyi&lt;br /&gt;Dibalik tabir keanggunannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda...sungguh berbeda...&lt;br /&gt;Ini adalah pemandangan yang alami&lt;br /&gt;Yang tak dapat kulihat lagi &lt;br /&gt;Karena zaman telah melangkah jauh&lt;br /&gt;Bahkan berusaha mengasingkan&lt;br /&gt;Perawan desaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modernisasi&lt;br /&gt;Mencipta topeng kosmetik&lt;br /&gt;Dan membuat perawan desaku menghamba&lt;br /&gt;Sehingga hilanglah harapku&lt;br /&gt;Akan keterpesonaan pada&lt;br /&gt;Sosok perawan desa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar, 09 Novemver 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113180484732909964?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113180484732909964/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113180484732909964&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113180484732909964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113180484732909964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/11/perawan-desa-sebuah-puisi.html' title='Perawan Desa ( Sebuah Puisi )'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113154571328154652</id><published>2005-11-09T06:05:00.000-08:00</published><updated>2005-11-09T06:15:13.346-08:00</updated><title type='text'>gadis tepi pantai (Sebuah Puisi)</title><content type='html'>Suatu senja kau bercerita&lt;br /&gt;tentang seorang gadis di tepi pantai&lt;br /&gt;Menyeka airmata yang bersimbah&lt;br /&gt;Berteriak menembuas ketegaran karang&lt;br /&gt;Terhempas dalam gulungan ombak &lt;br /&gt;Dan berjalan lunglai kala malam mulai menyapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu senja engkau berkata&lt;br /&gt;Dapatkah gadis itu mencipta&lt;br /&gt;Siluet halus tamaran senyum&lt;br /&gt;Dan melukis di pinggiran pantai&lt;br /&gt;Membelah pasir putih&lt;br /&gt;Tetapi engkau tak pernah&lt;br /&gt;Coba bertanya&lt;br /&gt;Siapakah gadis itu? &lt;br /&gt;Padahal dia adalah diriku sendiri&lt;br /&gt;Dan sedari tadi engkau telah&lt;br /&gt;Bercerita apa yang telah aku tahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar, 09 November 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113154571328154652?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113154571328154652/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113154571328154652&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113154571328154652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113154571328154652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/11/gadis-tepi-pantai-sebuah-puisi.html' title='gadis tepi pantai (Sebuah Puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113154511434301753</id><published>2005-11-09T05:58:00.000-08:00</published><updated>2005-11-09T06:05:14.436-08:00</updated><title type='text'>PENGKHIANATAN JANJI (Sebuah Puisi)</title><content type='html'>Dalam hidup&lt;br /&gt;Ada yang datang&lt;br /&gt;Ada yang pergi&lt;br /&gt;Silih berganti mencipta makna&lt;br /&gt;Bahkan terkadang mengugah &lt;br /&gt;Mutiara putih berjalan&lt;br /&gt;Meninggalkan singgasananya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah dulu engkau berjanji&lt;br /&gt;Akan merangkai kamboja&lt;br /&gt;Menghiasi balutan kerudungku&lt;br /&gt;Dan akan mengusung tandu&lt;br /&gt;Pada gemerlapnya hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi semuanya tersapu senja&lt;br /&gt;Ketika bidadari malam&lt;br /&gt;Mengembangkans senyum&lt;br /&gt;Engkau terlupa&lt;br /&gt;Dan lelap dibawah keteduhan sinarnya&lt;br /&gt;Janji hanyalah tinggal&lt;br /&gt;Sepenggal asa&lt;br /&gt;Yang akan membusuk&lt;br /&gt;Oleh bakteri pengurai kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar, 09 November 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113154511434301753?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113154511434301753/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113154511434301753&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113154511434301753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113154511434301753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/11/pengkhianatan-janji-sebuah-puisi.html' title='PENGKHIANATAN JANJI (Sebuah Puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113154439728192524</id><published>2005-11-09T05:44:00.000-08:00</published><updated>2005-11-09T05:53:19.086-08:00</updated><title type='text'>INSTRUMEN HATI ( Sebuah Puisi )</title><content type='html'>Jangan sekali lagi kau usik lamunanku&lt;br /&gt;Karena ingin kubiarkan sendiri &lt;br /&gt;Membelai sepi&lt;br /&gt;Menghapus banyang-bayang yang berkelebat&lt;br /&gt;Diantara puing-puing kegundahanku&lt;br /&gt;Biarkan melodi kasih&lt;br /&gt;Mengalun pelan&lt;br /&gt;Dalam hati ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya engkau tahu&lt;br /&gt;Betapa hidup adalah nada&lt;br /&gt;Maka mungkin&lt;br /&gt;Engkau akan duduk terdiam&lt;br /&gt;Dan mendengarkan&lt;br /&gt;Instrumen yang kau cipta&lt;br /&gt;Tetapi engkau lebih memilih&lt;br /&gt;Menangis kala sedih menikam&lt;br /&gt;Teriak saat kejutan menghampiri &lt;br /&gt;Tertawa jika bahagia menyapa&lt;br /&gt;Dimana lafazd syukurmu&lt;br /&gt;Aku juga tak tahu?&lt;br /&gt;Padahal dalam segumpal daging&lt;br /&gt;Ada kedamaian terpendam&lt;br /&gt;Bukan hura-hura atau hedonisme&lt;br /&gt;Ada irama hati&lt;br /&gt;Yang selayaknya membuatmu bersyukur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar. 09 November 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113154439728192524?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113154439728192524/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113154439728192524&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113154439728192524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113154439728192524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/11/instrumen-hati-sebuah-puisi.html' title='INSTRUMEN HATI ( Sebuah Puisi )'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113154378967488677</id><published>2005-11-09T05:34:00.000-08:00</published><updated>2005-11-09T05:43:09.683-08:00</updated><title type='text'>TUBUH TAK BERBADAN (Sebuah Puisi)</title><content type='html'>Dialog yang sarat akan komedi&lt;br /&gt;Tertawa membahana disetiap&lt;br /&gt;Pelosok-pelosok ruang suci&lt;br /&gt;riuh, ceria, diam dan tertidur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi menjelma, sapaan tawa&lt;br /&gt;Kembali membahana&lt;br /&gt;Namun yang dulu ceria, tertawa&lt;br /&gt;Kini tercegang menatap&lt;br /&gt;Asal inspirasinya tersenyum aneh&lt;br /&gt;Digoncangnya tubuh&lt;br /&gt;Yang bersimbah keringat itu&lt;br /&gt;Tetapi tak ada balasan dan kosong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga ketika kulihat senyumnya kembali&lt;br /&gt;Di sisi tempatnya bersandar&lt;br /&gt;Kesadaranku mulai bangkit&lt;br /&gt;Tubuhnya kini tak berbadan&lt;br /&gt;Badannya telah menyatu dengan tanah&lt;br /&gt;Dan tubuhnya menjelma dan bersayap&lt;br /&gt;Untuk terbang pada setiap jeritan hatiku&lt;br /&gt;Dan hinggap membelai rambut dukaku&lt;br /&gt;Serta berdongeng untuk adik kecilku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar, 08 November 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113154378967488677?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113154378967488677/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113154378967488677&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113154378967488677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113154378967488677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/11/tubuh-tak-berbadan-sebuah-puisi.html' title='TUBUH TAK BERBADAN (Sebuah Puisi)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113128572602890325</id><published>2005-11-06T05:48:00.000-08:00</published><updated>2005-11-06T06:02:06.036-08:00</updated><title type='text'>BERITA UNTUK SAHABAT ( Sebuah Puisi )</title><content type='html'>Aku lantunkan melodi Cintaku&lt;br /&gt;Untuk sosok yang memanggil namaku&lt;br /&gt;Dari balik deburan ombak dan hempasan senja&lt;br /&gt;Aku tak kuasa saat ia mengulurkan tangan&lt;br /&gt;Ingin kusambut kemesraan yang dihadirkan&lt;br /&gt;Lewat lengkungan bibirnya&lt;br /&gt;Dan tulus tatapnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merindukan terpaan badai&lt;br /&gt;Disela-sela kilauan pasir putih&lt;br /&gt;Aku mendambakan tawa jenaka&lt;br /&gt;Yang membela indahnya nyanyian alam&lt;br /&gt;Aku menangih ucapan janji&lt;br /&gt;Akan kekekalan ada-nya kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kukabarkan berita untukmu&lt;br /&gt;Yang pernah menabur Cinta&lt;br /&gt;Yang dulu menabuh genderang persahabatan&lt;br /&gt;Yang kini berada antah berantah&lt;br /&gt;Aku tetap merindu&lt;br /&gt;Lafaz ceriamu&lt;br /&gt;Canda riangmu&lt;br /&gt;Apalagi ketukan pasir putih kala itu&lt;br /&gt;Pasti menanti aku, kamu dan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar, 4 November 2005&lt;br /&gt;Specialy to my friend's, K'dyah, Dinda Rasyita, k'Yaya dan kawan-kawan yang bersamaku tempo hari di Tanjung Karang, Donggala.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113128572602890325?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113128572602890325/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113128572602890325&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113128572602890325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113128572602890325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/11/berita-untuk-sahabat-sebuah-puisi.html' title='BERITA UNTUK SAHABAT ( Sebuah Puisi )'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113060463963052921</id><published>2005-10-29T09:45:00.000-07:00</published><updated>2005-10-29T09:50:40.920-07:00</updated><title type='text'>SEKEPING HATI TERTAMBAT ( Sebuah Puisi )</title><content type='html'>Sekeping hati tertambat&lt;br /&gt;Pada sebuah nama tak beraras&lt;br /&gt;Dia perlahan terperangkap&lt;br /&gt;dan selanjutnya mengharap iba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekeping hati tertambat&lt;br /&gt;Dan selanjutnya merambat&lt;br /&gt;Dia mengibaskan norma&lt;br /&gt;Dan menuhankan nafsu&lt;br /&gt;Menciptakan kubangan maksiat&lt;br /&gt;Memburamkan kemurnian nama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekeping hati tertambat&lt;br /&gt;Membisikkan luka pada dua anak manusia&lt;br /&gt;Yang mengaku salah&lt;br /&gt;Disaat noda telah bernanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar, 29 Oktober 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113060463963052921?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113060463963052921/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113060463963052921&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113060463963052921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113060463963052921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/10/sekeping-hati-tertambat-sebuah-puisi.html' title='SEKEPING HATI TERTAMBAT ( Sebuah Puisi )'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113060418603808955</id><published>2005-10-29T09:36:00.000-07:00</published><updated>2005-10-29T09:43:09.416-07:00</updated><title type='text'>SEKEPING HATI TERBELAH ( Sebuah Puisi )</title><content type='html'>Syaraf yang sejengkal&lt;br /&gt;Menjerat tubuh yang tegak&lt;br /&gt;Membiuskan nafsu amarah&lt;br /&gt;Memnggertak impian bersama&lt;br /&gt;Menghancur dan menyatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Embrio yang mewujud ini&lt;br /&gt;Membentuk garis-garis wajah&lt;br /&gt;Tanpa rupa dan harapan&lt;br /&gt;Sebab segalanya telah terampas&lt;br /&gt;Tatkala sibayi mungil mulai menangis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang hilang &lt;br /&gt;Dalam sisi kemanusiaan kita&lt;br /&gt;Ada yang pergi meninggalkan&lt;br /&gt;Kedirian manusia&lt;br /&gt;padahal Dia telah menyeruh&lt;br /&gt;bahwa semua dari Allah dan akan kembali padanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makassar, 29 Oktober 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113060418603808955?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113060418603808955/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113060418603808955&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113060418603808955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113060418603808955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/10/sekeping-hati-terbelah-sebuah-puisi.html' title='SEKEPING HATI TERBELAH ( Sebuah Puisi )'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113060362893382847</id><published>2005-10-29T09:23:00.000-07:00</published><updated>2005-10-29T09:33:49.013-07:00</updated><title type='text'>SKETSA ( Sebua Puisi )</title><content type='html'>Siluet ketuaan berbaris pada sebuah wajah&lt;br /&gt;Senyum bahasa lelah&lt;br /&gt;Menghadirkan ilustrasi&lt;br /&gt;Sekeping hati pudar&lt;br /&gt;Rangka-rangka yang rapuh&lt;br /&gt;Berusaha menegakkan gumpalan&lt;br /&gt;daging, agar dia layak &lt;br /&gt;Disapa manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau sambut kemanjaanku&lt;br /&gt;Dengan keteduhan sebuah tatapan&lt;br /&gt;Kau rangkul egoku&lt;br /&gt;Dengan lafaz kelembutan&lt;br /&gt;Berbagi ceria terpaksa terlukis&lt;br /&gt;Demi ketabahan sang permata hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambaian tangan sang bidadari&lt;br /&gt;Tujuh tahun kemarin&lt;br /&gt;Tak selangkah menggerakkan &lt;br /&gt;Engkau mengejar bidadari lain&lt;br /&gt;Engkau tenggelamkan dirimu&lt;br /&gt;Dalam lautan Cinta hakiki&lt;br /&gt;Engkau leburkan hatimu&lt;br /&gt;Ditengah ratapan sapaan malam&lt;br /&gt;Menanti secercah asa&lt;br /&gt;Bersama hamparan&lt;br /&gt;Permata berbisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar, 28 Oktober 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113060362893382847?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113060362893382847/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113060362893382847&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113060362893382847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113060362893382847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/10/sketsa-sebua-puisi.html' title='SKETSA ( Sebua Puisi )'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113060285853197326</id><published>2005-10-29T09:06:00.000-07:00</published><updated>2005-10-29T09:20:58.776-07:00</updated><title type='text'>MUNAJAT KEFAKIRAN HAMBA ( Sebuah Puisi )</title><content type='html'>Bersama lengkingan waktu &lt;br /&gt;Yang terus menjerit&lt;br /&gt;Kurasa ada yang berlalu&lt;br /&gt;Namun tak sanggup kupandangi&lt;br /&gt;Lantaran dia terus memanggilku&lt;br /&gt;Dibalik tirai usang yang pudar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kutanya pada hati&lt;br /&gt;Apakah dia lapang&lt;br /&gt;Pada pengkhianatan sumpah&lt;br /&gt;Yang pernah kuucap&lt;br /&gt;Saat segumpal janin&lt;br /&gt;Mendiami rahim?&lt;br /&gt;Lantas kudengar ia menjerit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucoba berkaca pada kilauan cermin&lt;br /&gt;Namun balasannya adalah keretakan&lt;br /&gt;Sehingga biasan cahaya sulit terpancar&lt;br /&gt;Aku menjerit, sebab maaf juga&lt;br /&gt;Ingin kupanggil&lt;br /&gt;Layaknya mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kurasa Tuhan semakin murkah&lt;br /&gt;Karena kasihnya kutikam dengan&lt;br /&gt;Keangkaraan nafsu&lt;br /&gt;Padahal aku juga rindu usapan kasih-Nya&lt;br /&gt;Lewat tangan taubatku yang kuulurkan&lt;br /&gt;Dan kuharap dia akan menyambutnya&lt;br /&gt;Dalam munajat kefakiran hamba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar, 29 Oktober 2005, For my new friend..INDRA..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113060285853197326?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113060285853197326/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113060285853197326&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113060285853197326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113060285853197326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/10/munajat-kefakiran-hamba-sebuah-puisi.html' title='MUNAJAT KEFAKIRAN HAMBA ( Sebuah Puisi )'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113060062134625294</id><published>2005-10-29T08:35:00.000-07:00</published><updated>2005-10-29T08:43:45.983-07:00</updated><title type='text'>Dua Lelaki ( sebuah Puisi )</title><content type='html'>Pada aliran nadi yang tersumbat&lt;br /&gt;Terlukis dua sosok yang pasti&lt;br /&gt;Kedua lelaki itu berjalan&lt;br /&gt;Menelusuri teratak nasib&lt;br /&gt;Bertualang menggapai impian kasih&lt;br /&gt;Merajut kembali puing-puing cinta&lt;br /&gt;Yang berserakan&lt;br /&gt;Bersama si buah hati&lt;br /&gt;Saling megisi dan menghibur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua lelaki itu menatap jendela&lt;br /&gt;Menanti sang bidadari&lt;br /&gt;YAng telah melambai&lt;br /&gt;Menunggu bayang-bayang&lt;br /&gt;Yang sulit mewujud&lt;br /&gt;Tapi cinta dan canda tetap&lt;br /&gt;Menghiasi guratan wajahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar, 28 Oktober 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113060062134625294?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113060062134625294/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113060062134625294&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113060062134625294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113060062134625294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/10/dua-lelaki-sebuah-puisi.html' title='Dua Lelaki ( sebuah Puisi )'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113059976430048877</id><published>2005-10-29T08:14:00.000-07:00</published><updated>2005-10-29T08:29:29.046-07:00</updated><title type='text'>SEPOTONG ROTI ( Sebuah Puisi )</title><content type='html'>Semuanya berawal dari sepotong roti&lt;br /&gt;Ketika ia hadir mengundang selera&lt;br /&gt;Ketika ia datang membuyarkan ambisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepotong roti&lt;br /&gt;Berlanjut perang&lt;br /&gt;Ia meletupkan bara&lt;br /&gt;Yang terkubur&lt;br /&gt;Ia mendzalimi hati&lt;br /&gt;Yang ingin mengirimkan suluh&lt;br /&gt;Karena sepotong roti&lt;br /&gt;Aku, kamu dan dia terlunta&lt;br /&gt;Deburan air mata tumpah&lt;br /&gt;Kokohnya hati luruh&lt;br /&gt;Lantunan maaf berlalu&lt;br /&gt;Kisah dan cerita hambar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya... semuanya berawal dari sepotong roti&lt;br /&gt;Carut marut mencakar bara&lt;br /&gt;Pontang-panting karena rupiah&lt;br /&gt;Dahi berkerut mewarnai usia &lt;br /&gt;Otot menegang tersembul di dahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sepotong roti&lt;br /&gt;Kebeningan pikiran terserang virus&lt;br /&gt;Dia sakit, aku dan juga kamu&lt;br /&gt;Diantara lengkingan ramadhan&lt;br /&gt;Tak ada yang mengakhiri&lt;br /&gt;Semuanya menanti jawab&lt;br /&gt;Akan harapan pada sepotong roti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makassar, 28 Oktober 2005&lt;br /&gt;Tuk' Seorang ibu yang memarahi anaknya di pinggiran lampu merah Alauddin hanya karena sepotong roti...sayangi anakmu....!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113059976430048877?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113059976430048877/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113059976430048877&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113059976430048877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113059976430048877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/10/sepotong-roti-sebuah-puisi.html' title='SEPOTONG ROTI ( Sebuah Puisi )'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113059867556590880</id><published>2005-10-29T08:10:00.000-07:00</published><updated>2005-10-29T08:11:15.850-07:00</updated><title type='text'>GALAU ( Sebuah Puisi )</title><content type='html'>Ada yang datang&lt;br /&gt;Ada yang pergi&lt;br /&gt;Silih berganti&lt;br /&gt;Saling bertaut menjalin&lt;br /&gt;Barisan kerinduan&lt;br /&gt;Seumpama sapaan itu ada&lt;br /&gt;Lantas apakah tawa bersembunyi dibaliknya?&lt;br /&gt;Ada risau yang menerkam&lt;br /&gt;Galau turut bersambut&lt;br /&gt;Hati menciut&lt;br /&gt;Nyali mengecil&lt;br /&gt;Menyatu dalam kegalauan hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar, 28 Oktober 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113059867556590880?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113059867556590880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113059867556590880&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113059867556590880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113059867556590880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/10/galau-sebuah-puisi.html' title='GALAU ( Sebuah Puisi )'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113036785111421460</id><published>2005-10-26T16:00:00.000-07:00</published><updated>2005-10-26T16:04:11.190-07:00</updated><title type='text'>MENANTI JAWAB ( Sebuah Cerpen )</title><content type='html'>By : Art 02&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aneh, setiap kali aku duduk di sini, setiap itu juga aku rasakan ada yang mengintaiku. Tapi siapa yah?” Arya terus berguman sambil menyandarkan tubuhnya pada sebatang pohon Akasia.&lt;br /&gt; “Arya, kamu lagi ngapain,” sapa seorang lelaki jangkung yang akrab dipanggil Johan.&lt;br /&gt; Arya yang mendengar sapaan itu hanya membalasnya dengan senyuman kecil.&lt;br /&gt; “Kamu tahu nggak, anak baru yang masuk ke kampus kita seminggu yang lal ternyata pindahan dari UI ( Universitas Indonesia ).”&lt;br /&gt; “Kalau itu sih aku sudah tahu,” balas Arya dengan jari tangan yang terus memainkan hamparan rumput di hadapannya.&lt;br /&gt; “Arya, gadis itu lumayan juga yah.” Johan kembali angkat bicara.&lt;br /&gt; “Tuhkan… penyakit kamu kambuh lagi.”&lt;br /&gt; Johan menanggapi ucapan Arya dengan senyum santai.&lt;br /&gt; “Udah deh Jo!” seru Arya sambil menarik lengan kawannya untuk bergegas ke ruangan kelas karena sebentar lagi perkuliahan akan dimulai.&lt;br /&gt; Seperti biasanya, jadwal kuliah sore pasti akan diwarnai wajah-wajah kusut para mahasiswa, ada juga yang saling kirim SMS untuk menghindari rasa bosan, ada yang ngobrol diam-diam bahkan ada yang sampai tertidur. Suatu keberuntungan besar jika dosen tidak melihat gelagat mereka, kalau tidak mereka pasti akan babak belur.&lt;br /&gt; “Arya, anak baru itu perhatiin kamu terus.” Sambil setengah berbisik Johan menyapa Arya.&lt;br /&gt; “Itu hanya kebetulan saja,” jawab Arya dengan nada cuek.&lt;br /&gt; Akan tetapi, saat dia menoleh ke sudut ruangan tempat anak baru itu duduk, ternyata memang benar. Gadis berkerudung jingga itu tengah memperhatikannya dan ketika beradu pandang dengan Arya dia langsung menundukkan wajahnya. perasaan Arya terusik oleh tatapan yang penuh tanda tanya dari kebisuan sorot matanya. Dia menyadari bahwa pancaran tatapan itu memendam luka yang sangat dalam dan harapan yang menanti jawab.&lt;br /&gt; Perkuliahan kini telah berakhir dan bagai domba-domba  yang kelelahan, para mahasiswa berhamburan keluar dari ruangan kelas. Arya masih tidak habis pikir dan tatapan yang penuh rahasia itu tetap membanyangi imajinasinya. Apalagi saat dia melihat langsung gadis itu mengintipnya dari balik pintu ruangan perkuliahan. Dia semakin bertanya-tanya benarkah gadis itu datang membawa anugerah kasih untuknya dan menanti uluran tangan Arya untuk menggenggam anugerah itu, sebagaimana hasil survei Johan dan kawan-kawannya.&lt;br /&gt; Arya tersenyum sendiri, membayangkan dirinya dengan si gadis yang selalu mengintai dia. Arya berusaha mendekati sosok itu tetapi semakin dekat, gadis itu  berusaha menjauh bahkan lari darinya.&lt;br /&gt; “Dia benar-benar gadis misterius.” Guman Arya.&lt;br /&gt; Waktu terus berlalu tanpa berusaha menghadirkan solusi bagi manusia yang menanti jawab. Ia akan terus berputar mengiringi perjalanan zaman yang mengantarkan manusia pada sebuah pengharapan.&lt;br /&gt; Hari ini Arya sangat terkejut menyaksikan jari-jari lembut mengutak-atik tas ranselnya, yang tertinggal saat dia ke kantin kampus.&lt;br /&gt; “Eh… kamu lagi ngapain!” seru Arya pada pemilik jemari lembut.&lt;br /&gt; Gadus itu terdiam, rona merah di wajahnya tidak dapat dia sembunyikan.&lt;br /&gt; “Maaf,” hanya itu kata yang terucap.&lt;br /&gt; “Tidak bisa, kamu harus memberikan penjelasan kepadaku. Kemarin kamu menatapku seolah-olah aku ini seorang penjahat besar. Sekarang kamu membuka milik orang tanpa izin, apa sih yang kamu inginkan?” Kali kesabaran dan rasa penasaran Arya semakin memuncak.&lt;br /&gt; Mata yang memerah dan jawaban yang nyaris tak terdengar mengiringi kepergian gadis itu. Dia terus berlari menghindari kegugupannya akan kenyataan yang baru saja menyapanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; Keesokan harinya, Arya dikejutkan dengan kehadiran sepucuk surat yang terselip di sisi pintu lokernya.&lt;br /&gt; “Benarkan, apa yang aku bilang tempo hari.” Goda Johan.&lt;br /&gt; “Maksud kamu apa, Jo?”&lt;br /&gt; “Gadis itu naksir sama kamu.” Balas Johan sambil tersenyum-senyum.&lt;br /&gt; Arya tidak lagi memperdulikan apa ucapan Johan. Dia segera membuka surat yang kini ada di tangannya.&lt;br /&gt; Assalamu’alaikum wr.wb&lt;br /&gt; Dear, Arya&lt;br /&gt; Aku tahu bahwa penasaran itu bukanlah hal yang menyenangkan&lt;br /&gt; Aku juga merasakan hal yang sama saat ini&lt;br /&gt; Kamu mungkin akan marah dan resah atas segala hal yang kuhadirkan&lt;br /&gt; Namun bayangkan saja, jika manusia yang kita sayangi suatu saat&lt;br /&gt; telah melambaikan tangan dan disaat yang lain hadir kembali.&lt;br /&gt; Apakah engkau titisannya? Aku bingung dan maafkan aku atas kejadian  kemarin.&lt;br /&gt;         Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Arya menoleh ke seluruh sisi ruangan untuk mencari gadis itu, namun yang dicari tidak juga menampakkan wajah. Tetapi suatu isyarat dari bisikan nuraninya membuat dia dapat menemukan, sosok yang dicari sedang termenung di taman kampus, tempatnya sering nongkrong.&lt;br /&gt; “Ya, ada apa?” tanya Johan ketika melihat Arya yang tiba-tiba saja pergi meninggalkannya.&lt;br /&gt; Arya seakan acuh dengan pertanyaan Johan dan terus berlari menuju taman kampus.&lt;br /&gt; “Hai…,” sapa Arya dengan agak ragu.&lt;br /&gt; Gadis itu berbalik menatap Arya.&lt;br /&gt; “Maksud kamu apa?” tanya Arya sambil memperlihatkan sepucuk surat yang bari dia terima.&lt;br /&gt; “Jangan ragu, jika kami ingin menyampaikan suatu hal aku bersedia mendengarkannya.” Lanjutnya.&lt;br /&gt; Gadis itu tersenyum pada Arya.&lt;br /&gt; “Astagfirullah….” Bisik Arya. Dia menyadari hatinya telah terusik oleh senyuman itu. Untuk sementara waktu keheningan membaluti mereka berdua.&lt;br /&gt; “Apakah engkau benar-benar ingin mendengarkan kisahku?” tanya gadis itu dengan tiba-tiba.&lt;br /&gt; Arya menganggukkan kepalanya.&lt;br /&gt; “Suatu kecelakaan pesawat telah merenggut nyawa seseorang yang sangat kusanyangi, dan milikku satu-satunya. Hingga saat ini aku tidak pernah tahu di mana kuburnya karena mayatnya tidak ditemukan di lokasi kecelakaan. Dan….” Gadis itu menghentikan ceritanya.&lt;br /&gt; “Dan… kenapa?” tanya Arya dengan penasaran.&lt;br /&gt; “Dia mirip sekali denganmu, Arya.”&lt;br /&gt; Arya terharu mendengar kisah itu. Ternyata anggapannya selama ini salah. Gadis itu tidak pernah mengharapkan kasihnya. Arya terkejud saat gadis itu memperlihatkan sebuah sketsa wajah.&lt;br /&gt; “Dia ini kakakku, Andi setiawan.”&lt;br /&gt; Arya seakan-akan tidak percaya dengan semua itu.&lt;br /&gt; “Pertama kali aku melihat kamu pada kegiatan lokakarya nasional di Jakarta, beberapa bulan yang lalu, kurasakan dia hidup kembali. Aku berusaha mencari informasi tentang kamu, ternyata kamu kuliah di sini. Itulah sebabnya aku pindah ke kampus ini.”&lt;br /&gt; Arya memalingkan wajahnya karena tidak sanggup menatap tetesan mutiara putih dari kelopak mata gadis itu yang ternyata bernama Amelia. Arya tidak tahu harus berbuat apa karena di satu sisi dia sangat tersentuh dengan cerita Amelia dan usahanya bertemu dengan Arya. Tetapi di sisi lain dia menyadari ada hijab di antara mereka.&lt;br /&gt; “Lupakan saja Amelia, anggap saja semua itu tidak pernah terjadi. Perjalanan kamu masih panjang.” Ucap Arya sambil menatap Amelia.&lt;br /&gt; Amelia tertunduk.&lt;br /&gt;  “Mengapa setiap orang yang kutemui harus berkata begitu. Melupakan sesuatu yang tersimpan dalam memori kenangan menurutku adalah wujud kepasrahan. Walaupun dia telah pergi, tetapi dia tetap di hatiku yang setiap waktu akan menjelma dan menghadirkan inspirasi serta motivasi dalam perjuangan hidupku. Aku tidak akan melupakannya karena itu sama saja mengajakku lari dari kenyataan, dan aku tidak ingin jadi seorang pengecut.” Kata Amelia&lt;br /&gt; Dalam hatinya, Arya mengagumi tekad dan ketegaran hati Amelia.&lt;br /&gt; “Maukah kamu menjadi adikku?” tanya Arya dengan tiba-tiba setelah sekian lama keduanya bungkam.&lt;br /&gt; “Aku nggak bisa.”&lt;br /&gt; “Kenapa…?”&lt;br /&gt; “Aku tidak berhak memenjarakan kamu dalam egoku.”&lt;br /&gt; “Bukankah kamu sedang mencari kakakmu yang hilang?”&lt;br /&gt; “Iya… akan tetapi aku tidak pernah mengharapkan orang lain hadir menjadi dirinya karena kutahu itu tidak akan mungkin lagi.”&lt;br /&gt; Arya akhirnya terdiam.&lt;br /&gt; “Terima kasih atas simpatimu, tetapi jika aku menerima tawaranmu. Dia pasti tidak memperbolehkan hal itu.” Lanjut Amelia.&lt;br /&gt; Arya menatap Amelia, tetapi Amelia semakin menyembunyikan wajahnya dari tatapan itu. Dari caranya berkata dan sikapnya yang polos Arya menyadari bahwa Amelia adalah seorang gadis yang terlahir dari keluarga religius, apalagi saat dia menundukkan wajahnya ketika Arya menatapnya. Dia seolah-olah mendapat bisikan.&lt;br /&gt; “Jagalah pandanganmu….”&lt;br /&gt; Amelia melangkah menjahui Arya, diiringi dengan sebuah senyuman. Dalam hati kecilnya, dia berbisik bahwa kakaknya tidak mungkin hadir kembali karena singgasana cinta telah menantinya di nirwana. Namun yang jelasnya kini mentari telah tersenyum kembali, setelah sekian lama membenamkan dirinya pada altar kesendirian. Tanya telah menemukan jawab, karena jawaban ternyata ada di depan mata.&lt;br /&gt; “Subahanallah….” Bisik Arya mengiringi langkah gadis itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113036785111421460?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113036785111421460/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113036785111421460&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113036785111421460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113036785111421460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/10/menanti-jawab-sebuah-cerpen.html' title='MENANTI JAWAB ( Sebuah Cerpen )'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113036688952492758</id><published>2005-10-26T15:33:00.000-07:00</published><updated>2005-10-29T07:58:01.573-07:00</updated><title type='text'>CATATAN SEORANG HAMBA (Sebuah Cerpen)</title><content type='html'>By : Art 02&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;20 Agustus 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                             Sepertinya aku ingin mengajak Tuhanku, agar                               &lt;br /&gt;                           kami berkata kepada adikku : &lt;br /&gt;                           kabur terlalu samar&lt;br /&gt;                           engkau terkasih&lt;br /&gt;                           menepi sudah aku, dari kejauhan datangku &lt;br /&gt;                           sembunyi sunyi&lt;br /&gt;                           kau yang ku pilih&lt;br /&gt;                           meski sudah aku jelang, waktu yang terjauh &lt;br /&gt;                           kemarilah dari kerinduan&lt;br /&gt;                           jangan simpan pucatnya matamu&lt;br /&gt;                           kelak kugenggam tanganmu langkahi ragu&lt;br /&gt;                           kesepian kita bersama&lt;br /&gt;                           adalah debar janji&lt;br /&gt;                           mengisi sunyi hidup ini&lt;br /&gt;  Seringkali aku mengucapkan syair ini kalah kulihat mendung selimuti wajahmu. Demikian halnya jika engkau berkeluh kesah tentang hari-harimu di kampus atau jika ada yang menggoda dan mengerjaimu. Namun saat ini syair itu tak dapat lagi kusenandungkan untukmu, sebab kabut terlalu tebal menutupi malam. Padahal di sana kudengar rintihanmu semakin menyayat. Tetapi apa yang bisa kulakukan selain mengutuk Tuhan yang telah salah mencipta takdir. Aku terlanjur terperangkap pada kepongahan dinding-dinding terjal dan kokohnya terali-terali besi.&lt;br /&gt; “Aku akan menjemputmu adikku.” Bisikku, saat ruang imaji mencoba mengingat seorang gadis lugu, yang tak lain adalah adik kandungku sendiri.&lt;br /&gt; Malam telah menutupi ceria dan kemanjaannya dariku. Malam tak mampu melindungi kehormatannya dan Tuhan sendiri hanya dapat memejamkan mata ketika dua orang pemuda merampas kehormatannya. Padahal saat itu seharusnya Tuhan menunjukkan kuasanya, karena apalagi yang kurang dari diri adikku. Dia gadis yang begitu pemalu dan besar dalam lingkungan pesantren. Seluruh tubuhnya terbaluti jubah dan kerudung. Bahkan ketika peristiwa itu menimpanya, dia baru saja pulang dari mushallah untuk mengajarkan kalimat-kalimat Ilahi kepada anak-anak di kawasan kami.&lt;br /&gt; Dalam jeruji ini, aku tak henti-hentinya bertanya pada Tuhan, “mengapa Dia menghukum adikku? Padahal dia tidak berdosa. Dia bahkan lebih suci dari mereka yang menyebut dirinya suci. Adikku hanya mencoba mengaktualkan tugasnya sebagai abdillah…. Tetapi beginikah balasan-Mu, Tuhan?”&lt;br /&gt;Dan seperti biasanya, kesunyian malam, tak pernah mau menjemput jawaban Tuhan untukku. Dia malah memimpin jengkrik-jengkrik untuk berdering dan menertawaiku.&lt;br /&gt; “Dimana keadilan-Mu? Padahal malam itu aku hanya ingin menolong adikku. Bukan aku pelakunya. Mengapa aku yang harus mendekam di balik jeruji ini? Maafkan aku jika malam ini aku harus berkata bahwa Engkau sedang bisu… Tuhan sedang bisu!!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25 Agustus 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kudengar dari kekasihku bahwa adikku belum dapat bicara, dia depresi berat. Dia bahkan tak mengenal siapa dirinya. Dia lupa segala-galanya, bahkan lupa pada siapa pelaku pemerkosaan itu. Dan ini berarti aku akan terus mendekam di sini hingga ingatannya pulih dan aku akan semakin gila.&lt;br /&gt; “Akan kutuntut kuasa-Mu, kalau sampai terjadi sesuatu dengan adikku.” Teriakku.&lt;br /&gt; Dan lamat-lamat masih kudengar bisikan kekasihku mengucap kalimat istighfar. Tetapi aku tidak memperdulikannya. Kebencianku pada-Nya menutupi segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29 Agustus 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kekasihku datang lagi. Dan kali ini penampilannya sangat berbeda. Dia memakai pakaian adikku, tubuhnya terbaluti kain panjang dan kepalanya ditutupi kerudung. Tetapi aku benar-benar tak suka. Seketika juga kukeluarkan tanganku dari balik jeruji besi, kemudian kuraih kerudungnya dan dia pun tersentak kaget.&lt;br /&gt; “Lepaskan kerudung ini!!!!”&lt;br /&gt; Dia malah menatapku dengan tajam, sambil menahan rasa sakitnya karena beberapa helai rambutnya ikut tertarik.&lt;br /&gt; “Dimas, apa yang kamu lakukan, bukankah dulu engkau pernah berkata alangkah indahnya perempuan. Jika setiap jengkal tubuhnya terbaluti kerudung!” jawabnya lembut.&lt;br /&gt; “Apa yang bisa kau harapkan dari selembar kain ini? Engkau sudah terlanjur ditakdirkan menjadi manusia yang lemah, kerudung ini tidak akan bisa menolongmu.” Balasku.&lt;br /&gt; Kulihat mata sipitmu semakin terbelalak. Sorotannya memojokkan aku sebagai terdakwah yang pantas dihukum mati.&lt;br /&gt; “Istighfar Dimas… istighfar!” ucapmu sambil memungut kembali kerudung yang kulepaskan secara kasar.&lt;br /&gt; “Istighfar… ha… ha… ha. Kata-kata itu sudah basi, Yesha. Tuhanlah yang seharusnya meminta maaf padaku!” seruku.&lt;br /&gt; Kulihat engkau menangis, namun aku tak peduli. Bahkan besok ketika engkau datang lagi dengan kerudung itu maka engkau bukan istriku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 September 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sudah lima hari engkau tak datang. Aku juga tak tahu bagaimana adikku. Dimataku terbayang senyumnya yang selalu menyambutku, saat aku datang ke pondokannya. Dan ketika tugas-tugas kuliah menguapkan pikiranku dan membuahkan kepenatan. Masih kuingat waktu itu, dia memperlihatkan stelan kerudung violetnya untuk dikenakan pada pengajian Ibu Minah.&lt;br /&gt; “Kakak, mulai sekarang, Zakiyyah memakai kerudung.” Ucapnya polos.&lt;br /&gt; Aku hanya tersenyum. Kulihat saat itu, adikku bagaikan seorang bidadari yang diutus Tuhan untukku.&lt;br /&gt; “Kau sangat cantik, Dinda.” Balasku, tetapi seketika itu kulihat rona wajahmu, sedih.&lt;br /&gt; “Kakak, benarkah aku cantik?”&lt;br /&gt; Aku mengangguk, dan mutiara putih itu akhirnya mengalir dan menetes di kerudungmu.&lt;br /&gt; Lalu kutanya,” mengapa engkau menangis?”&lt;br /&gt; Engkau terdiam untuk beberapa saat, kemudian kudengar engkau berbisik.&lt;br /&gt; “Kecantikan bukan untuk dipuji. Aku memakai kerudung ini, agar keliaran pandangan mereka tidak tertuju padaku. Aku memilih berkerudung karena Dia telah berjanji akan senatiasa menjagaku dan berada di sisiku. Aku memakai kerudung ini karena aku menghargai anugerah-Nya. Bukan malah menampakkan kecantikan ini. Aku….”&lt;br /&gt; Ucapanmu kemudian terhenti, oleh isyarat telunjuk yang kulekatkan di bibirmu. &lt;br /&gt;“Semoga Tuhan, menjaga bidadariku ini,” bisikku. Dan lagi-lagi kulihat engkau tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 September 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Seorang sipir penjara datang menjemputku. Gesekan pintu tahanan berdering keras.&lt;br /&gt; “Ada yang mencarimu.” Katanya. “Tapi ingat, waktumu hanya 15 menit,” lanjutnya.&lt;br /&gt; Aku berjalan, mengekor di belakang sipir itu menuju ruang besuk. Di sana kudapati Yesha, kekasihku. Dia mengembangkan senyumnya untukku.&lt;br /&gt; “Dimas, bagaimana kabarmu?”&lt;br /&gt; Aku tak menjawab, meskipun aku sangat ingin berteriak, aku sakit lantaran rindu padamu. Aku melangkah ke arahnya dan kuraih kerudung yang membaluti makhotanya.&lt;br /&gt; “Sudah kubilang, lepas kerudung ini!!!”&lt;br /&gt; hampir saja aku melayangkan tamparanku ke arah pipinya yang mulus, tetapi sebuah gaungan suara tiba-tiba menghentikanku.&lt;br /&gt; “Kakak….”&lt;br /&gt; Aku sangat terkejut bercampur haru dan gembira. Adikku Zakiyyah, serta merta hadir dari belakang Yesha. Aku melangkah mundur, seakan-akan tak percaya. Kuusap wajahku dan kucubit lenganku sendiri. Dan dia benar-benar ada.&lt;br /&gt; “Tuhan telah menjagaku dan mengembalikan aku ke tangan, Kakak.” Lanjutnya.&lt;br /&gt; Romantisme yang baru saja akan kususun kembali dalam hatiku, seketika hancur berantakan mendengar kalimat yang diucapkan adikku tadi.&lt;br /&gt; Kutanya padanya, “Setelah peristiwa itu, apakah engkau masih memuji Tuhanmu?”&lt;br /&gt; Sebait jawaban yang tak kuduga engkau ucapkan. “Tuhan memang pantas dipuji. Aku dan kakak tak berhak mengadili keputusan-Nya. Aku dan kesucianku serta kebebasan kakak adalah milik-Nya. Seandaniya Tuhan tidak Maha pengasih, maka malam itu juga, kesempatan untukku bernafas di dunia ini akan diambilnya. Kerudung ini juga tak patut disalahkan karena Tuhan telah berjanji akan menjaga hamba-Nya dengan baik.”&lt;br /&gt; “Lantas, mengapa Dia tak mampu menjagamu saat itu?”&lt;br /&gt; “Bukannya Tuhan tak mampu menjagaku, tetapi Dia ingin mengajakku untuk berani intropeksi diri. Dan Dia juga ingin menjadikan aku lebih dewasa dan berhati-hati, Kak.”&lt;br /&gt; Kutatap mata sayu, adikku dan ketulusannya meruntuhkan egoku untuk menatap realitas secara jernih, ternyata dibalik kelembutanmu, tersimpan kekuatan yang besar. Hatimu setegar karang, Dinda. Setelah itu kuusap tetesan mutiara putih diwajah kekasihku. Dan kurangkul mereka dalam pelukku, sambil membiarkan mereka terbenam dalam pikiranya masing-masing. Dalam hatiku berucap, terima kasih Tuhan, atas ketabahan yang Engkau berikan kepada istri dan adikku.&lt;br /&gt; Tak terasa lima belas menit telah berlalu. Sipir penjara akhirnya menjemputku kembali ke buih. Sekali lagi kutatap kedua bidadariku. Dalam kekosongan pikiranku kudengar mereka berbisik.&lt;br /&gt; “Engkau tidak bersalah dan besok kami akan menjemputmu pulang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8 September 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kuakhiri catatan ini dengan mengajak Tuhanku, untuk berkunjung ke jiwa istri dan adikku. Menetap di sana dan selalu mendengar nyanyiannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                           kasihilah aku, bila sepi adalah waktu, bila mimpi adalah ragu&lt;br /&gt;                           milikilah aku, dengan utuh dan sempurna&lt;br /&gt;                           dan taruhlah di mataku bintang, di hatiku cakrawala&lt;br /&gt;                           agar tak pernah berpisah dari tangan-Mu&lt;br /&gt;                           selalu merajut benang-benang cinta &lt;br /&gt;                           selalu melihat wajah-wajah surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar, 20 September 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113036688952492758?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113036688952492758/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113036688952492758&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113036688952492758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113036688952492758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/10/catatan-seorang-hamba-sebuah-cerpen.html' title='CATATAN SEORANG HAMBA (Sebuah Cerpen)'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14659096.post-113019734991665412</id><published>2005-10-24T16:21:00.000-07:00</published><updated>2005-10-24T16:42:29.993-07:00</updated><title type='text'>Kekuatan Persahabatan ( Sebuah Puisi )</title><content type='html'>Kulihat wajahmu tertutupi suram&lt;br /&gt;Kusaksikan keanggunanmu&lt;br /&gt;Terhempas cerita&lt;br /&gt;Kudengar gemuruh badai&lt;br /&gt;Yang menanti petaka&lt;br /&gt;Padahal engkau yang kuharap&lt;br /&gt;Menjemput rembulan&lt;br /&gt;Kala mentari mulai redup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas kucoba bertanya&lt;br /&gt;Tentang kekuatan persahabatan&lt;br /&gt;Dan kudengar bisikan angin&lt;br /&gt;Bahwa persahabatan bukanlah&lt;br /&gt;Gelora cinta sesaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia hadir dengan kereta ihklas&lt;br /&gt;Menari diatas altar setia&lt;br /&gt;Berjalan pada setapak hati&lt;br /&gt;Dan menjadi lentera&lt;br /&gt;Dalam keredupan langkahmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi... tetap kulihat&lt;br /&gt;Wajah itu terlalu suram&lt;br /&gt;Hampa tanpa cahaya&lt;br /&gt;Sehingga maafkan aku&lt;br /&gt;Jika mulai meragukan&lt;br /&gt;Kekuatan persahabatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar, 20 Oktober 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14659096-113019734991665412?l=muchniart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muchniart.blogspot.com/feeds/113019734991665412/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14659096&amp;postID=113019734991665412&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113019734991665412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14659096/posts/default/113019734991665412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muchniart.blogspot.com/2005/10/kekuatan-persahabatan-sebuah-puisi.html' title='Kekuatan Persahabatan ( Sebuah Puisi )'/><author><name>lentera_musim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17302729868651566356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JcQuB_lkVJ0/SqYVZ_YvhrI/AAAAAAAAAAM/xGT6Mw_T1g8/S220/kooooooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
